Ronsen's Blog

Sensor Film

Thursday, May 1, 2008

Saya tidak mengerti menapa sampai sekarang negara kita ini masih menerapkan sensor terhadap film Indonesia? Dugaan saya mungkin karena salah satu sifat umum bangsa ini adalah malas. Malas untuk berubah. Apa jadinya kalau kita tidak mau berubah? Pastinya kita akan ketinggalan zaman, kuno.

Film Indonesia butuh sebuah badan rating bukan sensor-sensoran. Misalkan saja sebuah film penuh dengan adegan syur dikagetorikan saja untuk orang dewasa. Ya udah, tinggal filter saja orang-orang yang mau menonton film tersebut. Tidak perlu disensor. Apa orang dewasa tidak boleh menonton film syur? Ah, kemana aja lu? Hari gini belum nonton bokep!

Ok, ada yang komentar kalau Indonesia itu bukan hanya Jakarta jadi perlu diperhatikan mereka yang tinggal di desa-desa sana. Emangnya mereka orang bodoh apa? Apa orang desa tidak mengerti mana yang baik dan jahat?

Informasi di zaman sekarang sulit dibendung termasuk pornografi. Internet adalah terobosan terbesar buat industri mesum ini. Siapa saja, dari segala umur, dapat dengan mengakses konten-konten tersebut. Jadi jangan korbankan film lagi dengan alasan banyak adegan seks dan syurnya. Kita butuh badan yang lebih profesional biar industri film lebih maju.