Ronsen's Blog

Kenapa Mereka Melakukan Kultwit?

Monday, April 4, 2011

Dulu sekali, aku pernah menuliskan entri tentang ketidaksukaanku akan kultwit. Kuliah Twitter kepanjangannya. Baca kembali deh entri yang kutulis itu. Memang sedikit singkat tapi setidaknya tidak aku jadikan kultwit di timeline. Jadi sudah mengerti kan seperti apa itu kulwit?

Jadi gini, para dosen itu tidak perduli apakah twit mereka akan dicari di kemudian hari. Mereka tidak perduli ada yang jengkel dengan cara mereka menyampaikan informasi (hei, jangan gitu ah, banyak kok yang suka). Mereka tidak perduli apa itu SEO dan segala tetek-bengek search engine.

Kultwit oleh Chickenstrip

Jadi apa sebenarnya dibalik alasan pengguna Twitter melakukan kultwit? Jawabannya sebenarnya cukup mudah. Supaya cepat terkenal atau istilah kerennya menjadi seleb twit. Dengan memberikan kultwit (yang mungkin didapat dari Wikipedia atau tempat lain) para followers semacam dihipnotis akan kepintaran sang dosen. Terserahlah meraka dapat dari mana informasi tersebut. Bisa jadi memang pernah dapat dari sekolah atau bangku kuliah (kuliah benaran maksudku).

Behind every Kultwit, there's a Wikipedia tab opened. -- @SarkasTwit

Jika masih belum terkenal, tentu masih banyak caranya. Coba cari topik-topik yang agak sedikit miring. Agak-agak di luar mainstream-lah ceritanya. Dosen-dosen ini sudah mengerti bagaimana pola beberapa orang yangmengikuti tweep jika topik-topiknya dibuat sedikit kontroversial.

Beruntung jika ada seorang seleb yang sudah terkenal duluan me-ritwit kicauannya. Wah, betapa bahagianya tuh sang dosen. "Puncak munuju ketenaran sudah diambang pintu," mungkin begitulah batinnya. Eh, sepertinya aku agak sedikit iri nih. *lirik followers sendiri* Iya, ya!