Ronsen's Blog

Autopost itu Aneh

Saturday, September 11, 2010

#18 Situs-situs zaman sekarang biasanya menyediakan Application Programming Interface (API) untuk mengakses situs mereka. API ini sangat berguna bagi para pengembang luar mengolah data yang ada di situs tersebut. Dengan API inilah beberapa situs dapat dikembangkan lebih canggih dari situs asalnya. Contohnya saja Twitter. Katanya pengguna Twitter lebih banyak menggunakan perangkat lunak third party ketimbang dari twitter.com.

Beberapa situs mempunyai suatu fungsi yang sama. Misalkan saja Facebook, Twitter, dan Plurk. Situs ini punya satu kesamaan, menulis status. Mungkin karena ada yang berpikir ingin membuat sebuah layanan yang dapat memuaskan semua situs tersebut. Tersebutlah, ping.fm, yang dapat menyebarkan status yang sama ke masing-masing situs. Dan kita pun tersenyum melihat status-status yang duplikat di mana-mana. Cara ini biasa disebut mungkin dengan autopost.

Dari segi teknologi tidak ada yang aneh dengan autopost ini. Anehnya adalah komunitas yang menerima. Misalkan saja di Facebook, orang-orang tidak mengenal hashtags/tanda pagar atau parahnya muncul tulisan "RT" di news feed. Di Plurk, orang-orang tidak mengenal emoticon yang disediakan di situs tersebut. Di Twitter, diusahakan tidak menulis status lebih dari 140 karakter. Tapi itu hanya masalah penulisan. Komunitas dan gaya masing-masing tersebut yang perlu diperhatikan. Parahnya, kita harus memantau semua situs-situs tersebut.

PS: Autopost itu istilah yang gue bikin sendiri. Kalau ternyata salah, gue bakal edit lagi kok.