Ronsen's Blog

Kenapa Twitter Hanya 140 Karakter?

Wednesday, June 22, 2011

Bisa dibilang aku pengguna aktif Twitter dan telah terdaftar sejak tahun 2007. Saat ini aku sudah menulis lebih dari 10.000 kicauan. Yang selalu menggangguku, kenapa Twitter hanya menggunakan 140 karakter dan *ugh* menggunakan mention.

Agak basi kalau bahas hal ini sekarang, tolong dimaafkan yah. Kalau tidak dimaafkan aku tabok nih!

Twitter muncul setelah Facebook mulai terkenal. Sedikit mulai aneh tiba-tiba komunikasi di internet terbatas hanya 140 karakter. Dan komunikasi yang biasanya didukung oleh fitur komentar dan juga threaded conversation tidak bisa dinikmati melalui Twitter.

Fitur terbatas ini karena memang pada awalnya Twitter hanya mendukung komunikasi lewat SMS (text). Keterbatasan 140 karakter itu karena memang SMS terbatas 160 karakter, 20 karakter digunakan untuk username dan sisanya digunakan untuk kicauan (tweet).

Bayangkan saja saat masa-masa indah menggunakan SMS sebagai sarana komunikasi; terbatas dan saling balas tapi tahu sama tahu konteks apa yang dibahas. Twitter pun menjembatani komunikasi yang dulunya hanya antara dua orang menjadi lebih banyak orang.

Layanan ini juga tidak mendukung komentar dan mengandalkan username untuk mengkontak langsung teman dan kalau dipikir-pikir mention itu tidak perlu sebenarnya (bukan berarti dianggap nyinyir lho). Karena kalau kita me-mention semua teman kita, tidak ada ruang yang cukup untuk berkicau.

Anehnya, pengguna Twitter jarang menggunakan SMS untuk menulis tweet-nya. Belakangan mikroblog ini sangat terkenal dan hampir jutaan orang menggunakannya dan menurut riset, Twitter lebih banyak diakses lewat aplikasi pihak ketiga bukan lewat web/aplikasi resmi-nya apalagi lewat SMS. CMIIW.

Oleh karena itu, mikroblog yang meniru cara Twitter ini tapi tidak mendukung SMS itu bodoh. Kalau memang tidak mendukung SMS tidak perlu membatasi jumlah karakter dan silakan gunakan fitur komentar untuk memudahkan berdiskusi. Layanan Google Buzz tampaknya mengerti hal ini.