Ronsen's Blog

Kenapa Menggunakan Framework

Friday, May 27, 2011

Sepertinya saat ini membangun aplikasi — lebih tepatnya membangun sebuah aplikasi web — tidak terlepas dari penggunaan framework/kerangka kerja. Seingatku, web framework yang pertama aku gunakan adalah Java Server Faces. Menggunakan JSF seperti membuat sebuah aplikasi desktop, semua request ditangani oleh event. Butuh waktu lama akhirnya aku sadar kalau web itu berbeda dengan dekstop dan di sisi lain menggunakan JSF versi awal sangat sulit dan terlalu tergantung pada editor-nya.

Sebagai programmer Java, menggunakan framework itu sudah wajib. Sangat tidak disarankan menulis di halaman JSP. Dan hampir semua framework di Java itu proses belajarnya sangat lama dan jika digunakan pada aplikasi yang besar akan makin sulit di-maintain. Katakan saja berkas konfigurasi XML yang membengkak. Untung pada Java 5 diperkenalkan fitur baru yaitu Annotation yang sangat mengurangi bloated-nya Java terutama pada framework-nya.

Mungkin yang menjadi terobosan baru di dunia web framework itu saat munculnya Ruby on Rails. Membangun aplikasi web menjadi sangat cepat dan mudah. Setelah itu PHP pun mengadopsi RoR ini, bilang saja CakePHP. Entah kenapa aku tidak suka menggunakan CakePHP dan lebih sering menggunakan CodeIgniter. Dan untuk Java sendiri ada perubahan besar-besaran saat menggunakan Play. Play ini sangat berbeda dengan web framework pada umumnya dan satu kata... keren!

Apakah salah belajar pemrograman langsung menggunakan framework?

Well, menurutku sih tidak. Tetapi mungkin beberapa orang berpendapat berbeda. Yah, ini mungkin karena beberapa framework yang aku pelajari saat sudah bekerja. Kalau masih kuliah tentu mempelajari lebih dalam sebuah bahasa pemrograman sangat penting. Istilahnya jika ada kesalahan pada tingkat low level (ehm.. aku bukan bicara tentang bahasa assembly yah) bisa memperbaikinya.

Jadi kesimpulan menggunakan framework:
  1. Seperation of concerns
  2. Don't repeat yourself 
  3. Apalagi yah... ;))
Sekarang aku butuh sebuah framework yang cocok untuk belajar Python, eh sebentar... sebenarnya lebih butuh waktu sih.

PS:
Entri ini sebenarnya hanya untuk memenuhi tujuan Samting dan saat ini kehabisan ide untuk menulis sesuatu.