Ronsen's Blog

Belahan Jiwa

Tuesday, January 31, 2012

Dulu sekali aku pernah bertanya kepada temanku tentang belahan jiwa. Dia percaya bahwa ada seseorang di sana yang diciptakan khusus untuknya. Seorang laki-laki yang dapat menyempurnakan hidupnya di dunia ini. Dan temanku itu pun menambahkan bahwa belahan jiwa itu pun bisa terlambat datang yaitu datang setelah dia menikah dengan orang lain. Yes, terkejut juga mendengarnya. Jika kita tidak bahagia dengan pasangan kita yang sekarang berarti dia bukan belahan jiwa kita? Ngeri nggak sih?


Tentu saja aku tidak menyukai konsep belahan jiwa ini atau yang biasa disebut dengan jodoh. Sedangkan takdir atau nasib saja aku tidak percaya apalagi mencari belahan jiwa yang posisinya tidak tahu di mana. Tidak tahu siapa yang lebih banyak percaya hal ini; cowok atau cewek, tetapi seperti konsep ini sepertinya didukung oleh kepercayaan masing-masing. Percaya kalau Tuhan sudah menyediakan seseorang di luar sana untuk kita; yang perlu kita lakukan menunggu saja.

Seperti hal lainnya di dunia ini, semuanya itu perlu usaha. Hubungan yang baik itu terjadi jika  mau mengerti kelebihan dan kekurangn pasangan dan terlebih lagi menyingkirkan ego masing-masing. Jika percaya belahan jiwa itu sempurna malah akan menakutkan dan kesalahan sedikit saja bisa langsung memutuskan dengan mudahnya kalau dia bukan pilihan yang diberikan oleh Tuhan atau seperti aku sebutkan di atas, dia datang terlambat.

Jadi pasanganku dimana? Seorang pendeta pernah menjawabnya dengan santai, "Ada di sampingmu. Nggak jauh-jauh kok, dekat-dekat sini saja. Makanya usaha!"