Ronsen's Blog

End of Line

Saturday, March 23, 2013

Ini bukan bentuk protes ke Google gara-gara mereka akan menutup Google Reader. Siapalah aku yang berani protes ke sebuah perusahaan raksasa itu. Tetapi kalau dianggap seperti itu juga tidak apa-apa.

Kalau kuperhatikan, Google memang tidak menganggap beberapa layanannya dengan serius termasuk layanan Blogger ini.

  1. Aplikasi mobile. Sangat minim dukungan untuk mobile browser dan app.
  2. idak mendukung Opera. Mungkin ada sebuah kode program rahasia yang tidak bisa jalan di Opera.
  3. Kolom komentar yang aneh. Iframe gitu loh!

Berhenti di sini bukan berarti akan tetap berhenti ngoceh.

Menggunakan elementary OS

Tuesday, March 5, 2013


Setelah beberapa kali mencoba beberapa varian Ubuntu, aku memutuskan untuk menggunakan elementary OS. Terhitung lebih dari 2 bulan aku menggunakan distro ini. Tidak seperti Unity, biarpun elementary ini penuh dengan animasi tetapi ternyata hampir seringan Xubuntu.

Elementary OS ini dibangun di atas Ubuntu 12.04 LTS, biarpun dukungan untuk versi ini selama 5 tahun tetapi tetap saja ada kekhawatiran. Pengembang biasanya membuat programnya pada versi yang terbaru. Untuk sekarang, aplikasi-aplikasi yang aku gunakan masih yang terbaru bahkan dari repositori utama Ubuntu. Belum tahu nantinya.

Beberapa hal yang kulakukan setelah memasang elementary OS:
  1. Server repositori harus diunduh dari server utama karena pada saat pemasangan ternyata repositori menunjuk pada server lokal. Ini untuk menghindari kesalahan pada saat memperbaharui repositori dan memasang program yang lain. Selebihnya seperti menggunakan Ubuntu secara umum.
  2. Untuk Firefox dan Thunderbird sudah tersedia theme khusus untuk OS ini. Cari elementary pada kotak pencarian Addons kemudian pasang theme tersebut. Tampilannya pun akan lebih tampak serasi dengan sistem operasinya.
  3. Menambah atau mengubah menu yang ada di slingshot tidak semudah yang kupikirkan karena tidak ada program bawaan untuk melakukan hal ini. Jika kau mencoba memasang alacarte, kau akan memasang beberapa dependensi yang tidak kaubutuhkan. Alternatifnya, aku memilih menggunakan LXMenuEditor.

Overall, aku menyukai distro yang satu ini. Hampir setiap hari selalu ada perubahaan yang perlu dipasang membuatku sedikit lega karena para pengembangnya serius pada pengembangan elementary OS.

Kenapa Harus Percaya Tuhan

Saturday, February 23, 2013

Di sini aku tidak sedang membahas Tuhan dan moralitas tetapi dari segi sains. Ciyee.. Terakhir kali aku belajar (betul-betul belajar) sains itu pas waktu masih duduk di bangku sekolah. Karena aku mengandalkan ingatan yang jauh saat sekolah tadi, maka maafkan jika pembahasannya agak dangkal.

Pelajaran Fisika dan Biologi sering kali membuatku terpana. Apalagi saat guru Biologiku menerangkan bagaimana terciptanya makhluk hidup pertama dan selanjutnya terjadilah evolusi seperti yang kita kenal. Bayangkan, dengan tanganmu sendiri kau bisa menciptakan makhluk hidup melalui percobaan ilmiah. Tetapi tetap saja bahan-bahannya sudah tersedia dahulu di Bumi.

Kadang-kadang juga aku berselancar di Internet mencari tahu rahasia alam semesta ini. Dimulai dari terciptanya galaksi-galaksi, planet-planet, bintang-bintang, dll yang tidak terhitung jumlahnya. Mengetahui hal itu membuatku sadar betapa kecilnya manusia yang tinggal di dalam Bumi ini. Katakanlah itu benar dan aku membenci kata keberuntungan jika itu menyangkut sains; seperti halnya Bumi yang terpilih menjadi planet yang paling hoki di galaksi ini karena sesuatu membawakannya air.

Terlalu banyak misteri yang tidak terjawab bahkan oleh sains itu sendiri. Atau mungkin karena aku sendiri tidak mampu mengungkapkan apa yang bisa menjadi jawaban untuk setiap pertanyaan yang ada. Betapa kerdilnya manusia dan betapa singkatnya hidup seseorang untuk dapat mengerti semua rahasia yang ada di alam ini. Dan jika kau mati, kau tidak akan mengetahui apapun lagi.

Agama mengajarkan tentang kehidupan setelah kematian. Ada Tuhan di sana. Katanya dialah pencipta langit dan Bumi. Baiklah, hanya ini cara yang tersisa untuk jawaban semua pertanyaan yang ada di kepalaku. Jika suatu saat nanti aku akan bertemu dengannnya, aku ingin mengetahui apa yang telah dia ciptakan dan bagaimana cara dia melakukannya. Cukup dengan membuatkan sebuah ruangan teater dengan cerita dengan penciptaan dan segala misteri di dalamnya. Kalau bisa dalam kualitas gambar dan suara yang bagus.

Misteri terpecahkan.

Semoga.

Alasan Kenapa Narkoba dan Judi Dilarang

Monday, January 28, 2013

Beberapa waktu yang lalu aku menuliskan sedikit tentang manfaat ganja. Di entri tersebut sebenarnya aku juga belum mengerti apa yang menyebabkan narkoba (termasuk ganja) dan judi itu ilegal/dilarang. Ternyata memang dibalik itu semua ada kepentingan yang berbicara. (uhuk)

Orang tahunya narkoba itu dilarang karena alasan kesehatan. Iyalah, semua orang juga tahu itu. Lihat saja mereka yang sering mengkonsumi narkoba, tubuhnya rusak. Tetapi jika alasan itu digunakan, kenapa rokok dan minuman keras malah bebas dikomsumsi? Walaupun sebenarnya sih ada batasan umurnya. Tapi masak iya sih negara ini begitu perhatian dengan kesehatan rakyatnya? Aww...

Judi juga dilarang. Entah siapa yang dirugikan oleh judi ini selain dirinya sendiri, aku tidak tahu, kemudian dikriminalkan. Alasan paling sering kudengar karena melanggar norma agama. Kalau begitu, orang berdosa apa saja harusnya dipenjara juga dong?

Letak kebingungan ini terjawab karena kepentingan (uhuk) tadi. Narkoba adalah jenis obat-obatan yang dijual secara tidak resmi. Bukan hanya narkoba, barang-barang yang dijual di black market (tanpa pajak/cukai) itu memang dilarang. Itulah kenapa rokok dan minuman keras tetap bebas dijual biarpun merusak kesehatan.

Sama halnya dengan judi, karena ketidakmampuan negara ini mengaturnya (tidak seperti beberapa negara lain) makanya gampangnya yah dikategorikan saja sebagai kegiatan haram. Bisa dipenjara lho. Ngeri, kan?

Melupakan Cara Bertahan Hidup

Friday, January 18, 2013

Waktu aku masih duduk di sekolah, aku beberapa kali bertanya di dalam hati untuk apa aku mempelajari semua mata pelajaran ini. Pertanyaan itu muncul berkali-kali sejak aku duduk di bangku SD, SMP, dan SMU. Pada saat titik tertentu, aku pun berhenti bertanya dan mengikuti alur sistem pendidikan yang diberikan kepada generasiku dan kemungkinan generasi mendatang.

Jika sekarang aku mencoba menjawab pertanyaan itu, aku bisa menjawab dengan sangat baik! Sekolah adalah tempat kita menuntut ilmu. Hah?! Benar kok, persis seperti yang dikatakan oleh guru-guruku dulu. Sekolah adalah bekal untuk masa depan yang kelak digunakan untuk mencari pekerjaan. Jika kau ingin menjadi dosen kalkulus, pelajaran integral yang membuatmu keriting di sekolah tidak akan sia-sia (hanya saja tidak akan terlalu berguna kalau kau akhirnya menjadi seorang penjahit baju). Atau kau sekarang menjadi seorang dokter maka kerja kerasmu menghapal anatomi tubuh manusia terbalaskan tetapi tidak untuk pelajaran akuntansimu, akan hilang seiring waktu.

Jadi benar kan, sekolah itu tempat menuntut ilmu. Tetapi tidak semuanya berguna. Hanya yang menjadi keahlianmu saja nantinya akan terpakai, sebagian hilang. Semacam menabur berbagai jenis benih ke tanah dan melihat apa yang nantinya tumbuh. Seperti itulah gambaran sekolah. Justu yang tidak diajarkan malah yang paling penting, bagaimana harus bertahan hidup. Manusia seharusnya harus tahu mencari makan sendiri dari alam, menjadi petani dan nelayan. Itulah pelajaran dasar menjadi manusia. Selama di sekolah kita tidak diajarkan bagaimana menanam padi malah bertahun-tahun diajarkan bagaimana harus berbahasa dengan baik dan benar. Tidak diajarkan bagaimana memancing ikan di sungai atau di laut karena membuat puisi suatu saat akan perutmu kenyang.

Berjuta-juta tahun evolusi dan kita pun hampir semua berakhir duduk manis mencari lowongan pekerjaan. Tidak mampu mengolah tanah, tidak mampu lagi merakit perahu untuk menjala ikan. Sekolah sekarang mengaburkan kemampuan apa yang harus dimiliki seseorang supaya dapat bertahan hidup. Jika suatu saat aku diberikan seseorang sebidang tanah, aku hanya mampu menjualnya atau bahkan berspekulasi tanpa bisa menghasilkan apapun dari tanah tersebut.