Ronsen's Blog

Generasi Internet

Thursday, September 9, 2010

#41 Internet sekarang ini bisa dibilang menjadi kebutuhan hampir semua orang di zaman ini. Pengguna internet semakin hari semakin bertambah saja jumlahnya. Sangat berbeda jika dibandingkan (tidak perlu jauh-jauh) 10 tahun yang lalu. Saat itu saja aku baru memiliki akun email dan mulai berinteraksi di mailing list yang disediakan oleh Yahoo! Groups.

Perlahan-lahan, tahun demi tahun, mulai bermunculan layanan-layanan di internet yang menyediakan fasilitas yang lebih canggih lagi agar penduduk dunia untuk lebih mudah berinteraksi. Katakan saja, kemunculan Friendster. Orang-orang mulai berdatangan dan bergabung di tempat ini. Zaman narsisis pun dimulai. Friendster saat ini mulai mengenalkan hubungan lewat bio data pengguna dan (oh) buletin board. Interaksi yang minim ini mungkin menyebabkan orang-orang dengan cepat meninggalkan Friendster dan beralih ke Facebook.

Facebook, di lain hal, menyediakan banyak tempat untuk orang-orang berkomunikasi dengan mudah. Menulis status, berbagi tautan gambar dan video, menulis blog, bahkan chatting. Bahkan Facebook sendiri menyediakan platform agar pengembang-pengembang dari luar Facebook dapat memperkaya Facebook itu sendiri.

Bersamaan dengan lahirnya Facebook ada juga layanan Twitter. Twitter ini bisa dibilang sangat sederhana. Hanya menyediakan tempat untuk menulis status. Tapi level narsisisnya lebih tinggi dari layanan yang lain. Kita tidak tahu siapa yang akan baca status kita kecuali ada yang balas atau me-ReTweet status kita. (Beda dengan Facebook, kita bisa melihat siapa yang sedang online).

Begitulah, bisa dibilang generasi milenium ini atau generasi awal abad 21 adalah generasi-generasi internet. Kita mengenal internet sejak internet masih muda belia. Tetapi sekarang mulai bergeser. Orang-orang tua kita mulai mencoba dan bergabung di dalam. Mereka pun membuat akun Facebook mereka, mereka mulai nge-twit. Reaksi kita: beragamlah, ada yang kaget, ada yang jadi jaim, ada yang bikin fake account, dll. Bahkan sebuah website mendedikasikan isinya memuat kelucuan orang-orang tua kita. Tanpa sadar, suatu saat nanti kita menyerahkan tongkat estafet ini kepada anak-anak kita.