Ronsen's Blog

Panasnya Dunia Politik Indonesia

Wednesday, February 22, 2017


Pemilihan kepada daerah DKI baru saja selesai. Meskipun demikian belum bisa menentukan siapa gubernur selanjutnya. Para pemilih akan mengikuti pilkada lanjutan yang akan diadakan kembali dalam waktu dekat dengan hanya 2 pasangan calon.

Melihatnya antusias pemilih di Pilkada DKI menunjukkan kesadaran warga akan hak suaranya. Sangat berbeda dengan beberapa daerah dengan jumlah pemilih golongan putih yang bahkan lebih dari 50%. Sayangnya, antusias warga ternyata tidak menjamin lancarnya pilkada kemarin.

Selain itu, pemilhan langsung kepala daerah ternyata menjadikan hampir semua warga melek politik. Dengan didukung dengan teknologi saat ini, media sosial menjadi sarana yang mudah dan cepat dalam menyampaikan isu-isu yang terkait dengan pasangan calon masing-masing.

Seingatku, politik menjadi panas seperti saat ini waktu pemilihan Presiden RI beberapa tahun yang lalu. Media sosial menjadi sangat panas, masing-masing kubu selain menyajikan visi misi mereka, juga mereka menyerang kubu lawan dengan cara-cara yang bahkan sangat tidak elegan.

Begitu juga halnya Pilkada DKI ini, semua cara dicoba untuk menjatuhkan lawan. Bahkan isu SARA pun dipakai untuk menarik suara pemilih. Memupuk kebencian terhadap lawan menjadi hal yang sangat sering kita lihat atau baca di media sosial. Teman pun menjadi lawan di dunia maya sekarang.

Pilkada DKI putaran 2 akan segera dilaksankan. Mungkin sebagian dari kita berharap panasnya politik akan agak sedikit mendingin. Tetapi sayangnya, pemilihan presiden yang baru sudah diambang mata. Dua tahun bukanlah waktu yang lama untuk mulai mempersiapkan diri bagi mereka yang ingin menduduki kursi 1 dan 2 di negara ini.

Politik tidak pernah istirahat dan seberapa dari kita masih punya energi untuk berdebat kusir di media sosial.

(Sumber gambar: 321an.se)