Ronsen's Blog

database spreadsheet

Wednesday, October 10, 2007

Alasan pertama dan paling utama kenapa seorang programmer akhirnya bunuh diri dengan cara lompat dari tugu monas adalah saat dia menyetujui menggunakan spreadsheet sebagai database. Apa itu spreadsheet? Itu lho, Ek-sel. Aplikasi kantoran buat ngetik-ngetik data sangat penting mulai dari data pegawai sampai ke keuangan kantor. Untung-untung kalo disuruh migrasi dari spreadsheet ke database server yang benar tapi ini benar-benar digunakan sama seperti sebuah database layaknya berfungsi. Mulai dari baca, tulis, edit, sampai relasinya dilakukan menggunakan spreadsheet.

Biarpun saat ini sudah tersedia library untuk membaca spreadsheet tersebut tetap saja bagai kerja rodi dengan didampingi oleh 5 pocong, 3 kuntilanak, 2 biji sundel bolong dan seorang algojo yang siap-siap memancung kepalamu kalo terjadi FacesException.

Masih belum percaya? Misalnya anda sudah membuat sebuah program membaca spreadsheet dengan sheet yang kesekian dengan baris dan kolom kesekian dan tiba-tiba seorang HRD yg-cantik-jelita-yg-tidak-pernah-mengerti-susahnya-hidup-anda membuka file spreadsheet tersebut dan mengutak-atik data yang di dalam sehingga sheet sudah berubah yang tadinya index sheet tersebut di awal sekarang di posisi terakhir. Bagaimana menjaga data tersebut dibaca dengan baik dan benar? Ya, ya ini spreadsheet yang digengbeng rame-rame.

Akhir kata untuk para programmer, gunakan database yang benar minimal gunakan Access (yuck!). Kalian tidak mau kan berakhir di penjara gara-gara membunuh bos anda atau menginap gratis di rumah sakit jiwa gara-gara memikirkan bagaimana menyimpan sebuah record di baris dan kolom yang benar? Jika bos anda tidak mau mendengar anda masih ada pekerjaan yang layak seperti tukang kebun yang disarankan oleh pakar pornomatika kita.