Ronsen's Blog

Kesalahan Perusahaan Saat Menerima Pegawai Baru

Friday, October 17, 2014

Saat sebuah proyek menjadi sangat besar, wajar saja sebuah perusahaan membutuhkan pegawai baru untuk membantu meringankan dan mempercepat proses penyelesaian proyek tersebut. Biasanya dengan mengirimkan lowongan pekerjaan di media cetak maupun online, dengan begini perusahaan berharap dapat menemukan pegawai yang sesuai dengan kriteria mereka.

Biasanya iklan lowongan pekerjaan menuliskan kriteria yang sangat tidak masuk akal. Selama pengalamanku mengirim lamaran pekerjaan, kriteria-kriteria tersebut tidak harus dipenuhi semuanya. Walaupun aku hanya memenuhi satu kriteria, aku tetap memberanikan diri untuk melamar pekerjaan tersebut dan minimal aku selalu masuk pada tahap interview.

Pernah sekali aku akhirnya diterima di sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak. Proyek yang sedang mereka kerjaan sangat besar dan rumit. Aku menerima pekerjaan tersebut karena aku merasa tertantang untuk bergabung. Dan ternyata ini menjadi neraka kecil karena aku juga tidak mempunyai pengalaman dengan perusahaan yang masih hijau dalam hal pengaturan pekerjaan pegawainya terlebih pegawai baru.

Di hari pertama aku diberikan sebuah PC yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Setelah memberti instruksi singkat mengenai source code proyek yang sedang dikerjakan; checkout dari Subversion, koneksi database, dan hal-hal teknikal lainnya, aku pun langsung ditinggalkan dibiarkan mempelajari kode-kode yang sudah "jutaan" baris tersebut.

Aku mengerti bahwa proyek ini sedang dikejar tenggat waktu. Semua pegawai sibuk mengejakan tugasnya masing-masing. Jadinya, tidak ada waktu untuk mengajari pegawai baru bahkan hal-hal yang penting sebelum dia mulai paham dengan apa yang akan dikerjakan. Walaupun dengan pengalamanmu yang sudah banyak di perusahaan sebelumnya, sangat tidak mungkin kau langsung terjun ke sebuah proyek tanpa persiapan terlebih dahulu.

Mempelajari barisan kode sumber justru bukan sebuah langkah tepat untuk seorang pegawai baru untuk belajar. Percayalah, kebanyakan perusahaan seperti ini tidak mempunyai dokumentasi bahkan komentar di kode sumber saja tidak ada. Sekarang malah berharap sesuatu yang mustahil pekerjaan tersebut akan selesai dengan bertambahnya pegawai? Malah perusahan menambah rentetan masalah karena banyaknya pegawai yang tidak produktif.