Ronsen's Blog

Bikin SIM itu Melelahkan

Monday, July 21, 2008

Wajar saja mengapa orang memilih untuk menyogok atau lewat calo buat bikin SIM. Ternyata bikin SIM itu sangat melelahkan. Jadi kalau aku hitung-hitung hampir 3 bulan aku harus bolak-balik ke Daan Mogot untuk menyelesaikan tes teori dan tes praktek untuk mendapatkan SIM C yang baru. Berikut pengalaman melelahkan selama mengikuti tes.

Persiapan

Ada baiknya perut dalam keadaan penuh saat berangkat dan sediakan botol air minum buat menghilangkan rasa haus saat menunggu. Pulpen dan pensil 2B jangan lupa dibawa, ini buat mengisi formulir dan mengisi jawaban untuk tes teori. Sediakan juga uang sebesar Rp150.000,- untuk pembayaran formulir dan asuransi. Sebenarnya biayanya tidak sampai segitu tapi buat jaga-jaga. KTP wajib dibawa silakan difotokopi dulu.

Tes Teori

Antrian menunggu formulir tes teori cukup panjang. Setelah mendapatkan formulir antrian menunggu tes juga lama. Tes tertulis memakan waktu 20 menit. Pada waktu itu hanya dua ruangan yang digunakan jadinya peserta rebutan. Kelihatannya saja mudah tapi aku harus mengulang sampai tiga kali. Tidak tahu salah dimana. Setelah itu menunggu hasil tes, gak tau berapa lama harus menunggu di sini pentingnya kenapa harus makan dan membekali diri dengan botol air minum. Udah capek, panas pula dan dipastikan gagal. Damn! Kalau mengulang silakan langsung ke ruang tes teori gak perlu mengambil formulir baru.

Tes Praktek

Karena aku mengambil SIM C maka yang diuji tentunya menggunakan motor. Yang diuji jalan lurus, memutar motor menyerupai angka 8 dan jalan zig-zag. Beberapa kali hanya diuji jalan lurus. Pakai gigi 2 saja biar terlalu keras hentakan motor dan silakan berakrobat ria di sana. Kalau sampai 3 kali melakukan kesalahan harus mengulang kembali minimal 2 minggu sampai 1 bulan. Tes praktek ini aku harus mengulang sampai 2 kali dan akhirnya lulus dengan cemerlang.

Aku tidak mau lewat calo karena duitnya mau dipakai buat nonton The Dark Knight. Why so serious! :-)