Ronsen's Blog

Earth Hour? Cih!

Monday, March 28, 2011

Gambar diambil dari Wikipedia
Earth Hour itu adalah sebuah kegiatan global yang diselenggarakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) dengan meminta seluruh penduduk bumi ini untuk mematikan peralatan listrik dan lampu yang tidak dibutuhkan. Kegiatan ini dilakukan selama satu jam dimulai pada pukul 8.30 sampai 9.30 malam setiap hari Sabtu bulan Maret. Ingat, yang dimatikan adalah peralatan yang tidak dibutuhkan, bukan asal main gelap-gelapan saja.

Beberapa negara turut serta dalam kegiatan Earth Hour ini. Indonesia tentu saja tidak mau ketinggalan. Dalam hal ini pemerintah, sebagai wakil negara dalam meramaikan pesta ini, dengan bangga menunjukkan partisipasinya mematikan lampu selama satu jam. Sampai sebuah stasiun televisi menanyangkan acara ini dari detik ke detik sampai satu per satu lampu dimatikan. Betapa mulianya!

Tentu saja kegiatan ini lebih banyak mendapatkan sindirian dari penduduk Indonesia. Jangankan di daerah terpencil, kota metropolitan seperti Jakarta tidak terhindarkan mendapat giliran pemadaman listrik. Bisa sampai berjam-jam lamanya baru kemudian listrik kembali nyala. Bagaimana dengan daerah-dearah? Bahkan di Kalimantan bisa berhari-hari mengalami pemadaman listrik. Dan barusan saja di daerah saya listrik padam hampir lebih dari 6 jam dihitung sejak saya bangun pagi. Makan kalianlah Earth Hour itu!

Semangat yang salah arah

Earth Hour tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran manusia dalam menjaga lingkungan. Tujuan ini terutama mengingatkan akan perubahan iklim yang semakin lama dirasakan semakin tidak menentu. Entahlah, salah satu istilah yang selalu dibawa-bawa adalah Global Warming/Pemanasan Global. Semua ini akibat perbuatan manusia-manusia yang tidak berotak.

Di sinilah semangat yang salah arah itu. Seakan-akan kegiatan ini menunjukkan manusia perduli dengan keadaan lingkungan atau planet Bumi ini. Seakan-akan manusia adalah obat yang bisa menyembuhkan kerusakan yang telah lama dilakukan oleh nenek moyang atau bahkan yang sedang kita lakukan sekarang. Seakan-akan Bumi sudah tidak berdaya dan mulai semakin loyo.

Kecuali punya tenaga kamehameha bikin bumi terbelah dua, yah lain ceritanya. #

Intinya, jika Bumi sakit, kelangsungan hidup manusialah yang terancam. Bumi sendiri akan menemukan caranya sendiri untuk memulihkan diri. Apakah dia butuh manusia? Sama sekali tidak. Bumi sudah pernah mengalami zaman es dan dihantam oleh meteor-meteor dari langit yang sukses memunahkan semua dinosaurus (anehnya manusia/kera lolos); tapi apakah Bumi hancur? Tidak, kan? Makanya buatlah kampanye yang lebih masuk akal. Jangan bawa-bawa kerusakan lingkungan, dsb. Katakan saja jika kita tidak bertindak mulai dari sekarang, manusia akan mengalami kepunahan. Eh, kiamat dong yah? Amin.