Ronsen's Blog

Ndeesaster - 1928 (Youth Pledge Day Anthem)

Monday, October 31, 2011

Sudah sangat lama aku tidak lagi mendengar cewek yang bernyanyi lagu rap. Terakhir kalau tidak salah ingat, aku pernah membeli album Denada saat masih SMP. Era musik rap saat itu masih berjaya; ada Iwa K dengan lagu "Bebas" dan Nombok, dong!"-nya dan "Borju" dan "Cewek Matre"-nya Neo.


Tepatnya pada tanggal 28 Oktober kemarin, seperti biasa hari tersebut diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, di media sosial sempat ramai membicarakan lagu dari Ndeesaster yang berjudul 1928. Biarpun aku tidak begitu paham secara dalam tentang musik setidaknya aku sangat menikmati mendengar lagu ini.

Andhari Sidharta vokalis Ndeesaster yang cantik dengan suara yang terdengar berapi-api seperti membangkitkan kembali semangat sumpah pemuda yang mulai redup itu. Tentu ditambah video klip yang asyik untuk dilihat.

Ingin mengenal lebih dalam tentang Ndeesaster? Jadi penggemarnya di Reverbnation atau di Facebook. Ada beberapa lagu lain yang bisa dinikmati di situ.

Friday, October 28, 2011

Cloud computing is often positioned as a solution to scalability problems. In fact, it seems like almost every day I read a blog post about a company moving infrastructure to the cloud. At Mixpanel, we did the opposite. — MixpanelWhy We Moved Off The Cloud.

Kisruh New 7 Wonders

Berikut pernyataan resmi pemerintah tentang ajang kompetisi New 7 Wonders:

Pemerintah Indonesia secara resmi menarik Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai finalis dalam ajang pemilihan tujuh keajaiban alam-baru atau New Seven Wonder of Nature (N7WN) yang semula akan dideklarasikanpada 11 November 2011.

Pernyataan resmi dari Kemenbupar di atas sangat melegakan. Setidaknya kita tahu pemerintah tegas tidak lagi mendukung kompetisi New 7 Wonders itu. Perusahaan yang mengaku nirlaba itu tidak bisa lagi meminta dana terkait dengan promosi Taman Nasional Komodo.

Gambar dari Komodo National Park

Saat ini, Jusuf Kala-lah yang giat mendukung kontes ini. Dengan mengusung semangat nasionalisme meminta warga Indonesia untuk mengirim suara mereka melalui SMS sebanyak-banyaknya. Dan juga dengan alasan bisa menunjang pariwisata ke pulau Komodo tersebut yang secara tidak langsung bisa meningkatkan taraf hidup warga setempat.

Jadi kita bisa sedikit bernafas lega, jika suatu saat perusahaan asal Swiss itu meminta aneka biaya bisa meminta ke Jusuf Kala tidak lagi ke negara. Untuk orang-orang yang mengirim SMS memang tidak bisa dicegah; sama seperti kita tidak bisa melarang mereka untuk membeli RBT — sebuah layanan yang diciptakan khusus untuk menyiksa pendengaran manusia.

Selamat Hari Blogger

Thursday, October 27, 2011



Sepertinya hari ini para penulis blog merayakan harinya. Di pagi menjelang siang ini, ketika saya membuka Twitter pada ramai mengucapkan selamat dengan menggunakan tagar #hariblogger.

Sampai sekarang sebenarnya saya belum terlalu yakin kalau bisa dibilang seorang narablog. Kalau dilihat dari polanya, belakangan ini saya hanya mengomentari sebuah artikel yang saya temukan tetapi memindahkannya ke blog sendiri ketimbang berkomentar di artikel asal.

Ke depannya mungkin formatnya akan lebih beda lagi, blog ini akan saya gunakan sebagai tempat bookmark seperti delicious. Karena jujur saja, agak kerepotan menggunakan layanan yang diperlakukan seperti yoyo itu dan saya pun sudah tidak tertarik lagi dengan layanan bookmark yang lain.

Ya sudahlah, keinginan terbesar saat ini adalah berkumpul (kopi darat) dengan rekan-rekan narablog yang ada di Pematangsiantar ini.

Konfigurasi Huawei E220 di Ubuntu 11.10

Monday, October 17, 2011

Akhirnya aku memutuskan untuk memasang Ubuntu Oneiric Ocelot (11.10) setelah hampir 1,5 tahun menggunakan Lucid Lynx. Langkah selanjutnya setelah melakukan fresh install biasanya memasang aplikasi-aplikasi pendukung lainnya untuk melengkapi kepuasaan menggunakan Ubuntu.

Ternyata sampai beberapa kali mencoba, tidak bisa melakukan koneksi dengan baik menggunakan modem USB Huawei E220. Catatan, modem tersebut dikenali. Bug ini sudah dilaporkan, mudah-mudahan saja ada solusinya. Untuk sementara cara ini yang aku gunakan.

Pasang paket wvdial. Untungnya paket ini tersedia di CD instalasi Ubuntu.
$ sudo dpkg -i /media/Ubuntu\ 11.10\ i386/pool/main/w/wvstreams/*
$ sudo dpkg -i /media/Ubuntu\ 11.10\ i386/pool/main/w/wvdial/*

Periksa apakah modem dideteksi dengan baik, bisa dilakukan dengan perintah lsusb. Setelah itu jalankan konfigurasi awal wvdial.
$ sudo wvdialconf

Buka dan ubah berkas /etc/wvdial.conf. Isinya seperti ini:
[Dialer Defaults]
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Modem Type = Analog Modem
Phone = *99#
ISDN = 0
Username =
Init1 = ATZ
Password = 
Modem = /dev/ttyUSB0
Baud = 9600
Init3 = AT+CGDCONT=1,"IP","telkomsel"
FlowControl = CRTSCTS
Carrier Check = No
Command Line = ATDT
Stupid Mode = 1

Karena aku menggunakan Telkomsel Flash, APN yang digunakan adalah telkomsel, APN untuk Indosat adalah indosat; sesuaikan dengan yang kau gunakan.

Untuk langkah selanjutnya, buka dan ubah berkas /etc/usb_modeswitch.conf:
DisableSwitching=1

Siap untuk berselanjar, lanjut dengan mengetik perintah berikut:
$ sudo wvdial

Walaupun akhirnya berhasil tetapi aku tidak terlalu suka dengan cara ini karena sebelumnya menggunakan modem USB Huawei E220 dapat dikenali dengan baik pada versi-versi Ubuntu sebelumnya.

Referensi:

Tentang Kematian Dennis Ritchie

Friday, October 14, 2011

Kembali kita kehilangan orang yang hebat di dunia teknologi informasi. Dennis Ritchie, pembuat bahasa pemrograman C, meninggal di usianya yang ke-70. Bahasa C sangat umum dikenal di dunia pemrograman. Di kampus-kampus, C menjadi bahasa yang wajib dikuasai oleh mahasiswa untuk memperdalam materi tentang algoritma.

Selain itu, beliau bersama dengan Ken Thompson membuat UNIX yang pada akhirnya dikembangkan oleh para programmer lain untuk membuat sistem operasi yang lebih baik. Kontribusi tidak langsung dari beliau memang tidak terkira. Sekedar info, Windows juga dibangun dengan bahasa C, kan?

“Pretty much everything on the web uses those two things: C and UNIX,” Pike tells Wired. “The browsers are written in C. The UNIX kernel — that pretty much the entire Internet runs on — is written in C. Web servers are written in C, and if they’re not, they’re written in Java or C++, which are C derivatives, or Python or Ruby, which are implemented in C. And all of the network hardware running these programs I can almost guarantee were written in C.

Tetapi sayangnya kematian Dennis Ritchie dikaitkan dengan kepergian Steve Jobs (CEO Apple). Benar sekali, OSX kepunyaan Apple adalah juga turunan dari UNIX. Orang-orang beranggapan seharusnya lebih banyak orang yang menghargai Dennis dibanding dengan Jobs (atau setidaknya sama hebohnya). Membandingkan Ritchie dengan Jobs malah tidak akan memberikan penghargaan lebih baik kepada Ritchie. Komentar-komentar seperti ini tidak hanya di Facebook dan Twitter bahkan satu-dua orang di Hacker News dan Slashdot turut memanfaatkan momen kematian Ritchie untuk merendahkan Jobs. Menyedihkan!

Selamat jalan, Dennis Ritchie. printf("Goodbye, world!");

Dart: Bahasa Scripting Terbaru dari Google

Wednesday, October 12, 2011

Google merilis bahasa pemrograman terbaru yaitu Dart. Dart seperti yang disebutkan di blog resminya dapat dijalankan melalui Virtual Machine atau diterjemahkan ke kode JavaScript.

Dart code can be executed in two different ways: either on a native virtual machine or on top of a JavaScript engine by using a compiler that translates Dart code to JavaScript. This means you can write a web application in Dart and have it compiled and run on any modern browser.

Walaupun sudah begitu banyak pustaka JavaScript di luar sana seperti JQuery, Prototype, dan MooTools tetapi beberapa orang masih kesulitan menguasai bahasa scripting yang satu ini. Ada beberapa usaha untuk memudahkan pemrograman pada client side tanpa harus menyentuh JavaScript; salah satunya adalah Dart dan contoh lainnya seperti CoffeeScript.

Bahasa Dart ini dikatakan lebih mirip dengan Java dan Perl sehingga bagi mereka yang familiar dengan bahasa tersebut tidak butuh waktu banyak untuk mempelajari sintaksnya dan berfokus pada pemrograman berorientasi obyek. Dan jika dilihat pada core libraries terdapat beberapa collection framework yang sudah terbiasa digunakan oleh programmer Java.

Tampak Usang

Monday, October 10, 2011


Inilah tampilan dekstop di notebook-ku saat ini. Lucid Lynx adalah versi Ubuntu Linux yang paling lama kugunakan. Biasanya aku rajin meng-upgrade setiap ada rilis yang baru. Aku simpan tampilannya kali ini hanya untuk sekedar kenang-kenangan karena kemungkinan besar aku akan meng-upgrade ke Oneiric Ocelot. Aku tidak menyangka usia 1,5 tahun sistem operasi sudah tampak begitu usang.

Alasan utama ingin upgrade ke Oneiric Ocelet karena beberapa perangkat lunak yang terdaftar di repositori utama sepertinya berhenti pada versi tertentu. Misalkan saja, saat ini aku menggunakan Google Chromium v12. Untuk menggunakan perangkat lunak yang terbaru, aku tergantung pada repositori PPA (Personal Package Archive). Dan daftar PPA ini semakin panjang jika ingin setiap perangkat lunak terpasang pada versi terbaru.

Konfigurasi theme ini sengaja dibikin dengan cita rasa OSX. Tidak ada instalasi yang merepotkan, hanya dengan paduan controls dan window border yang sudah tersedia ataupun yang ada di repositori.
  • Controls: Nodoka-Silver
  • Window Border: Clearbox-meta
  • Icon: Elegant-AwOken

Stallman Senang Steve Pergi

Saturday, October 8, 2011

Richard Stallman, inisiator gerakan perangkat lunak bebas, merasa senang dengan kepergian Steve Jobs:

Steve Jobs, the pioneer of the computer as a jail made cool, designed to sever fools from their freedom, has died.

As Chicago Mayor Harold Washington said of the corrupt former Mayor Daley, "I'm not glad he's dead, but I'm glad he's gone." Nobody deserves to have to die - not Jobs, not Mr. Bill, not even people guilty of bigger evils than theirs. But we all deserve the end of Jobs' malign influence on people's computing.

Unfortunately, that influence continues despite his absence. We can only hope his successors, as they attempt to carry on his legacy, will be less effective.

Stallman sepertinya selalu menganggap orang-orang di luar gerakan free software-nya adalah musuh. Jangankan dengan mereka pengguna proprietary software, mereka yang mempromosikan open source dianggap tidak sejalan.

Stallman ini termasuk orang hebat, perangkat lunak menjadi lebih mudah dinikmati hampir semua orang seperti sekarang dengan kebebasan yang diperkenalkannya. Tetapi seharusnya dia mengucapkan hal-hal dengan lebih baik dari yang dia katakan di atas.

Update:
http://stallman.org/archives/2011-jul-oct.html?ohai#27_October_2011_%28Steve_Jobs%29

Selamat Jalan, Steve Jobs!

Thursday, October 6, 2011

Gambar oleh Jonathan Mak

Hari ini, 6 Oktober atau 5 Oktober waktu Amerika, Steve Jobs meninggal dunia di usianya yang ke-56. Aku mengenal Steve Jobs lewat produk-produknya yang canggih, cara dia bekerja di dunia profesional, dan cara dia memandang hidup ini. Banyak pelajaran yang berharga yang bisa ditiru dari sosok yang selalu tampil bersahaja ini. Selamat jalan, Steve!

Stay Hungry. Stay Foolish. - Steve Jobs

Facebook Timeline Ditunda

Tuesday, October 4, 2011

Setelah beberapa hari mencoba Facebook Timeline, akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke tampilan yang lama. Untuk menonaktifkan Facebook Timeline ini memang tidak semudah yang kupikirkan. Berita "gembira" lainnya ternyata kata Timeline ini tersandung merek dagang perusahaan lainnya sehingga menunda peluncurannya, seperti yang ditulis di detikinet.com:

Tersandung perkara pelanggaran merek dagang dengan Timeline.com, Facebook dikabarkan setuju menunda peluncuran format fitur Timeline terbarunya. Setelah diperkenalkan bulan lalu, fitur tersebut sedianya diluncurkan secara resmi awal bulan ini, dengan format baru dan beberapa pengembangan.

Semoga penundaan ini berlangsung lama atau jika perlu dibatalkan saja. Benar-benar tidak suka!