Ronsen's Blog

Menghakimi Orang Lain

Tuesday, December 28, 2010

#53 Seberapa sering kita menggunakan kitab suci sebagai cermin atas kehidupan kita?

Sadar atau tidak, entah kenapa saya sering menjumpai orang-orang yang menggunakan ayat-ayat yang ada di kitab suci untuk menghakimi orang lain. Suatu hari kita menemukan ayat yang sangat bagus tetapi di dalam hati malah mengatakan ayat ini sangat cocok buat orang lain, lebih cocok buat si anu. Bukan digunakan untuk memperbaiki diri tetapi dengan bangganya beranggapan Tuhan sedang menggunakan kita sebagai alat-Nya untuk menegur seseorang.

Berhadapan dengan orang-orang seperti ini sangatlah sulit. Selain mereka merasa sudah mengenal Tuhan sangat dekat juga berperilaku layaknya seperti nabi menunjuk-nunjuk kesalahan orang lain. Contoh yang sederhana, saat kemarin terjadi bencana bertubi-tubi menimpa negara ini di Wasior, Mentawai, dan Yogyakarta, berapa banyak kalian dengar orang-orang mengatakan mereka sedang dihukum Tuhan karena telah melakukan dosa? Menyedihkan, bukan? Sekarang lihat bagaimana kita memperlakukan tetangga atau keluarga bahkan saudara kita sendiri karena mereka sedang dalam kesusahan?

PS:
Sepertinya hati ini masih dalam suasana Natal.

Selamat Natal 2010

Friday, December 24, 2010

#47 Akhirnya saya bisa merayakan kembali Natal di kampung halaman saya. Natal di sini biasanya dirayakan hanya di gereja. Sangat jarang dijadikan sebagai momen untuk kumpul keluarga. Anehnya, kebiasaan kumpul-kumpul tersebut dirayakan secara khusus pada saat malam tahun baru. Kebiasaan ini berbeda saat saya masih tinggal di Jakarta, justru pada saat Natallah biasanya yang ramai.

Ucapan-ucapan Natal pun mulai bermunculan di Facebook dan Twitter. Tentu saja karena lebih murah. Bahkan murahnya mengalahkan mengirim ucapan lewat SMS, yang dulu dijadikan kambing hitam orang-orang tidak lagi mengirim ucapan lewat surat. Padahal surat-surat ini lebih mengena di hati. Dan tentu saja, pohon Natal akan dipenuhi surat-surat yang berdatangan dari saudara-saudara atau teman-teman.

Ucapan Natal ini tidak datang dari teman-teman yang beragama Kristen saja tetapi juga teman-teman yang beragama berbeda. Tetapi belakangan ini malah menjadi perdebatan khususnya teman-teman muslim tentang ucapan Selamat Natal. Saya tidak terlalu memusingkan hal ini. Jika itu membuat teman-teman muslim keberatan mengucapkan natal karena imannya, tentu hal itu sangat masuk akal. Kenapa harus dipaksakan, kenapa harus diperdebatkan. Natal itu berbicara tentang kedamaian, tidak hanya di hati kita sendiri tetapi juga orang lain.

Selamat Natal 2010, damai Kristus menyertai kita semua.

Intersepsi Koneksi Internet

Saturday, December 11, 2010

Saya adalah salah satu pelanggan Indosat IM2, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan internet via mobile broadband. Biarpun hubungan kami (eaaa...) tidak selalu berjalan mulus, saya tetap menggunakan layanan ini karena masih tetap yang terbaik di wilayah ini.

Tetapi belakangan ini saya agak sedikit resah gara-gara setiap kali surfing di internet di status bar selalu muncul:

mw.anacapa.biz

Karena penasaran, saya pun membuka alamat tersebut dan ternyata di-redirect ke sebuah alamat perusahaan iklan. Tentu saja ini membuat saya kaget dan menanyakannya di twitter:

setiap request page pake IM2 selalu muncul mw.anacapa.biz di status bar. dicek ternyata sebuah perusahaan advertisers. is that legal?

dan langsung mendapat jawaban dari @sigantengkalem.

kenapa gak legal. lha @tifsembiring yang ngasih contoh intersepsi koneksi internet buat filtering pr0n dari level ISP.

Legal atau tidak, saya tidak suka aktivitas penjelajahan saya selalu dimonitor atau mungkin istilah kerennya snooping oleh perusahaan lain. Makanya saya melakukan pemblokiran alamat tersebut dengan cara yang sangat sederhana, sbb:

$ sudo iptables -I INPUT -s mw.anacapa.biz -j DROP
$ sudo iptables -I OUTPUT -d mw.anacapa.biz -j DROP
$ sudo iptables -vnL

Cara lain untuk melakukan pemblokiran ini adalah dengan cara meng-install firewall. Bisa agak tenang sekarang?

Hotot - Twitter Client yang seksi

Thursday, December 9, 2010

Sampai sekarang saya masih terus mencari aplikasi Twitter yang enak digunakan di Linux. Karena banyaknya, saya tidak menghitung lagi berapa aplikasi yang sudah saya coba. Terakhir yang saya coba kebanyakan aplikasi yang berbasis Adobe Air seperti TweetDeck dan DestroyTwitter. Tapi dengan alasan ingin bergantung lebih banyak pada pustaka bawaan Linux, tetap tidak puas biarpun aplikasi-aplikasi tersebut sangat bagus.

Hotot adalah aplikasi terakhir yang saya gunakan saat ini. Aplikasi ini berjalan secara native di Linux dan dengan begitu ukurannya menjadi sangat kecil. Banyak fitur yang saya suka dari aplikasi ini misalanya Hotot menampilkan balasan sebelumnya setiap kali ada tweet balasan atau bisa juga menampilkan seluruh percakapan untuk memudahkan kita berinteraksi. Selain itu juga bisa menampilkan thumbnail gambar dari website populer seperti plixi.com dan twitpic.com. Keren, kan!

Untuk meng-install aplikasi ini cukup mudah. Caranya sebagai berikut:

$ sudo add-apt-repository ppa:jimmyxu/hotot
$ sudo apt-get update && sudo apt-get install hotot

Jika cara di atas tidak bisa, sesuai dengan petunjuk artikel ini, coba gunakan cara berikut:

$ sudo add-apt-repository ppa:hotot-team
$ sudo apt-get update && sudo apt-get install hotot

Selamat berkicau dengan seksi!

Update:
Hotot sekarang bisa dinikmati dengan menggunakan Google Chrome/Chromium. Silakan install dari Chrome Web Store.

Hanging On By Thread

Monday, December 6, 2010

Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah channel di televisi dan menemukan sebuah band baru yang bernama The Letter Black. Band yang beranggotakan 4 orang ini bervokalis seorang cewek yang keren. Musik dengan genre Hard Rock ini sangat catchy kedengaran di telinga saya.

10 Alasan Menggunakan Ubuntu 10.10

Monday, October 11, 2010

Berikut adalah 10 alasan kenapa harus menggunakan Ubuntu 10.10:

WebP: Format Gambar Baru dari Google

Thursday, October 7, 2010

Tidak ada masalah dengan format JPEG yang saat ini sangat terkenal. Tetapi tentu bagi sebagian orang seperti Google ingin berinovasi memberikan sesuatu yang baru dan mungkin lebih baik dari JPEG. WebP, sebuah format baru yang bertujuan untuk mengurangi besarnya file gambar tersebut tanpa mengurangi kualitas gambar. Tujuannya tentu jelas, supaya web bisa lebih cepat. Asyik, yah?

Mungkin akan masih lama lagi semua browser akan mengadopsi format baru ini. Silakan kunjungi halaman ini untuk melihat perbandingan antara JPEG dan WebP.

pengguna firefox di indonesia itu besar

sebuah survey yang diadakan oleh komunitas hacker menunjukkan bahwa pengguna mozilla firefox mencapai 79%. sangat jauh jika dibandingkan dengan pengguna internet explorer, google chrome, dan opera.

A survey conducted by white hacker community which is based in Yogyakarta, Indonesia, Yogyafree XCode, in March 2010, showed that 79 percent of respondents in Indonesia use Mozilla Firefox as their default browser. The survey also revealed that only nine percent of the users use Internet Explorer.

dalam artikel tersebut tidak disebutkan kenapa banyak orang indonesia menggunakan mozilla firefox. apakah karena kemudahannya, didukung plugin/addon yang sangat banyak, atau karena standar? entahlah, tapi survey tersebut sangat membantu pengembang situs web.

#kultwit itu aneh

Tuesday, October 5, 2010

#kultwit itu semacam jenis kuliah yang diberikan pengguna twitter. serpihan-serpihan tersebut dibaca dan juga diminati. topiknya pun beragam.

saya tidak terlalu mempermasalahkan #kultwit yang pendek-pendek. karena memang twitter itu adalah sebuah microblogging. tetapi entah siapa yang memulai duluan, #kultwit mulai sangat panjang bahkan sampai ratusan. WTF!

pernah suatu ketika seseorang me-mention saya untuk membaca #kultwit seseorang tentang suatu topik yang ditulis pada tanggal tertentu. dia tidak memberi link-nya sehingga saya harus bolak-balik halaman mencari topik tersebut.

sebagai pengguna twitter seharusnya tahu kalau twit itu semuanya jadi sampah. saya hanya bisa melihat twit saya yang ke-3200. mencari lewat twitter search juga nggak semuanya muncul. saya jarang menggunakan google mencari twit. feeling saya, saya akan kecewa juga.

Beberapa Alternatif Produk-produk Open Source Oracle

Seperti ada ketakutan beberapa orang atau bahkan dunia open source saat Oracle berhasil mengakuisisi Sun. Sun sangat banyak memberikan kontribusi ke proyek-proyek open source misalnya Java, OpenSolaris, OpenOffice, dan MySQL. Bisa dikatakan ke-empat perangkat lunak itu yang paling terkenal digunakan oleh banyak pengembang perangkat lunak.

Ketakutan akan terhambatnya perkembangan produk-produk open source tersebut bukan tidak berasalan. Beberapa waktu yang lalu Orace menuntut Android karena penggunaan Java di sistem operasi tersebut. Akibatnya membuat pengerak open source tidak senang. Saya sendiri tidak suka.

Jadi beberapa orang mencari alternatif dari produk-produk tersebut. Misalkan saja OpenJDK yang sudah dikerjakan bahkan sejak Java masih dipegang Sun. LibreOffice sebagai pengganti OpenOffice, Drizzle sebagai pengganti MySQL, dan Illumos sebagai pengganti OpenSolaris.

Sangat Mudah Bergesekan di Dunia Maya

Semua orang punya musuh sebaiknya apapun dia. Bahkan Gandhi pun punya.

Dunia maya memberikan perspektif baru tentang pertemanan. Jejaring sosial sebagai contohnya. Facebook sebagai website jejaring pertemanan terbesar di dunia saat ini adalah tempat kita menemukan kembali teman-teman lama yang sudah lama kita tidak temui. Selain juga berguna untuk menjalin persabahatan baru dengan orang-orang yang belum kita kenal.

Sadar ataupun tidak, jejaring pertemanan itu terlalu dibesar-besarkan. Di tempat itupun kita dapat dengan mudah mencari musuh baru. Bahkan saya pun menemukan musuh-musuh baru di Facebook (ataupun di Twitter). Apa yang kita tulis sebagai status kita di tempat kita berbicara lebih kuat dari kehidupan nyata. Bisa jadi ada yang tidak suka, tersinggung, bahkan sampai marah entah karena memang kita sengaja ataupun tidak sengaja menuliskan sesuatu. Ah bangke, bahkan bisa-bisa berurusan dengan hukum.

Ubuntu 10.10

Sunday, October 3, 2010

Ubuntu 10.10 atau Maverick Meerkat, 7 hari lagi akan dirilis, tepat pada tanggal 10 Oktober 2010. Tidak terasa sudah hampir 4-5 tahun saya menggunakan Ubuntu sebagai sistem operasi utama saya.

Walaupun demikian, Ubuntu 10.10 RC sudah dapat diunduh bagi kalian yang sudah tidak sabar lagi ingin merasakan fitur-fitur baru yang disediakan oleh sistem operasi buatan Canonical ini. Saya sendiri sudah tidak sabar ingin menggunakan versi terbaru ini tetapi dengan koneksi internet yang sangat super lambat seperti ini saya hanya mengharapkan kiriman kepingan CD yang berminggu-minggu sampe ke rumah.

Perlu saya ingatkan kembali, Ubuntu adalah sebuah sistem operasi berlisensi open source dan bebas. Dan juga Canonical tidak memberikan harga untuk sistem operasi ini. Kebanyakan perangkat keras juga dikenal dengan mudah oleh sistem operasi ini. Sangat mudah digunakan dan indah dipandang mata (menurut saya).

Matematika Kristen

Sunday, September 19, 2010

Beberapa (mungkin hanya sedikit) yang aku temukan sebagai Matematika Kristen:

  1. 1 + 1 + 1 = 1
  2. 5 roti + 2 ikan sisa 12 bakul
  3. 1 hari = 1000 tahun, 1000 tahun = 1 hari

Ada yang lain?

Autopost itu Aneh

Saturday, September 11, 2010

#18 Situs-situs zaman sekarang biasanya menyediakan Application Programming Interface (API) untuk mengakses situs mereka. API ini sangat berguna bagi para pengembang luar mengolah data yang ada di situs tersebut. Dengan API inilah beberapa situs dapat dikembangkan lebih canggih dari situs asalnya. Contohnya saja Twitter. Katanya pengguna Twitter lebih banyak menggunakan perangkat lunak third party ketimbang dari twitter.com.

Beberapa situs mempunyai suatu fungsi yang sama. Misalkan saja Facebook, Twitter, dan Plurk. Situs ini punya satu kesamaan, menulis status. Mungkin karena ada yang berpikir ingin membuat sebuah layanan yang dapat memuaskan semua situs tersebut. Tersebutlah, ping.fm, yang dapat menyebarkan status yang sama ke masing-masing situs. Dan kita pun tersenyum melihat status-status yang duplikat di mana-mana. Cara ini biasa disebut mungkin dengan autopost.

Dari segi teknologi tidak ada yang aneh dengan autopost ini. Anehnya adalah komunitas yang menerima. Misalkan saja di Facebook, orang-orang tidak mengenal hashtags/tanda pagar atau parahnya muncul tulisan "RT" di news feed. Di Plurk, orang-orang tidak mengenal emoticon yang disediakan di situs tersebut. Di Twitter, diusahakan tidak menulis status lebih dari 140 karakter. Tapi itu hanya masalah penulisan. Komunitas dan gaya masing-masing tersebut yang perlu diperhatikan. Parahnya, kita harus memantau semua situs-situs tersebut.

PS: Autopost itu istilah yang gue bikin sendiri. Kalau ternyata salah, gue bakal edit lagi kok.

Repotnya Jadi Web Programmer

Friday, September 10, 2010

Garuda Wisnu Kencana Sebelumnya internet hanya bisa dinikmati lewat komputer. Awal-awal berkembangnya internet, warung internet (warnet) adalah tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para pengguna. Bisa seharian bahkan semalam suntuk nongkrong tanpa jenuh membolak-balik halaman-halaman yang tersedia di dunia maya tersebut.

Sekarang, komputer bukanlah satu-satunya media agar kita dapat menikmati layanan hebat dari internet. Alat-alat mobile seperti telepon genggam mengubah cara pandang kita tentang berkomunikasi via internet. Dari mulai menulis email, meng-update status di situs jejaring kesukaanmu, mengakses situs-situs sesuka kita dari sebuah alat kecil yang berukuran segenggam tangan.

Repotnya, web programmer mulai mendapatkan pekerjaan baru. Membuat sebuah situs yang sama tapi dalam format yang kecil. Jika salah desain dari awal, bisa jadi membuat sebuah project baru yang codebase-nya hampir bisa dibilang sama tetapi view-nya saja yang berbeda.

Untuk mengatasi hal ini sebernarnya sangat mudah. Kuncinya mengerti konsep Model-View-Controller. Triknya ada pada view; pisahkan tampilan (theme) pada browser biasa dengan mobile dalam sebuah struktur direktori yang rapi supaya mudah dipanggil Controller. Dengan cara begini lebih menghemat tenaga dan tidak perlu me-maintain 2 project yang sama.

Generasi Internet

Thursday, September 9, 2010

#41 Internet sekarang ini bisa dibilang menjadi kebutuhan hampir semua orang di zaman ini. Pengguna internet semakin hari semakin bertambah saja jumlahnya. Sangat berbeda jika dibandingkan (tidak perlu jauh-jauh) 10 tahun yang lalu. Saat itu saja aku baru memiliki akun email dan mulai berinteraksi di mailing list yang disediakan oleh Yahoo! Groups.

Perlahan-lahan, tahun demi tahun, mulai bermunculan layanan-layanan di internet yang menyediakan fasilitas yang lebih canggih lagi agar penduduk dunia untuk lebih mudah berinteraksi. Katakan saja, kemunculan Friendster. Orang-orang mulai berdatangan dan bergabung di tempat ini. Zaman narsisis pun dimulai. Friendster saat ini mulai mengenalkan hubungan lewat bio data pengguna dan (oh) buletin board. Interaksi yang minim ini mungkin menyebabkan orang-orang dengan cepat meninggalkan Friendster dan beralih ke Facebook.

Facebook, di lain hal, menyediakan banyak tempat untuk orang-orang berkomunikasi dengan mudah. Menulis status, berbagi tautan gambar dan video, menulis blog, bahkan chatting. Bahkan Facebook sendiri menyediakan platform agar pengembang-pengembang dari luar Facebook dapat memperkaya Facebook itu sendiri.

Bersamaan dengan lahirnya Facebook ada juga layanan Twitter. Twitter ini bisa dibilang sangat sederhana. Hanya menyediakan tempat untuk menulis status. Tapi level narsisisnya lebih tinggi dari layanan yang lain. Kita tidak tahu siapa yang akan baca status kita kecuali ada yang balas atau me-ReTweet status kita. (Beda dengan Facebook, kita bisa melihat siapa yang sedang online).

Begitulah, bisa dibilang generasi milenium ini atau generasi awal abad 21 adalah generasi-generasi internet. Kita mengenal internet sejak internet masih muda belia. Tetapi sekarang mulai bergeser. Orang-orang tua kita mulai mencoba dan bergabung di dalam. Mereka pun membuat akun Facebook mereka, mereka mulai nge-twit. Reaksi kita: beragamlah, ada yang kaget, ada yang jadi jaim, ada yang bikin fake account, dll. Bahkan sebuah website mendedikasikan isinya memuat kelucuan orang-orang tua kita. Tanpa sadar, suatu saat nanti kita menyerahkan tongkat estafet ini kepada anak-anak kita.

Qory Sandioriva

Tuesday, August 24, 2010



“I think when you down the women can make you up, and I think the women can be said that ‘I have advice for you’ if you way up, you have to be nice with people, include women, so when you down, women can be nice with you.”

Nadine Chandrawinata punya teman nih. Semoga karir Qory Sandioriva juga seperti Nadine!

"MAU MASUK SORGA GAK LO?! HAH! HAH!"

Saturday, August 7, 2010

#17 Beragama itu tidak bisa menjamin seseorang itu dapat tiket bebas masuk surga. Jalan masuk surga yang bisa diterima akal manusia itu adalah dengan berbuat baik. Berbuat baik itu banyak, menolong orang lain yang sedang kesusahan, bersabar setiap ketidakadilan dunia, dll. Intinya berbuat baik itu dituntut nilai yang plus dari manusia biasa.

Tentunya saja bagi beberapa orang berbuat baik sangatlah sulit. Kembali ke masalah surga, jika tidak berbuat baik tentu jalan ke surgapun telah tertutup. Nah, karena sudah kehilangan akal jika suatu saat ingin melalukan pembelaan di hadapan tuhan, akhirnya melakukan sesuatu hal yang gila yaitu melarang orang berbuat dosa. Melarang orang lain berbuat dosa! Bisa dibayangkan, nggak?

Karena logikanya sudah terbalik, kekerasan pun dibenarkan karena merasa sedang melakukan pekerjaan tuhan. Nantinya di hadapan tuhan mereka bisa melakukan pembelaan karena telah berhasil melarang orang berdosa, menutup tempat maksiat, memukuli orang yang telah menghina agama atau menghina tuhan, akhirnya mereka pun dapat memaksa tuhan memasukkan mereka ke dalam surga.

Selamat Tinggal, Google Wave!

Friday, August 6, 2010

Sebenarnya aku suka menggunakan layanan Google Wave dari Google. Dengan menggunakan layanan ini kita dapat lebih mudah untuk berbagi informasi bahkan gambar, video, dan berbagai layanan pihak ketiga juga dimungkinkan. Tetapi akhirnya Google memutuskan untuk menutup layanan yang satu ini. Atau alasan orang-orang tidak menggunakan karena secara entah alasan apa real-time ini seperti melihat berbagai typo yang dilakukan orang saat mengetik.

Sinta dan Jojo - Keong Racun

Saturday, July 31, 2010

2 Minggu Tanpa Internet

Tuesday, July 13, 2010

Karena alesan tertentu, selama 2 minggu ini aku tidak eksis di dunia maya. Caranya gampang, jangan beli voucher internet! Sama seperti orang yang sudah kecanduan, rasanya tidak keruan.

Selama 2 minggu ini, aku sedang mengerjakan proyek kecil-kecilan di klamud.com sebuah website yang simpel sekedar menampilkan gambar-gambar yang nantinya akan diunggah oleh pengguna. Sekalian juga sih belajar menggunakan PHP dengan framework CodeIgniter.

Akhirnya sekarang bisa online lagi. Ada ratusan surel yang perlu dibaca. Perlu? Sepertinya nggak deh. Bacanya sekip-sekip. Belum lagi banyaknya tulisan yang terbengkalai di Google Reader. Dan tidak lupa langsung ngabsen di Twitter. Tetep, dong!

Kasus Video Porno

Friday, June 18, 2010

Saya menulis entri ini hanya sebagai pengingat jika suatu saat saya membaca entri ini kembali telah terjadi kehebohan di negara tercintaini. Bagaimana tidak, hanya gara-gara urusan selangkangan bisa membuatgonjang negara ini. Bahkan terakhir Presiden ikut memberikan komentartentang hal ini. Tapi sebenarnya bukan karena maunya Presiden tetapi pada saat acara dialog SBY dengan wartawan, ada wartawan yang menanyakansoal video mesum tersebut.

Kasus ini lama-lama memang bikin eneg. Yang bikin eneg lagi beberapa orang ingin segera menghukum artis-artis yang terlibat dalam video tersebut atas dosa yang mereka lakukan. Padahal di hadapan hukum pun mereka belum dibuktikan bersalah tetapi sepertinya beberapa orang memaksa ingin menegakkan moral dengan cara memenjarakan orang yang dituduh ini karena telah melakukan dosa.

Sekali yang bikin eneg, siapapun pelaku di video mesum tersebut hanya melakukan dosa, tidak melakukan kejahatan. Dosa itu yang berhak menghukum adalah Tuhan. Jika manusia ingin melangkahi Tuhan menghukum manusia itu sudah kelewatan. Dan baiknya Tuhan sangat bermurah hati selalu memberikan manusia untuk berkali-kali bertobat. Jika manusia tidak mampu memaafkan orang lain karena kesalahannya, jangan mencoba menjadi Tuhan untuk menghukum orang lain.

Tuhan itu bukan tukang pukul pribadimu

Thursday, June 10, 2010

Gunung Ciremai Berapa kali kita mendengar orang mengatakan: "Biarlah Tuhan yang membalas!" Sebenarnya ini meminta Tuhan untuk segera menghukum orang yang telah menyakiti kita. Kita seolah-olah menempatkan posisi kita sebagai orang tak berdosa dan teraniaya. Dan dengan enaknya kita meminta Tuhan untuk menjadi tukang pukul pribadi membalas kejahatan itu kepada orang yang kita benci.

Berdoa buat orang yang menaniaya kita mungkin menjadi hal yang tersulit dijalankan orang Kristen. Menjadi anak-Nya memang sangat menyenangkan. Dengan mudah kita meminta berkat jasmani dan rohani, kesehatan, kekayaan, jauh dari segala pencobaan, karena kita ini memang anak-anak-Nya Bapa di sorga. Tetapi untuk yang satu itu kadang kita menggeruti dan hati kadang menolak untuk mendoakan mereka yang menjadi musuh kita.

Tuhan mungkin mengajarkan kita untuk tidak ada rasa benci dan amarah buat siapapun, tak terkecuali bagi mereka yang kita benci. Pembalasan itu hanya ada di tangan Tuhan. Setiap kejahatan hanya Tuhan yang berhak membalasanya. Sejak awal Tuhan tidak mau menjadi tukang pukul pribadi siapapun untuk membalas setiap kejahatan orang lain. Tuhan malah meminta kita untuk mengampuni mereka sama seperti juga Tuhan telah mengampuni dosa dan kesalahan yang kita lakukan.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44)

Jika hatimu jahat, kau pasti meminta yang jahat juga kepada Tuhanmu.

Install Sun Java di Ubuntu

Sunday, June 6, 2010

Sewaktu saya meng-upgrade Ubuntu Karmic Koala ke versi Lucid Lynx, ternyata dipaksa menggunakan OpenJDK. Bukannya saya tidak suka menggunakan Java versi OpenJDK ini tetapi saya lihat paket Swing-nya masih tidak sebagus Java versi Sun. Ini membuat IDE seperti Netbeans terpaksa mematikan beberapa plugin-nya karena tidak kompatibel dan bahkan IntelliJ IDEA nge-blank.

Dan sayangnya paket sun-java6-jdk sudah tidak dapat lagi ditemukan repositori multiverse. Gunakan langkah-langkah berikut untuk menggunakan kembali Java versi Sun. Eh, kenapa belum pake nama Oracle yah?

$ sudo add-apt-repository "deb http://archive.canonical.com/ lucid partner"
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install sun-java6-jdk


Untuk meyakinkan sistem operasi kita telah mengubah versi Java, lakukan perintah berikut:

$ sudo update-java-alternatives -s java-6-sun

Cara manual meng-install Java silakan meluncur di sini.

Twitter Client buat Ubuntu

Wednesday, May 19, 2010

Update:
Saat ini saya menggunakan Hotot sebagai Twitter client saya.

Beberapa Twitter client yang saya gunakan di mesin Ubuntu saya:
  1. Echofon
    Echofon yang saya gunakan di sini adalah versi add-on untuk browser Mozilla Firefox. Add-on inilah yang paling lama saya gunakan untuk berinteraksi di Twitter.
  2. Gwibber
    Gwibber adalah sebuah aplikasi bawaan Ubuntu 10.04 atau Lucid Lynx. Sebenarnya saya sangat menyukai menggunakan aplikasi ini tapi karena koneksi internet yang tidak memadai status dari Twitter sering macet.
  3. Qwit
    Alasan menggunakan Qwit karena saya mulai tidak menyukai menggunakan Echofon sebagai add-on tapi saya ingin sebuah aplikasi tanpa tergantung browser. Alasan lainnya Qwit karena aplikasi ini berjalan dengan baik biarpun koneksinya lelet.
Dari ketiga aplikasi yang saya gunakan tersebut yang paling saya sukai adalah Qwit.

Beragama atau Bertuhan?

Sunday, May 16, 2010

Dimana seharusnya kita meletakkan ajaran agama? Sudah cukup taulah kita jawaban sebenarnya dari pertanyaan tersebut. Agama harus diletakkan jauh-jauh di dalam hati nurani. Semakin jauh di dalam hati semakin mudah untuk didengar mata batin kita. Ehm... please don't quote this. It's just me saying bullshit.

Jika memang agama dijadikan panduan dan rambu-rambu kehidupan, itu hanya berlaku secara pribadi bukan rombongan. Jadi mereka yang belajar agama itu harusnya memperbaiki diri semakin suci dan tak bercela di hadapan Tuhan bukan pula berusaha untuk memperbaiki orang lain. Apalagi sambil membawa pentungan dan parang menyuruh orang lain bertobat. Tuhan pun saya rasa geleng-geleng kepala melihat perilaku manusia munafik seperti ini.

Sudah hampir tahunan yang lalu saya diajar untuk tidak beragama tapi diajarkan untuk bertuhan. Karena levelnya sangat jauh berbeda. Beragama hanya membawa kita sampai tahapan mengenal agama sebagai aturan dan panduan yang ditetapkan Tuhan. Kalau bertuhan itu beda, yang kita kejar itu mengenal hati Tuhan dan keinginanNya. Karena Tuhan itu adalah pribadi yang menyenangkan kalau kita mau membuka hati kita mengenal diriNya.

Kenapa Banyak Browser

Friday, May 14, 2010

Saya termasuk orang yang suka menggunakan banyak browser. Seperti yang saya sebutkan di post sebelumnya, saya juga menggunakan Arora sebagai browser alternatif. Dan Mozilla Firefox sebagai browser utama dan pribadi. Google Chrome digunakan oleh adik saya dan Flock digunakan oleh pacar saya. Saya bisa saja menggunakan fitur profile untuk masing-masing user tapi nantinya tidak bisa dijalankan secara bersamaan.

Alasan saya butuh browser alternatif sederhana saja, saya butuh sebuah browser yang tidak menampilkan gambar-gambar dan mematikan beberapa plugin seperti Flash dan Java. Fungsinya saat saya ingin membaca berita-berita online yang memang rata-rata Flash digunakan sebagai iklan. Cara kejam ini lebih ampuh daripada sekedar harus meng-install add-on.

Eh, kenapa saya tidak menggunakan Opera yah? Iya, kenapa yah!

Beberapa Keanehaan Saat Menggunakan Lucid Lynx

Wednesday, May 12, 2010

Beberapa keanehan atau mungkin lebih enak dibilang bugs saat menggunakan Lucid Lynx.
  1. Arora
    Saya lumayan sering menggunakan Arora. Sebuah perambah web yang dibuat di atas Webkit. Saat saya menggunakan perambah ini dengan menggunakan Ubuntu versi Karmic Koala, tidak mengalami crash sekalipun. Tetapi baru saja menggunakan di Lucid Lynx hanya dalam hitungan menit sudah crash 2 kali.

  2. Echofon
    Echofon adalah sebuah add-on di Firefox. Perangkat lunak kecil adalah sebuah Twitter client yang berfungsi untuk membaca status dari layanan Twitter. Entah ini bug-nya Firefox 3.6 atau karena Lucid Lynx tapi setiap kali jendela Echofon dibuka sepertinya seluruh desktop dikuasai oleh perangkat lunak ini. Dan kejamnya pernah bikin hang sebentar. Bug Echofon ini tidak saya temui saat saya menggunakan Windows dengan versi Firefox yang sama.
Jika ada keanehan-keanehan yang lain yang dapat saya jumpai akan ditulis di post yang berbeda. Mungkin.

Upgrade Ubuntu ke Lucid Lynx

Akhirnya berhasil juga meng-upgrade sistem operasi Ubuntu dari Karmic Koala ke Lucid Lynx. Tadinya aku tidak begitu yakin hanya perlu 3 hari saja untuk meng-upgrade. Soalnya sejak pindah ke Medan ternyata koneksi internet tidak semewah seperti sewaktu tinggal di Jakarta. Minimal kalau memang tidak mau repot tinggal menggunakan koneksi internet kantor dan tinggalkan notebook semalaman untuk mengunduh paket-paket terbaru.

Ubuntu Lucid Lynx

Ubuntu adalah sistem operasi berbasis GNU/Linux yang berlisensi bebas. Ubuntu secara berkala dikeluarkan setiap 6 bulan sekali yaitu bulan April dan Oktober. Dan setiap rilis terbaru Ubuntu semakin mudah digunakan baik untuk kebutuhan pribadi dan kantor. Karena sekarang pekerjaanku selalu berhubungan dengan pencetakan, hanya printer Canon iP1980 saja yang sampai sekarang belum aku temukan solusinya.

Untitled #33

Wednesday, April 14, 2010


#33, originally uploaded by Ronsen.

Untitled #31

Sunday, March 28, 2010


#31, originally uploaded by Ronsen.

Untitled #30


#30, originally uploaded by Ronsen.

Untitled #29


#29, originally uploaded by Ronsen.

Untitled #28


#28, originally uploaded by Ronsen.

Gunung Ciremai

Thursday, March 11, 2010


Gunung Ciremai, originally uploaded by Ronsen.

Untitled #8


#8, originally uploaded by Ronsen.

Google Buzz

Thursday, February 11, 2010

Have you tried Google Buzz today? Apparently, Google is kind enough to let me play with this new feature after 2 days they announced it. Or at least I don't have to wait for months to try this, not like when I was waiting for the invitation to try out Google Wave. First glance, Google Buzz is more like a lite version of Google Wave.

What's next? Inviting my friends? Nah, searching for people? Sadly, I can't do it with Google Buzz/Gmail. So, I think I'm stick to Facebook then.

Filter Status pada Beberapa Orang Saja di Facebook

Tuesday, February 9, 2010

Facebook memang sebuah platform yang keren selain fungsinya sebagai jejaring pertemanan dapat juga bermain game. Beberapa game yang aku suka misalnya saja Mafia Wars, Restaurant City, FarmVille, dll. Dengan bermain game ini kita tetap dapat meng-update status untuk memberitahu teman-teman kita kalau sedang membutuhkan bantuan ataupun sekedar memberitahu sudah sampai di level berapa sekarang. Tentunya ini menjadi masalah buat mereka yang merasa tidak menginginkan status-status dari game ini di news feed mereka.

Sampai sekarang belum ada fitur dari Facebook untuk menampilkan status-status ini pada teman-teman yang bermain game atau setidaknya teman yang hanya aku filter untuk mendapatkan status ini. Dengan begini aku dapat men-update status tanpa merasa bersalah dan tidak mengganggu teman yang lain yang tidak membutuhkan.

Memulai Google App Engine

Wednesday, January 13, 2010

Dengan menggunakan layanan Google App Engine kita bisa membuat aplikasi web dengan gratis. Saat ini Google App Engine bisa menggunakan Python dan Java. Karena saya programmer Java, saya hanya bisa cerita bagaimana seluk beluk menggunakan Google App Engine dengan Java.

Google Plugin untuk Eclipse

Lebih baik menggunakan IDE seperti Eclipse untuk mulai belajar membuat project untuk GAE. Cara menngunduh dan menggunakan Google plugin untuk Eclipse ada di dokumen project App Engine.

Setelah menginstal plugin tersebut kita dapat:
  • membuat project dengan menggunakan wizard.
  • men-customize project dengan menggunakan dialog.
  • men-deploy project dengan mudah.
Biarpun menggunakan Eclipse memudahkan semuanya, terkadang masih ada saja kendala yang dilakukan secara kejam lewat terminal.

Web Framework untuk Google App Engine

Untuk persistence framework Google menyarankan untuk menggunakan Java Data Objects (JDO), walaupun demikian Anda bisa menggunakan JPA.

Pilihan berikutnya adalah web framework yang cocok digunakan pada Google App Engine. Awal-awalnya saya membuat sendiri web framework yang dibangun di atas servlet. Tetapi akhirnya saya menyerah karena minimnya kemampuan framework yang saya buat dan memutuskan untuk mencoba Spring MVC 3.0.

Untuk melihat-lihat hasil percobaan saya menggunakan layanan ini silakan meluncur ke: amporik.appspot.com. Amporik ini sebuah Twitter client (lagi) untuk sekedar belajar.

Update:
Saat ini saya menjatuhkan pilihan ke Play sebagai web framework untuk Google App Engine.