Ronsen's Blog

Twitter Client buat Ubuntu

Wednesday, May 19, 2010

Update:
Saat ini saya menggunakan Hotot sebagai Twitter client saya.

Beberapa Twitter client yang saya gunakan di mesin Ubuntu saya:
  1. Echofon
    Echofon yang saya gunakan di sini adalah versi add-on untuk browser Mozilla Firefox. Add-on inilah yang paling lama saya gunakan untuk berinteraksi di Twitter.
  2. Gwibber
    Gwibber adalah sebuah aplikasi bawaan Ubuntu 10.04 atau Lucid Lynx. Sebenarnya saya sangat menyukai menggunakan aplikasi ini tapi karena koneksi internet yang tidak memadai status dari Twitter sering macet.
  3. Qwit
    Alasan menggunakan Qwit karena saya mulai tidak menyukai menggunakan Echofon sebagai add-on tapi saya ingin sebuah aplikasi tanpa tergantung browser. Alasan lainnya Qwit karena aplikasi ini berjalan dengan baik biarpun koneksinya lelet.
Dari ketiga aplikasi yang saya gunakan tersebut yang paling saya sukai adalah Qwit.

Beragama atau Bertuhan?

Sunday, May 16, 2010

Dimana seharusnya kita meletakkan ajaran agama? Sudah cukup taulah kita jawaban sebenarnya dari pertanyaan tersebut. Agama harus diletakkan jauh-jauh di dalam hati nurani. Semakin jauh di dalam hati semakin mudah untuk didengar mata batin kita. Ehm... please don't quote this. It's just me saying bullshit.

Jika memang agama dijadikan panduan dan rambu-rambu kehidupan, itu hanya berlaku secara pribadi bukan rombongan. Jadi mereka yang belajar agama itu harusnya memperbaiki diri semakin suci dan tak bercela di hadapan Tuhan bukan pula berusaha untuk memperbaiki orang lain. Apalagi sambil membawa pentungan dan parang menyuruh orang lain bertobat. Tuhan pun saya rasa geleng-geleng kepala melihat perilaku manusia munafik seperti ini.

Sudah hampir tahunan yang lalu saya diajar untuk tidak beragama tapi diajarkan untuk bertuhan. Karena levelnya sangat jauh berbeda. Beragama hanya membawa kita sampai tahapan mengenal agama sebagai aturan dan panduan yang ditetapkan Tuhan. Kalau bertuhan itu beda, yang kita kejar itu mengenal hati Tuhan dan keinginanNya. Karena Tuhan itu adalah pribadi yang menyenangkan kalau kita mau membuka hati kita mengenal diriNya.

Kenapa Banyak Browser

Friday, May 14, 2010

Saya termasuk orang yang suka menggunakan banyak browser. Seperti yang saya sebutkan di post sebelumnya, saya juga menggunakan Arora sebagai browser alternatif. Dan Mozilla Firefox sebagai browser utama dan pribadi. Google Chrome digunakan oleh adik saya dan Flock digunakan oleh pacar saya. Saya bisa saja menggunakan fitur profile untuk masing-masing user tapi nantinya tidak bisa dijalankan secara bersamaan.

Alasan saya butuh browser alternatif sederhana saja, saya butuh sebuah browser yang tidak menampilkan gambar-gambar dan mematikan beberapa plugin seperti Flash dan Java. Fungsinya saat saya ingin membaca berita-berita online yang memang rata-rata Flash digunakan sebagai iklan. Cara kejam ini lebih ampuh daripada sekedar harus meng-install add-on.

Eh, kenapa saya tidak menggunakan Opera yah? Iya, kenapa yah!

Beberapa Keanehaan Saat Menggunakan Lucid Lynx

Wednesday, May 12, 2010

Beberapa keanehan atau mungkin lebih enak dibilang bugs saat menggunakan Lucid Lynx.
  1. Arora
    Saya lumayan sering menggunakan Arora. Sebuah perambah web yang dibuat di atas Webkit. Saat saya menggunakan perambah ini dengan menggunakan Ubuntu versi Karmic Koala, tidak mengalami crash sekalipun. Tetapi baru saja menggunakan di Lucid Lynx hanya dalam hitungan menit sudah crash 2 kali.

  2. Echofon
    Echofon adalah sebuah add-on di Firefox. Perangkat lunak kecil adalah sebuah Twitter client yang berfungsi untuk membaca status dari layanan Twitter. Entah ini bug-nya Firefox 3.6 atau karena Lucid Lynx tapi setiap kali jendela Echofon dibuka sepertinya seluruh desktop dikuasai oleh perangkat lunak ini. Dan kejamnya pernah bikin hang sebentar. Bug Echofon ini tidak saya temui saat saya menggunakan Windows dengan versi Firefox yang sama.
Jika ada keanehan-keanehan yang lain yang dapat saya jumpai akan ditulis di post yang berbeda. Mungkin.

Upgrade Ubuntu ke Lucid Lynx

Akhirnya berhasil juga meng-upgrade sistem operasi Ubuntu dari Karmic Koala ke Lucid Lynx. Tadinya aku tidak begitu yakin hanya perlu 3 hari saja untuk meng-upgrade. Soalnya sejak pindah ke Medan ternyata koneksi internet tidak semewah seperti sewaktu tinggal di Jakarta. Minimal kalau memang tidak mau repot tinggal menggunakan koneksi internet kantor dan tinggalkan notebook semalaman untuk mengunduh paket-paket terbaru.

Ubuntu Lucid Lynx

Ubuntu adalah sistem operasi berbasis GNU/Linux yang berlisensi bebas. Ubuntu secara berkala dikeluarkan setiap 6 bulan sekali yaitu bulan April dan Oktober. Dan setiap rilis terbaru Ubuntu semakin mudah digunakan baik untuk kebutuhan pribadi dan kantor. Karena sekarang pekerjaanku selalu berhubungan dengan pencetakan, hanya printer Canon iP1980 saja yang sampai sekarang belum aku temukan solusinya.