Ronsen's Blog

Yongnuo YN 50mm f/1.8S DA DSM e-mount Sample Video

Wednesday, November 11, 2020

Merekam Ibadah Gereja Online Menggunakan Sony alpha a6000

Saturday, May 16, 2020

Selama pandemi COVID-19 ini, gereja pun tak pelak terkena dampaknya. Sejak awal bulan Maret 2019, beberapa gereja di daerah tempatku tinggal termasuk gereja tempatku beribadah tidak lagi menjalankan ibadah seperti biasanya.

Untuk mengatasi masalah ini, pendeta gereja kami di HKBP Satia Resort Satia menghubungiku untuk mencari jalan yang terbaik untuk tetap dapat beribadah walaupun secara online. Pilihan pertama saat itu adalah melakukan live-streaming. Tetapi mengingat peralatan yang tidak memadai dan kecepatan internet yang tidak bersahabat untuk melakukan upload dengan baik, maka pilihan ini akhirnya terasa berat untuk dijalankan.

Sony alpha a6000

Kemudian aku mengusulkan untuk melakakun recording saja dan nanti video tersebut ditayangkan perdana sesuai dengan jadwal ibadah biasanya. Cara ini juga menghindari risiko jika nantinya ada kejadian yang tidak diharapkan. Bermodalkan kamera mirrorless Sony alpha a6000 dan tripod, kami pun akhirnya melakukan perekaman ibadah online.

Overheating

Kalian yang menggunakan kamera Sony a6000 pasti sudah familiar dengan masalah overheating saat melakukan perekaman video. Solusi menggunakan masalah ini, aku pun memasang 2 kipas sebelah kiri dan kanan dengan jarak sekitar 3-5 meter. Ternyata cara ini cukup ampuh untuk mengatasi masalah ini. Proses perekaman selama 30 menit dapat dilakukan tanpa masalah.

Audio

Masalah audio menjadi hal yang paling penting saat pengambilan video. Untuk gedung gereja yang berukuran kecil, audio dapat diambil dari speaker dan direkam langsung (walaupun sebenarnya tidak ideal). Lain halnya kalau gedung gereja yang cukup besar, audio yang terekam menjadi tidak jelas. Belum lagi suara yang bergema membuat benar-benar tidak reliable.

Solusi sementara yang kupikirkan saat ini adalah menggunkan clip-on. Ternyata cara ini lumayan saat membantu. Minimal suara pendetanya sangat jelas terdengar saat khotbah. Sebenarnya masih ada solusi lain untuk mengatasi masalah audio ini yaitu mengambil langsung dari audio-mixer tetapi masih terkendela dengan noise yang benar-benar sangat parah.

Pengaturan

Selain untuk meminimalisasi overheating, aku pun memberikan jeda sekitar 5-10 menit setiap 30 menit pengambilan video. Cukup untuk mendinginkan suhu kamera apalagi dibantu dengan 2 kipas angin.

Selain itu, mode kamera ku-set manual supaya kamera tidak capek berpikir. Berikut pengaturanku:
  • Shutter speed: 1/100s
  • ISO: 500-1000
  • Aperture: tergantung lensa
  • White balance: Daylight
  • Picture profile: Netral
  • Auto-focus: OFF
Contoh video yang kuambil:


Ulos dan Tiktok

Wednesday, April 29, 2020

Belakangan ini lagi marak semacam challange menggunakan ulos di kalangan pemudi Batak.

Seperti bisa, mulai bermunculan sindiran dari kiri dan kanan begitu challange ini viral. Menegaskan kalau cuman mereka yang berhak menggunakan ulos ini.

Kecintaan terhadap adat tidak bisa muncul begitu saja. Harus ada proses yang panjang, pelan-pelan, dan tidak bisa dipaksa. Justru di zaman modern ini, adat harus dikenalkan dengan cara yang asyik supaya anak muda tertarik.

Lagian orang-orang yang nyinyir biasanya orang yang paling depan merepet melihat adat mulai ditinggalkan anak-anak muda.

Teori Konspirasi

Tuesday, April 28, 2020

Percaya teori konspirasi bisa bikin orang dungu keliatan pintar.

Biasanya baru baca dikit atau nonton video gak jelas di youtube udah mulai ngebacot soal keadilan sosial bagi seluruh warga Namek.

Percaya Bumi datar karena sebenarnya otak gak mampu meresap pelajaran dasar di sekolah. Bangga dengan pencerahannya sendiri tanpa punya dasar yg tepat. Mengandalkan logika pendek untuk hal-hal yang bukan bidangnya.

Ingin menumbangkan virus seperti menumbangkan oligarki. Ganasnya alam jauh berbeda dengan intrik politik di Senayan sana. Tapi dengan angkuhnya seakan-akan mengepalkan tangan akan membuat virus bergetar ketakutan.

Sayangnya, pengikut kalian banyak yang dungu!

New Normal

Tuesday, April 14, 2020

We can't always live in fear like this forever. If this situation becomes a new normal then it surely sucks big time.

We wash our hands, keep distance from each other, staying at home, but still it won't keep us safe. There is always fear that haunts us making us going insane.

At this point, we must accept that death will always be there lurking around at every corner, not just the coronavirus.

We shouldn't afraid of death, it's part of nature. There's no shame in enjoying life a little bit in spite of everything that happend.

Perjalanan Waktu

Friday, April 10, 2020

Pelajaran yg bisa kita petik dari pendemi COVID-19 adalah perjalanan waktu tidak mungkin terjadi.

Jika orang dari masa depan datang ke masa lalu, kemungkinan besar dia membawa penyakit (bakteri atau virus) yg berbahaya karena belum ada obatnya.

Jika orang dari masa lalu pergi ke masa depan, dia tidak memiliki kekebalan tubuh untuk menangkalkan penyakit yg ada karena vaksinnya belum ditemukan.

Bukan Hanya COVID-19 yang Kutakutkan

Friday, March 27, 2020

Nggak bisa dipungkiri kalau COVID-19 itu penyakit yang sangat mengerikan. Penyebarannya pun sangat cepat. Jika dianggap enteng, secara eksponensial penyakit ini akan menelan korban jiwa dengan jumpah yang banyak dan pesat.

Tapi ada satu lagi yang aku takutkan selain penyakit COVID-19, inkompensi pemerintah dalam menangangi pandemi ini. Sampai sekarang aja, belum ada kepastian jadinya kalau negara ini akan melakukan lockdown atau nggak. Langkah-langkat preventif apa untuk mencegah terjadinya kerusuhan kalau-kalau saja banyak yang nggak bisa nyari nafkah.

Belum lagi nasib para dokter dan tenaga medis yang diharapkan bekerja dengan cepat tapi belum diberikan fasilitas yang layak. Bahkan ada yang ditolak pulang ke kontrakannya karena warga takut mereka membawa virus ini pulang.