Ronsen's Blog

Kasus Video Porno

Friday, June 18, 2010

Saya menulis entri ini hanya sebagai pengingat jika suatu saat saya membaca entri ini kembali telah terjadi kehebohan di negara tercintaini. Bagaimana tidak, hanya gara-gara urusan selangkangan bisa membuatgonjang negara ini. Bahkan terakhir Presiden ikut memberikan komentartentang hal ini. Tapi sebenarnya bukan karena maunya Presiden tetapi pada saat acara dialog SBY dengan wartawan, ada wartawan yang menanyakansoal video mesum tersebut.

Kasus ini lama-lama memang bikin eneg. Yang bikin eneg lagi beberapa orang ingin segera menghukum artis-artis yang terlibat dalam video tersebut atas dosa yang mereka lakukan. Padahal di hadapan hukum pun mereka belum dibuktikan bersalah tetapi sepertinya beberapa orang memaksa ingin menegakkan moral dengan cara memenjarakan orang yang dituduh ini karena telah melakukan dosa.

Sekali yang bikin eneg, siapapun pelaku di video mesum tersebut hanya melakukan dosa, tidak melakukan kejahatan. Dosa itu yang berhak menghukum adalah Tuhan. Jika manusia ingin melangkahi Tuhan menghukum manusia itu sudah kelewatan. Dan baiknya Tuhan sangat bermurah hati selalu memberikan manusia untuk berkali-kali bertobat. Jika manusia tidak mampu memaafkan orang lain karena kesalahannya, jangan mencoba menjadi Tuhan untuk menghukum orang lain.

Tuhan itu bukan tukang pukul pribadimu

Thursday, June 10, 2010

Gunung Ciremai Berapa kali kita mendengar orang mengatakan: "Biarlah Tuhan yang membalas!" Sebenarnya ini meminta Tuhan untuk segera menghukum orang yang telah menyakiti kita. Kita seolah-olah menempatkan posisi kita sebagai orang tak berdosa dan teraniaya. Dan dengan enaknya kita meminta Tuhan untuk menjadi tukang pukul pribadi membalas kejahatan itu kepada orang yang kita benci.

Berdoa buat orang yang menaniaya kita mungkin menjadi hal yang tersulit dijalankan orang Kristen. Menjadi anak-Nya memang sangat menyenangkan. Dengan mudah kita meminta berkat jasmani dan rohani, kesehatan, kekayaan, jauh dari segala pencobaan, karena kita ini memang anak-anak-Nya Bapa di sorga. Tetapi untuk yang satu itu kadang kita menggeruti dan hati kadang menolak untuk mendoakan mereka yang menjadi musuh kita.

Tuhan mungkin mengajarkan kita untuk tidak ada rasa benci dan amarah buat siapapun, tak terkecuali bagi mereka yang kita benci. Pembalasan itu hanya ada di tangan Tuhan. Setiap kejahatan hanya Tuhan yang berhak membalasanya. Sejak awal Tuhan tidak mau menjadi tukang pukul pribadi siapapun untuk membalas setiap kejahatan orang lain. Tuhan malah meminta kita untuk mengampuni mereka sama seperti juga Tuhan telah mengampuni dosa dan kesalahan yang kita lakukan.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44)

Jika hatimu jahat, kau pasti meminta yang jahat juga kepada Tuhanmu.

Install Sun Java di Ubuntu

Sunday, June 6, 2010

Sewaktu saya meng-upgrade Ubuntu Karmic Koala ke versi Lucid Lynx, ternyata dipaksa menggunakan OpenJDK. Bukannya saya tidak suka menggunakan Java versi OpenJDK ini tetapi saya lihat paket Swing-nya masih tidak sebagus Java versi Sun. Ini membuat IDE seperti Netbeans terpaksa mematikan beberapa plugin-nya karena tidak kompatibel dan bahkan IntelliJ IDEA nge-blank.

Dan sayangnya paket sun-java6-jdk sudah tidak dapat lagi ditemukan repositori multiverse. Gunakan langkah-langkah berikut untuk menggunakan kembali Java versi Sun. Eh, kenapa belum pake nama Oracle yah?

$ sudo add-apt-repository "deb http://archive.canonical.com/ lucid partner"
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install sun-java6-jdk


Untuk meyakinkan sistem operasi kita telah mengubah versi Java, lakukan perintah berikut:

$ sudo update-java-alternatives -s java-6-sun

Cara manual meng-install Java silakan meluncur di sini.