Ronsen's Blog

Tuhan itu bukan tukang pukul pribadimu

Thursday, June 10, 2010

Gunung Ciremai Berapa kali kita mendengar orang mengatakan: "Biarlah Tuhan yang membalas!" Sebenarnya ini meminta Tuhan untuk segera menghukum orang yang telah menyakiti kita. Kita seolah-olah menempatkan posisi kita sebagai orang tak berdosa dan teraniaya. Dan dengan enaknya kita meminta Tuhan untuk menjadi tukang pukul pribadi membalas kejahatan itu kepada orang yang kita benci.

Berdoa buat orang yang menaniaya kita mungkin menjadi hal yang tersulit dijalankan orang Kristen. Menjadi anak-Nya memang sangat menyenangkan. Dengan mudah kita meminta berkat jasmani dan rohani, kesehatan, kekayaan, jauh dari segala pencobaan, karena kita ini memang anak-anak-Nya Bapa di sorga. Tetapi untuk yang satu itu kadang kita menggeruti dan hati kadang menolak untuk mendoakan mereka yang menjadi musuh kita.

Tuhan mungkin mengajarkan kita untuk tidak ada rasa benci dan amarah buat siapapun, tak terkecuali bagi mereka yang kita benci. Pembalasan itu hanya ada di tangan Tuhan. Setiap kejahatan hanya Tuhan yang berhak membalasanya. Sejak awal Tuhan tidak mau menjadi tukang pukul pribadi siapapun untuk membalas setiap kejahatan orang lain. Tuhan malah meminta kita untuk mengampuni mereka sama seperti juga Tuhan telah mengampuni dosa dan kesalahan yang kita lakukan.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44)

Jika hatimu jahat, kau pasti meminta yang jahat juga kepada Tuhanmu.