Sebelum mengenal Play Framework, Java itu sangat susah untuk dipelajari. Maksudku framework yang ada tidak bermanusiawi bahkan untuk membuat sebuah aplikasi yang sederhana. Dengan Play, Java menjadi semudah Rails — sebuah framework yang dibuat dengan bahasa Ruby. Coba bayangkan mengembangkan aplikasi tanpa harus restart web server, membuat testing juga gampang, didukung hampir semua IDE yang populer. Pokoknya semuanya jadi indah.
Kemarin, versi final Play Framework 2.0 keluar. Yay! Dengan ditendangnya dari komunitas Java aku tidak tahu berapa banyak yang senang dengan kabar ini. Yang aku tahu beberapa temanku menggunakannya. Segera saja aku mengunduh versi terbaru ini karena mau mencoba-coba fitur yang disediakan.
Ronsen's Blog
Sekedar menulis
Thursday, March 15, 2012
Thursday, March 8, 2012
Konversi Video ke 3GP
Telepon genggam atau ponsel yang sedikit canggih memang sangat mudah ditemui di zaman ini. Tidak sekedar untuk menerima teks SMS lagi biarpun tidak canggih-canggih amat tetapi sudah bisa dipakai untuk memutar lagu dan video, mengambil foto, berselencar di internet, bahkan bila perlu me-remote server kalau sedang kepepet.
Saat ini aku menggunakan BlackBerry. Ponsel ini bisa memutar video berformat avi dengan baik. Suatu saat aku memutar sebuah musik video dari sebuah band asal Korea dan menunjukkannya kepada teman. Tanpa pikir panjang dia meminta video tesebut dariku. Dinyalakannya Bluetooth di Nokia-nya dan proses transfer pun dilakukan.
Saat ini aku menggunakan BlackBerry. Ponsel ini bisa memutar video berformat avi dengan baik. Suatu saat aku memutar sebuah musik video dari sebuah band asal Korea dan menunjukkannya kepada teman. Tanpa pikir panjang dia meminta video tesebut dariku. Dinyalakannya Bluetooth di Nokia-nya dan proses transfer pun dilakukan.
Monday, March 5, 2012
Apakah Kau Benar-Benar Mengenal Dirimu?
Dengan bertambahnya umur, sedikit demi sedikit tentunya kita mengenal siapa diri kita. Entah itu melalui perenungan atau dengan sadar mengetahui sendiri bagaimana sifat kita. Sifat yang jelek atau yang tidak disukai baiknya dibuang perlahan-lahan. Dan pada akhirnya menjadi seorang pribadi yang baik setidaknya menurut dirimu sendiri.
Di umur yang sudah dibilang sudah tua — tetapi belum juga beranjak dewasa ini — sudah banyak sifat-sifat yang tidak kusukai telah kukubur dalam-dalam. Biasanya yang kubuang adalah adalah sifat yang tidak membangun, yang membuat aku sulit untuk maju. Dan bisa dikatakan aku cukup berhasil dengan usahaku ini.
Dan di sinilah muncul masalah itu.
Karena sifat-sifat yang kubuang tersebut adalah ternyata bagian dari diriku sendiri. Biarpun jelek tetap saja pernah membentuk pribadiku yang ada sekarang. Kusadari ternyata mereka tidak pernah kubuang. Semuanya masih tersimpan atau lebih tepatnya terpenjara entah di sudut gelap yang mana. Perlahan ingin memberontak, membebaskan diri.
Satu hal yang tidak pernah kusukai pada saat tidur adalah mimpi. Kata orang-orang, mimpi adalah bunga tidur. Tetapi tidak buatku. Mimpi membuatku selalu terjaga di malam hari, membuat besok pagi terasa sangat melelahkan karena kurang tidur. Dan puncaknya pada suatu malam aku bermimpi dan seperti melihat diriku yang terpenjara itu. Diriku yang dulu yang terkubur kembali bangkit mengingatkan siapa diriku sebenarnya.
Bagaimana suatu saat nanti aku terbangun tetapi bukan diriku yang sekarang?
Harus jauh-jauh dari black kryptonite!
Labels:
random
Sunday, February 19, 2012
Labels:
random
Subscribe to:
Posts (Atom)


