Ronsen's Blog

Teroris Kristen

Thursday, July 28, 2011

Jumat 22 Juli 2011 dunia dikejutkan dengan diledakkannya bom di dua tempat di Oslo dan Ut√łya, Norwegia yang mengakibatkan total kematian sebanyak 76 orang dan puluhan orang mengalami luka-luka. Pelaku pengeboman itu adalah Anders Behring Breivik yang ternyata seorang Kristen fundamentalis dan belakangan media hanya menyebut dia sebagai orang gila saja.

Aku sebagai orang Kristen tentu saja terkejut mendengar hal ini. Bagaimana mungkin seorang mengaku sebagai orang Kristen melakukan tindakan sebrutal ini? Ayat apa yang mendukung dia sampai harus membunuh orang untuk membuktikan ke-iman-nya? Setahuku tidak ada satu ayatpun menyuruh orang Kristen supaya membunuh orang yang berbeda agama di Alkitab. Atau mungkinkah saja aku ketinggalan sebuah ayat yang tidak sengaja terlewatkan?

Siapakah sebenarnya musuh-musuh orang Kristen? Mereka yang mengaku sebagai orang Kristen baik itu diturunkan oleh orang tua atau mereka yang sudah lahir baru tentu familiar dengan ayat yang tertulis di Lukas 6:27-28:

"Tetapi kepada kamu yang mendengarkan Aku, Aku berkata: “Kasihlah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu."

Ayat di atas sudah sangat jelas menyebutkan untuk mengasihi musuh malah disuruh mendoakan mereka yang membencimu. Jika ingin membaca lengkap mengenai perikop mengasihi musuh silakan baca di sini.

Pelajaran yang bisa diambil dari sini adalah siapa saja — beragama maupun tidak — bisa melakukan hal-hal di luar akal manusia. Tetapi memang sepanjang sejarah manusia, pembunuhan dan teror lebih banyak dilakukan atas nama agama. Dikarenakan masing-masing penganut menganggap agamanyalah yang paling benar.

Apakah kita akan melihat banyaknya aksi-aksi teror seperti ini lagi di masa akan datang? Sepertinya sih iya!

Tipe Perusahaan yang Harus Dihindari

Saturday, July 23, 2011

Selama bekerja di perusahaan, aku menemukan beberapa tipe-tipe perusahaan yang benar-benar aneh. Tipe-tipe yang di bawah ini sebaiknya diperhatikan sebelum bekerja di sebuah perusahaan. Carilah tempat yang lebih santai dan lingkungan yang benar-benar nyaman untuk meniti karirmu.

Berikut 5 yang bisa aku sebutkan:
  1. Lembur adalah segalanya.
    Beberapa perusahaan menilai pegawainya dari berapa seringnya dia lembur di kantor. Dan kejamnya perusahaan-perusahaan itu tidak memberikan uang lembur. Jangankan uang lembur, makan malam saja tidak disediakan. Beliin pisang goreng kek, apa kek. Belum cukup tambahan waktu setelah jam kerja, hari Sabtu dan Minggu pun kadang dipaksa masuk. Berani tidak masuk? Siap-siap ditatap dengan kejam oleh atasan. Ngeri...
  2. Menghapal visi dan misi perusahaan.
    Dibacakan dengan tangan dikepal di atas dan diucapkan dengan lantang sampai menggetarkan sanubari orang-orang yang mendengarkan. Ini seperti menyampaikan pesan kepada pegawai bahwa hidup mati kalian ada di tangan mereka.
  3. Menyanyikan jingle/lagu perusahaan.
    Mungkin sudah jarang perusahaan punya lagu/jingle di abad 21 ini. Tetap masih sering aku lihat di partai-partai politik. Yang harus diketahui, lagu-lagu tersebut jauh dari enak didengar apalagi dinyanyikan. Dan harus dinyanyikan dengan penuh hayat, bila perlu sampai menitikkan air mata ketika atasan melihatmu; dijamin cepat naik pangkat eh gaji naik sedikit juga bolehlah.
  4. Pegawai itu by default adalah pencuri.
    Biasanya perusahaan bertindak sebelum pegawai tersebut mulai masuk kerja. Entah ijazahnya ditahan dan hanya bisa diambil setelah masa kontrak selesai. Disuruh menandatangani perjanjian kerja; isinya macam-macam seperti tidak boleh bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang yang sama setelah keluar dari tempat kerja sekarang. Perusahaan seperti ini jarang memperhatikan kesejahteraan pegawai.
  5. Sikut kiri, sikut kanan.
    Nah, yang ini bagian pegawai yang saling senggol kanan kiri, injak atas bawah supaya cepat naik pangkat. Aku punya teman yang pernah diteror lewat telepon-telepon gelap, ide yang dicuri saat ngobrol-ngobrol di kantin diaku sendiri, macam deh.
Kalau ada tambahan, silakan yah...

Kebetulan, Nasib, dan Takdir

Wednesday, July 20, 2011

#52Sudah lama sekali ingin menulis tentang topik ini, tetapi sampai sekarang pun belum mendapatkan pencerahan yang memuaskan. Karena pada akhirnya memang tidak ada jawaban yang pas untuk semua orang.

Mereka yang percaya Tuhan tentu saja tidak percaya dengan yang namanya kebetulan. Segala sesuatunya sudah diatur sedemikian rupa yang kadang sulit dimengerti oleh manusia. Biasanya ini disebut sebagai predestinasi.

Tetapi predestinasi itu sendiri berbeda dengan takdir atau nasib dalam konteks umum karena bertentangan dengan kehendak bebas itu sendiri. Seperti halnya kita bebas memilih baju, pekerjaan, atau angkot apa yang kita naiki. Ah, itu gampang. Coba pikirkan kembali apakah jodoh itu termasuk kehendak bebas atau sudah diatur oleh Tuhan. Kenapa jodoh tidak sesimpel memilih baju? Semacam butuh pertolongan Tuhan. Bingung, kan? Aku saja bingung. Atau bisa saja kehendak bebas itu ternyata diberikan terbatas kepada manusia karena pada awalnya kita ini hanya ciptaan semata?

Karma

Aku tidak percaya yang namanya karma. Titik! (Ish, titik kok dibelakangnya tanda seru?) Biasanya kutipan yang sering diambil itu dari: kita akan menuai apa yang kita tabur. Percayalah, ayat itu bukan berbicara tentang karma. Mereka yang hidup dalam anugerah tidak akan menuai yang buruk biarpun kadang menabur yang salah. Lho? Iyalah, kesalahanmu sudah dibayar di kayu salib.

Banyak alasan orang berbuat baik karena takut jika berbuat salah nantinya akan kena karma. Anak lahir dengan kekurangan fisik dianggap sebagai dosa (karma) yang dilakukan oleh orang tua atau nenek moyangnya. Betapa melegakannya kalau tahu orang yang berbuat salah kepadamu mengalami kemalangan. Kemiskinan, sakit penyakit, kesusahan, dll selalu menghantui karena tidak tahu apa itu arti diselamatkan. Percayalah, kekristenan tidak mengajarkan hal-hal seperti itu.

Berhentilah percaya karma, belajarlah hidup dalam kasih karena itu akan membuat hidupmu tenang dan damai.

Zombie

Tuesday, July 12, 2011

Zombie Fortress
Zombie Fortress
Sewaktu kecil, mungkin aku pernah terpikir sekilas kalau suatu saat akan muncul makhluk seperti zombie. Makhluk yang dulunya manusia yang hidup kembali gara-gara terinfeksi virus membuat tubuhnya bergerak dan selalu kelaparan. Dan karena hidup kembali dengan tidak wajar sepertinya sudah menjadi kesepakatan bersama kalau zombie itu akan memakan manusia lain terutama otaknya.

Film-film seperti 28 Days Later, Resident Evil dan I Am Legend semakin menunjukkan kalau zombie itu bisa terjadi. Bagaimana sains yang pada awalnya ingin menjadikan manusia lebih baik malah akhirnya mencelakan manusia itu sendiri. Itu lebih mudah dijelaskan daripada mayat dibangkitkan oleh dukun dengan mantra-mantra ajaibnya. Dan di setiap film zombie hampir dipastikan orang-orang di dalam film tersebut sepertinya tidak pernah menonton film zombie sebelumnya.

Bagi yang percaya akan kemunculan zombie ada baiknya mempersiapkan diri untuk bisa bertahan hidup. Silakan tonton Zombieland untuk belajar aturan-aturan menghadapi zombie. Tentu saja, ada juga yang tidak percaya akan munculnya zombie, yah contohnya saja aku sendiri. Ini tidak lebih hanya sebuah fiksi horor. Tidak pernah dan tidak akan pernah akan ada zombie. Sama sajalah seperti film horor lainnya seperti vampire, werewolf, bahkan pocong sekalipun tidak pernah ada dalam kehidupan nyata, jadi bagaimana mungkin zombie akan ada?

Selain itu, satu hal yang aku ketahui, tubuh manusia itu rapuh. Tubuh manusia tidak akan sekuat itu bisa bangkit setelah menjadi mayat. Mungkin ini juga berlaku untuk para pahlawan super yang berubah menjadi kuat dan sebagainya, X-Men ataupun Spiderman juga tidak mungkin akan ada.

Gambar diambil dari Know Your Meme.

Menampilkan Thumbnail dari Layanan Berbagi Foto

Friday, July 8, 2011

Sebelum Twitter meluncurkan sendiri layanan berbagi fotonya, kita masih akan sering menjumpai layanan serupa seperti TwitPic, Yfrog, img.ly, Lockerz, Flickr, Instagram, dll. Enaknya sih setiap melihat teman berbagi foto lewat layanan-layanan yang kusebut tadi langsung ditampilkan thumbnail-nya. Kalau misalnya memang menarik baru berkunjung ke situsnya untuk melihat foto/gambar dalam ukuran yang lebih besar.

Masing-masing layanan biasanya sudah menyediakan dokumentasi lengkap cara untuk menampilkan gambar dalam bentuk yang bermacam-macam, bisa dalam ukuran yang kecil, sedang, besar, malah dalam ukuran yang sebenarnya. Jika semua layanan seperti ini, tentu sangat berguna karena tidak merepotkan pengguna harus berpindah ke situs-situs tersebut.

Berikut cara untuk menampilkan thumbnail menggunakan Java:
 package photo;  
   
 import java.util.HashMap;  
 import java.util.Iterator;  
 import java.util.Map;  
 import java.util.regex.Matcher;  
 import java.util.regex.Pattern;  
   
 public class Photo {  
   public static void main(String[] args) {  
     String text = "http://flic.kr/p/96H1D9";  
   
     Map<String, String> services = new HashMap<String, String>();  
     services.put("twitpic.com/([\\d\\w]+)", "http://twitpic.com/show/thumb/%s");  
     services.put("yfrog.com/([\\w\\d]+)", "http://yfrog.com/%s:small");  
     services.put("moby.to/\\??([\\w\\d]+)", "http://moby.to/%s:square");  
     services.put("mobypicture.com/\\?([\\w\\d]+)", "http://mobypicture.com/?%s:square");  
     services.put("lockerz.com/s/(\\d+)",  
         "http://api.plixi.com/api/tpapi.svc/imagefromurl?size=thumbnail&amp;url=http://lockerz.com/s/%s");  
     services.put("img.ly/([\\d\\w]+)", "http://img.ly/show/thumb/%s");  
     services.put("flic.kr/p/([\\d\\w]+)", "http://flic.kr/p/img/%s.jpg");
     services.put("instagr.am/p/([\\d\\w]+)+/", "http://instagr.am/p/%s/media/?size=t");
   
     for (Map.Entry<String, String> e : services.entrySet()) {  
       String regex = e.getKey();  
       String s = e.getValue();  
       Pattern pattern = Pattern.compile(regex, Pattern.CASE_INSENSITIVE);  
       Matcher matcher = pattern.matcher(text);  
       while (matcher.find()) {  
         text = "<a href=\"http://" + matcher.group() + "\">" + "<img src=\""  
             + String.format(s, matcher.group(1))  
             + "\"></a>";  
       }  
     }  
   
     System.out.println(text);  
   }  
 }  

Yah, tentu saja ada beberapa yang perlu diperhatikan dari contoh di atas misalnya urutan penampilan gambar karena (dari contoh di atas) Twitpic-lah yang selalu ditampilkan pertama. Tentu akan aneh jika misalnya kau meletakkan Flickr pada urutan pertama.

Google+

Saturday, July 2, 2011

Akhirnya aku bisa menikmati Google+ tanpa harus menunggu sangat lama. Google+ adalah layanan pertemanan terbaru dari Google. Ya, Google sekarang sangat serius untuk lebih sosial.

Sebenarnya Google sudah punya layanan serupa yaitu Orkut. Entah kenapa, layanan ini kurang populer. Kalau dari sisi pengembang, aku tidak suka pemilihan Google memakai .NET — ASPX bisa jadi sih Mono — agak aneh apalagi Google terkenal pengguna berat Python dan Java.

Selain Orkut, Google juga masih punya Google Buzz. Layanan ini juga hidup segan mati tak mau. Ketidakberhasilan Buzz untuk sebagai pesaing Twitter mungkin karena sedikit dukungan dari pengembang ketiga sehingga kurang menarik pengguna dan juga harus diakses lewat Gmail membuat orang sedikit aneh menggunakannya, setidaknya bagiku. Dan kalau dipikir-pikir Google+ itu seperti versi extended dari Google Buzz, setuju tidak?

Untuk bergabung saat ini hanya lewat undangan dari Google atau dari teman. Ternyata banyak orang telah menemukan cara yang mudah untuk mengundang teman walaupun Google beberapa kali telah menutup fitur undangan. Aku sendiri mengundang teman langsung menaruh email mereka di kotak status.

Setahun yang lalu, aku menulis kekurangan yang dimiliki Facebook tentang pemilahan status pada teman-temanku. Silakan baca kembali di sini. Nah, fitur lingkaran (circle) di Google+ ini membuatku langsung menyukai layanan ini. Yang artinya, kau bisa dengan bebas tetap di-follow oleh orang-orang terdekat seperti orang tuamu, handai tolan, mantan-mantan, siapapun itu, dan kau tidak perlu risih menulis status karena memang mudah mengatur siapa saja yang akan membaca statusmu.

Ada beberapa hal-hal kecil lainnya yang membuat enak singgah di Google+ seperti tata-letak yang minimalis, ukuran font yang wajar, pengaturan teman dalam lingkaran juga sangat mudah, notifikasi yang keren, integrasi dengan layanan Google lainnya, dsb.

Apakah Google+ ini akan menjadi pembunuh Facebook? Aku berharap tidak. Kita masih butuh Facebook sebagai kompetitornya dengan begini inovasi selalu akan ada. Itu dari sisi pengguna, mereka yang bertempur di sana siap-siaplah.