Ronsen's Blog

Matematika Kristen

Sunday, September 19, 2010

Beberapa (mungkin hanya sedikit) yang aku temukan sebagai Matematika Kristen:

  1. 1 + 1 + 1 = 1
  2. 5 roti + 2 ikan sisa 12 bakul
  3. 1 hari = 1000 tahun, 1000 tahun = 1 hari

Ada yang lain?

Autopost itu Aneh

Saturday, September 11, 2010

#18 Situs-situs zaman sekarang biasanya menyediakan Application Programming Interface (API) untuk mengakses situs mereka. API ini sangat berguna bagi para pengembang luar mengolah data yang ada di situs tersebut. Dengan API inilah beberapa situs dapat dikembangkan lebih canggih dari situs asalnya. Contohnya saja Twitter. Katanya pengguna Twitter lebih banyak menggunakan perangkat lunak third party ketimbang dari twitter.com.

Beberapa situs mempunyai suatu fungsi yang sama. Misalkan saja Facebook, Twitter, dan Plurk. Situs ini punya satu kesamaan, menulis status. Mungkin karena ada yang berpikir ingin membuat sebuah layanan yang dapat memuaskan semua situs tersebut. Tersebutlah, ping.fm, yang dapat menyebarkan status yang sama ke masing-masing situs. Dan kita pun tersenyum melihat status-status yang duplikat di mana-mana. Cara ini biasa disebut mungkin dengan autopost.

Dari segi teknologi tidak ada yang aneh dengan autopost ini. Anehnya adalah komunitas yang menerima. Misalkan saja di Facebook, orang-orang tidak mengenal hashtags/tanda pagar atau parahnya muncul tulisan "RT" di news feed. Di Plurk, orang-orang tidak mengenal emoticon yang disediakan di situs tersebut. Di Twitter, diusahakan tidak menulis status lebih dari 140 karakter. Tapi itu hanya masalah penulisan. Komunitas dan gaya masing-masing tersebut yang perlu diperhatikan. Parahnya, kita harus memantau semua situs-situs tersebut.

PS: Autopost itu istilah yang gue bikin sendiri. Kalau ternyata salah, gue bakal edit lagi kok.

Repotnya Jadi Web Programmer

Friday, September 10, 2010

Garuda Wisnu Kencana Sebelumnya internet hanya bisa dinikmati lewat komputer. Awal-awal berkembangnya internet, warung internet (warnet) adalah tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para pengguna. Bisa seharian bahkan semalam suntuk nongkrong tanpa jenuh membolak-balik halaman-halaman yang tersedia di dunia maya tersebut.

Sekarang, komputer bukanlah satu-satunya media agar kita dapat menikmati layanan hebat dari internet. Alat-alat mobile seperti telepon genggam mengubah cara pandang kita tentang berkomunikasi via internet. Dari mulai menulis email, meng-update status di situs jejaring kesukaanmu, mengakses situs-situs sesuka kita dari sebuah alat kecil yang berukuran segenggam tangan.

Repotnya, web programmer mulai mendapatkan pekerjaan baru. Membuat sebuah situs yang sama tapi dalam format yang kecil. Jika salah desain dari awal, bisa jadi membuat sebuah project baru yang codebase-nya hampir bisa dibilang sama tetapi view-nya saja yang berbeda.

Untuk mengatasi hal ini sebernarnya sangat mudah. Kuncinya mengerti konsep Model-View-Controller. Triknya ada pada view; pisahkan tampilan (theme) pada browser biasa dengan mobile dalam sebuah struktur direktori yang rapi supaya mudah dipanggil Controller. Dengan cara begini lebih menghemat tenaga dan tidak perlu me-maintain 2 project yang sama.

Generasi Internet

Thursday, September 9, 2010

#41 Internet sekarang ini bisa dibilang menjadi kebutuhan hampir semua orang di zaman ini. Pengguna internet semakin hari semakin bertambah saja jumlahnya. Sangat berbeda jika dibandingkan (tidak perlu jauh-jauh) 10 tahun yang lalu. Saat itu saja aku baru memiliki akun email dan mulai berinteraksi di mailing list yang disediakan oleh Yahoo! Groups.

Perlahan-lahan, tahun demi tahun, mulai bermunculan layanan-layanan di internet yang menyediakan fasilitas yang lebih canggih lagi agar penduduk dunia untuk lebih mudah berinteraksi. Katakan saja, kemunculan Friendster. Orang-orang mulai berdatangan dan bergabung di tempat ini. Zaman narsisis pun dimulai. Friendster saat ini mulai mengenalkan hubungan lewat bio data pengguna dan (oh) buletin board. Interaksi yang minim ini mungkin menyebabkan orang-orang dengan cepat meninggalkan Friendster dan beralih ke Facebook.

Facebook, di lain hal, menyediakan banyak tempat untuk orang-orang berkomunikasi dengan mudah. Menulis status, berbagi tautan gambar dan video, menulis blog, bahkan chatting. Bahkan Facebook sendiri menyediakan platform agar pengembang-pengembang dari luar Facebook dapat memperkaya Facebook itu sendiri.

Bersamaan dengan lahirnya Facebook ada juga layanan Twitter. Twitter ini bisa dibilang sangat sederhana. Hanya menyediakan tempat untuk menulis status. Tapi level narsisisnya lebih tinggi dari layanan yang lain. Kita tidak tahu siapa yang akan baca status kita kecuali ada yang balas atau me-ReTweet status kita. (Beda dengan Facebook, kita bisa melihat siapa yang sedang online).

Begitulah, bisa dibilang generasi milenium ini atau generasi awal abad 21 adalah generasi-generasi internet. Kita mengenal internet sejak internet masih muda belia. Tetapi sekarang mulai bergeser. Orang-orang tua kita mulai mencoba dan bergabung di dalam. Mereka pun membuat akun Facebook mereka, mereka mulai nge-twit. Reaksi kita: beragamlah, ada yang kaget, ada yang jadi jaim, ada yang bikin fake account, dll. Bahkan sebuah website mendedikasikan isinya memuat kelucuan orang-orang tua kita. Tanpa sadar, suatu saat nanti kita menyerahkan tongkat estafet ini kepada anak-anak kita.