Ronsen's Blog

Linuxer yang Bahagia

Saturday, February 7, 2009

Pertama kali aku menggunakan komputer, Windows adalah satu-satunya sistem operasi yang kukenal. Saat itu aku menggunakan Windows 3.1. Linux pertama kali aku dengar saat duduk di bangku kuliah. Pengguna Linux di kampusku pun masih bisa dihitung dengan jari. Mungkin karena penggunaannya yang sulit untuk mahasiswa bahkan untuk mahasiswa teknik informatika. Bagaimana tidak? Berkenalan dengan Linux langsung disuguhi console. Err.. kok balik lagi zaman dinosaurus? :D

Legal

Masalah legalitas mungkin yang menjadi kendala pengguna Windows secara umum. Masih banyak pengguna Windows yang aku lihat menggunakan lisensi GPL (Glodok Public License) a.k.a bajakan. Dan ini sudah menjadi rahasia umum kalau menggunakan Windows yang terpikir pertama kali pasti bajakan. Maraknya razia Windows bajakan sebenarnya cukup membuat kalian malu karena Microsoft sendiri menganggap kalian pencuri!

Ketergantungan

Gara-gara ketergantungan inilah yang membuat aku beralih dari Windows ke Linux atau secara umum perangkat lunak Microsoft. Beberapa kali proyek yang dulu aku tangani sangat tergantung ke produk Microsoft. Misalkan saja sebuah Content Management System (CMS) ternyata membutuhkan plugin Microsoft Office supaya bekerja dengan baik. Sialnya yang diperlukan bukan sekedar ActiveX tapi harus meng-install Microsoft Office! Damn, kami harus beli lisensinya hanya gara-gara satu CMS. BTW, CMS ini juga tidak gratis (pssstt.. biar bisa dijual). Hanya CMS? Tidak, masih banyak. Kalau aku tulis blog ini pasti sangat panjang.

Virtualisasi

Disinilah hebatnya Linux. Aku bisa membuat sistem operasi virtual dengan jumlah tidak terbatas. Sebagai contoh aku butuh sebuah demo untuk diperlihatkan kepada client. Aku cukup membuat sebuah image sistem operasi yang sudah diatur untuk dapat jalan di komputer lain tanpa kuatir tidak jalan karena faktor-faktor yang tidak terprediksi. Apakah Windows bisa demikian? Tidak, biarpun menggunakan yang asli, Windows akan memintamu mengaktivasi karena digunakan di mesin yang berbeda. Jalan satu-satunya harus menelepon customer service Microsoft! Repot, bukan? Being legal is not enough!

Masih banyak alasan lain kenapa aku menggunakan Linux seperti halnya virus yang sampai sekarang menjadi masalah di Windows. Terus bagaimana dengan Games? Ah, itu masalahmu bukan masalahku. :-)