Ronsen's Blog

Pemblokiran Pornografi adalah Pekerjaan yang Sia-sia

Sunday, May 18, 2014

Pemblokiran Vimeo beberapa hari ini menambah daftar pertanyaanku tentang kinerja Kemenkominfo. Dengan alasan klasik kalau layanan berbagi video itu memuat konten pornografi, pemerintah pun mengambil keputusan untuk menutup akses dari negara Indonesia. Alasan tersebut tidak cukup untuk memuaskan para pengguna Internet di Indonesia karena misalnya saja, Youtube, layanan serupa, memiliki konten yang sama tetapi tidak mengalami nasib yang sama dengan Vimeo.

Jika kita ingat kejadian yang dulu, Youtube pernah sempat diblokir oleh pemerintah tetapi bukan karena pornografi tetapi karena untuk video Fitna yang diunggah oleh Geert Wilders, seorang politikus sayap kanan negara Belanda, yang diklaim menghina agama Islam. Beberapa orang berpikir tindakan pemerintah sangat cepat untuk melakukan pemblokiran terhadap Vimeo karena diduga adanya video seronok saat kampanye yang digelar salah satu calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera. Bisa dilihat kenapa mereka begitu reaktif?

Pemblokiran Pornografi

Memang pemblokiran pornografi sudah diatur di dalam Undang-undang yaitu pada UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Jika melihat kasus Vimeo ini sangat terkesan tebang pilih. Tidak hanya Vimeo yang memuat konten pornografi; semua situs besar yang ada di Internet pasti ada berbau porno, contohnya di Google, Facebook, dan bahkan Twitter. Kenapa situs-situs tersebut tidak diblokir?

Sampai kapanpun pornografi tidak bisa diberantas. Analoginya seperti menguras air laut hingga kering. Kau bisa saja memakai alat tercanggih apapun yang pernah diciptakan manusia tetapi pada akhirnya kau akan sadar sendiri bahwa air laut tidak akan pernah terlihat berkurang seberapapun gigih dan kerasnya kau bekerja.

Salah satu alasan kenapa lagi kenapa pemblokiran pornografi sia-sia adalah sangat mudahnya untuk membuka kembali situs yang telah diblokir. Cara yang paling sering digunakan orang adalah menggunakan proxy server ataupun situs proxy, mengganti DNS dengan menggunakan Google DNS atau OpenDNS, menggunakan VPN, dll.

Pornografi

Pornografi tidak akan bisa diblokir oleh pemerintah karena pornografi itu letaknya di otak manusia. Situs-situs tersebut hanya memuaskan hasrat visual manusia. Karena tidak ada seorangpun tahu kapan dan di mana seseorang itu sedang berpikiran seksi (pornografi itu tidak jorok). Manusia itu porno sejak organ-organ seksualnya tumbuh. Peraturan dan undang-undang tidak akan bisa menghalangi hasrat tersebut karena itu merupakan keinginan natural makhluk hidup.

Makanya pendidikan seksual itu sudah seharusnya diajarkan di sekolah. Termasuk di antara mempelajari hal-hal mengenai kejahatan seksual. Pornografi sendiri tidak merugikan siapa-siapa, yang merugikan itu tindakan kriminalnya.