Ronsen's Blog

Pemendek Tautan yang Benar

Friday, December 26, 2014

Pandi Luncurkan Penyingkat URL "S.id"

Pandi (Pengelola Domain Indonesia) meluncurkan layanan penyingkat tautan situs web ( uniform resource locator-URL shortener), S.id (s dot id). Penyingkat URL ini berguna bagi netizen untuk menyingkat alamat web yang panjang jika ingin dipublikasikan di media lain, seperti halaman web atau jejaring sosial.
Pemendek tautan mulai digemari belakangan ini. Kalau tidak salah, sejak Twitter mem-booming dengan layanannya. Diharuskan menulis status tidak melebihi dari 140 karakter membuat pemendek tautan digemari saat berbagi tautan dari sebuah artikel berita atau entri blog.

Membuat pemendek tautan itu mudah tapi harus dilakukan dengan tepat. Caranya bisa beragam, yang penting bisa "mengantar" pengguna ke tautan yang sebenarnya. Bisa dari server-side seperti php atau java, client-side melalui JavaScript atau meta redirect, tapi yang paling benar adalah melalui HTTP response 301.

Itulah makanya pemendek tautan yang  diluncurkan Pandi ini kurang sreg. Tautan aslinya di-redirect melalui JavaScript. Jika aku mematikan fungsi JavaScript di peremban (browser) maka situs web ini menjadi tidak berguna.

Bandingkan pemendek tautan dari Twitter (t.co):

ronsen@stardestroyer:~$ curl -I http://t.co/AEAnnnlwlX
HTTP/1.1 301 Moved Permanently
cache-control: private,max-age=300
date: Fri, 26 Dec 2014 03:07:57 UTC
expires: Fri, 26 Dec 2014 03:12:57 GMT
location: http://youtu.be/SKRgktzRvZ0
server: tsa_a
x-connection-hash: a0967e2be552bd6882496524c2b99c25
x-response-time: 14
content-length: 0
Connection: Keep-Alive
Set-Cookie: muc=c0243fe6-af76-47b6-a472-0bbd6606cc70; Expires=Wed, 07 Dec 2016 03:07:57 GMT; Domain=t.co

dan dari Pandi (s.id):

ronsen@stardestroyer:~$ curl -I http://s.id/2C3
HTTP/1.1 200 OK
Date: Fri, 26 Dec 2014 03:08:04 GMT
Server: Apache/2.4.6 (CentOS) OpenSSL/1.0.1e-fips PHP/5.6.3
X-Powered-By: PHP/5.6.3
Cache-Control: no-cache
Content-Type: text/html; charset=UTF-8
Connection: Keep-Alive
Set-Cookie: sdotid=eyJpdiI6Im1jWEs3TnFhN2pvM2JaSHN1dktUdVE9PSIsInZhbHVlIjoiZHA5MHEzOFl1dTB1SDdSV3oxcnNvZ0RnQ1p5UGU2MzUxVHROZnRSWmFjaWF0RWZuU29Ta1hseTZvMUVSdEhGa0xYMUxESDdSTjRBWnZBek9Wb0FDT3c9PSIsIm1hYyI6IjY0YjFhZDU1ZDQwMDlmYTQ5ZTUxNzlkNTk0ZTIzZTFmODlmMzUwZjA2YjJmYzVlZDE5ZGM0OGE2OGY4N2YxMTYifQ%3D%3D; expires=Fri, 26-Dec-2014 05:08:04 GMT; Max-Age=7200; path=/; httponly

Pemendek t.co mempunyai header HTTP/1.1 301 Moved Permanently dan memiliki informasi location sedangkan yang dari s.id headernya malah HTTP/1.1 200 OK dan tidak memiliki informasi location.

Gua kok ada feeling penyingkat URL s.id ini akan dijadikan tempat iklan yah?

Pentingnya Skalabilitas

Monday, December 15, 2014

The Quest for Scalability

Banyak orang yang bisa membuat website, tapi membuat website yang mampu melayani ribuan pengunjung secara bersamaan, itu lain cerita. Begitu kata orang. Mungkin Anda pernah mendengar tentang Slashdot Effect atau kalau di Indonesia, Detik Effect, di mana sebuah website bisa berhenti beroperasi karena kelebihan beban.
Dengan konfigurasi yang disebut di atas saja masih tidak mampu menahan beban yang tiba-tiba naik, apa kabar website yang semua dilakukan oleh 1 server?

Saat ini aku sedang memegang sebuah server yang memiliki pengunjung yang sangat ramai. Rata-rata jumlah pageviews per hari bisa mencapai 3000-4000. Itu semua dikerjakan oleh 1 server yang terdiri dari 1 web server (Apache) dan 1 database server (MySQL), dengan RAM hanya 1 GB.

Dengan spesifikasi yang minim tersebut membuatku memikirkan cara terbaik untuk tetap menjaga website tetap up. Belakangan ini, server tidak mampu melayani request yang sudah terlalu banyak. Kemudian akupun melakukan optimasi, itu pun masih hanya di sisi web server. Saat ini masih bertahan bahkan di saat lonjakan pengunjung naik 2x lipat.

Artikel di atas walaupun sedikit overkill menurutku, tapi ada baiknya dijadikan pembelajaran jika suatu saat ingin menerapkan skalabilitas seperti itu.

Konfigurasi Modem di Linux Ubuntu dengan pon/poff

Saturday, November 22, 2014

Menggunakan modem di Linux agak berbeda dibandingkan di sistem operasi Windows. Jika di Windows kita hanya perlu memasang program yang di-bundle bersama dengan modem, tidak dengan di Linux.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengkoneksikan modem di Linux. Salah satu yang biasa dilakukan adalah dengan menggunakan wvdial. Cara lain yang lebih baik adalah dengan menggunakan pon atau poff. Bedanya jika menggunakan pon, kau bisa menutup jendela terminal.

Langkah-langkahnya seperti biasa, kenali dulu modem yang kaumiliki.

$ sudo eject /dev/sr1
$ sudo modprobe usbserial vendor=0x201e product=0x1022

Gunakan perintah lsusb untuk mengetahui kode vendor dan produk modemmu karena bisa jadi berbeda dengan contoh di atas. Selanjutnya lakukan konfigurasi awal.

$ sudo pppconfig

Ikuti dialog konfigurasi tersebut dengan seksama. Cocokkan hasilnya dengan konfigurasi di bawah berikut:


Jalankan perintah di bawah ini untuk membuat koneksi:

$ pon smartfren

Untuk mematikan koneksi modem kau tinggal mengetik poff dan tail -f /var/log/ppp.log untuk melihat log.

Unduh paket yang diperlukan di sini atau di sini jika dibutuhkan.

Menambahkan menu Android x86 di Grub Ubuntu

Wednesday, October 29, 2014

Setelah menuliskan tentang pengalaman menggunakan Android di notebook, mungkin ada baiknya aku menuliskan sedikit langkah-langkah yang perlu diperhatikan setelah memasang Android ini. Penting jika kau ingin menggunakan dual boot dengan sistem operasi lain di PC. Tetapi di sini aku hanya bisa menjelaskan jika kalian menggunakan Ubuntu sebagai sistem operasi utama.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengunduh (download) ISO yang ada di situs android-x86. Aku menggunakan versi terbaru yang ada di situs tersebut yaitu android-x86-4.4-RC2.iso. Jika kau menemukan versi lebih baru, silakan unduh versi tersebut. Kemungkinan penggunaannya tidak akan jauh berbeda.

Langkah selanjutnya adalah memasangnya di komputer. Bakar ISO tersebut ke CD atau jika komputermu mendukung boot dari USB, gunakan unetbootin jika kau menggunakan Linux. Ikuti saja langkah-langkah yang nanti ditunjukkan saat instalasi. Sekarang sih memasang sistem operasi modern tidak begitu menyusahkan hidupmu.

Nah, langkah yang paling penting adalah memperbaiki grub, supaya saat permata kali menyalakan komputermu kau bisa memilih sistem operasi mana yang kaujalankan. Kalau tidak, hanya Android saja pilihan yang tersedia.

Tambahkan di /etc/grub.d/40_custom kode seperti berikut di akhir berkas:

menuentry "Android-x86" {
  set root='(hd0,7)'
  linux /android-4.4-RC2/kernel quiet root=/dev/ram0 androidboot.hardware=android_x86 video=-16 SRC=/android-4.4-RC2
  initrd /android-4.4-RC2/initrd.img
}

Baris kode yang perlu kauperhatikan adalah (hd0,7); itu artinya Android kupasang pada pada sda7. Untuk mengetahui dimana letak Android dipasang, lakukan perintah berikut:

$ sudo blkid

Hasil pada notebook-ku adalah sebagai berikut:

/dev/sda1: UUID="8bc8f0f9-853b-4bfa-9188-a9e0a3bd5a50" TYPE="ext4" 
/dev/sda5: UUID="c6b40801-7fd3-4f67-bca2-dbe9519e0948" TYPE="swap" 
/dev/sda6: UUID="1dedd70c-da98-4e51-b8fc-8c819e79bb41" TYPE="ext4" 
/dev/sda7: LABEL="Android-x86" UUID="8515324a-58e9-4399-913c-8bd59c6da640" TYPE="ext2"

Setelah berkas disimpan, lanjutkan dengan mengeksekusi perintah berikut:

$ sudo update-grub

Restart dan lihat pilihan Android akan muncul di menu grub.

Apa yang kau lakukan setelah memasang Ubuntu?

Tuesday, October 28, 2014

Pasti setelah memasang Ubuntu di notebook atau komputermu, kau akan mencari langkah-langkah selanjutnya. "Things to do after installing Ubuntu", mungkin adalah kata kunci yang sering di-abuse oleh beberapa situs web/blog supaya muncul di halaman pertama hasil pencarian Google.

Sebenarnya semua isi dari artikel itu seragam atau mirip-mirip dengan artikel dari versi yang sebelumnya. Terus kenapa ditulis? Biasalah, hidup di Internet masih harus bergantung dengan permainan search engine optimization. Dan sering sekali, beberapa artikel berhasil bertengger di urutan pertama.

Mari kembali ke topik.

Jadi apa yang harus selanjutnya kaulakukan setelah memasang Ubuntu? Saranku sih, ikuti saja apa yang ditulis oleh artikel yang kautemukan di Google. Itu semua sudah kucoba dan sesuai dengan harapan.

Terus lu ngapain nulis lagi, heh?

Haha... sebenarnya aku mau komplen soal satu hal dengan Ubuntu. Setelah beberapa kali upgrade, aku menemukan fitur yang menjengkelkan. Yaitu, program laporan kesalahan yang selalu muncul setiap saat sehingga mengganggu sekali.


Mematikan fitur ini sebenarnya sangat mudah. Tetapi yang menjadi pertanyaan itu sebenarnya kenapa fitur yang seharusnya membantu pengembangan Ubuntu malah menyusahkan pengguna. Dan frekuensinya yang terlalu sering malah membuat khawatir tentang kestabilan sistem operasi itu sendiri.

Berikut cara mematikan crash report ini:

$ sudo service apport stop
$ sudo sed -i -e s/^enabled\=1$/enabled\=0/ /etc/default/apport

Pengalaman Menggunakan Android di Notebook

Friday, October 24, 2014

Beberapa hari yang aku memutuskan untuk memasang Android di notebook-ku yang lama. Tadinya aku sudah memasang Android ini di VirtualBox dan baru kepikiran untuk mencoba di notebook setelah sekian lama.

Proses pemasangan Android ternyata sangat mudah sama mudahnya seperti saat memasang sistem operasi Windows ataupun Linux. Bahkan Android dapat berjalan dengan mulus tanpa perlu driver ini itu. Keren, kan!

Untuk mengunduh berkas ISO bisa langsung ke situsnya di android-x86.org. Aku menggunakan versi Andorid 4.4 Kitkat. Setelah itu bakar ke CD atau gunakan flashdisk jika notebook-mu sudah mendukung boot dari USB.

Perlu diketahui, aku pengguna smartphone Samsung jenis Android. Jadi aku sudah familiar dengan aplikasi yang ada di sana. Hanya ingin mencoba menggunakannya di notebook.

Kesimpulannya, Android adalah sistem operasi masa depan. Aplikasi yang bisa kita gunakan sangat kaya dan modern. Berbeda dengan Windows dan Linux yang sangat minim untuk aplikasi online. Terlalu mengandalkan browser.

Dengan besar penyimpanan yang tidak terbatas, maksudku biasanya di smarphone terbatas, dengan kapasitas 150GB kau bisa memang aplikasi apapun tanpa takut suatu saat akan kepenuhan.

Angry Birds, Clash of Clans, dan beberapa jenis permainan berjalan dengan baik dan lancar. Itupun sebenarnya notebook yang kumiliki bukan jenis perangkat yang baik untuk digunakan bermain game.

Yah, walaupun ada keterbatasan dibanding sistem operasi Windows dan Linux, Android bisa jadi menjadi alternatif untuk perangkat notebook

Kesalahan Perusahaan Saat Menerima Pegawai Baru

Friday, October 17, 2014

Saat sebuah proyek menjadi sangat besar, wajar saja sebuah perusahaan membutuhkan pegawai baru untuk membantu meringankan dan mempercepat proses penyelesaian proyek tersebut. Biasanya dengan mengirimkan lowongan pekerjaan di media cetak maupun online, dengan begini perusahaan berharap dapat menemukan pegawai yang sesuai dengan kriteria mereka.

Biasanya iklan lowongan pekerjaan menuliskan kriteria yang sangat tidak masuk akal. Selama pengalamanku mengirim lamaran pekerjaan, kriteria-kriteria tersebut tidak harus dipenuhi semuanya. Walaupun aku hanya memenuhi satu kriteria, aku tetap memberanikan diri untuk melamar pekerjaan tersebut dan minimal aku selalu masuk pada tahap interview.

Pernah sekali aku akhirnya diterima di sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak. Proyek yang sedang mereka kerjaan sangat besar dan rumit. Aku menerima pekerjaan tersebut karena aku merasa tertantang untuk bergabung. Dan ternyata ini menjadi neraka kecil karena aku juga tidak mempunyai pengalaman dengan perusahaan yang masih hijau dalam hal pengaturan pekerjaan pegawainya terlebih pegawai baru.

Di hari pertama aku diberikan sebuah PC yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Setelah memberti instruksi singkat mengenai source code proyek yang sedang dikerjakan; checkout dari Subversion, koneksi database, dan hal-hal teknikal lainnya, aku pun langsung ditinggalkan dibiarkan mempelajari kode-kode yang sudah "jutaan" baris tersebut.

Aku mengerti bahwa proyek ini sedang dikejar tenggat waktu. Semua pegawai sibuk mengejakan tugasnya masing-masing. Jadinya, tidak ada waktu untuk mengajari pegawai baru bahkan hal-hal yang penting sebelum dia mulai paham dengan apa yang akan dikerjakan. Walaupun dengan pengalamanmu yang sudah banyak di perusahaan sebelumnya, sangat tidak mungkin kau langsung terjun ke sebuah proyek tanpa persiapan terlebih dahulu.

Mempelajari barisan kode sumber justru bukan sebuah langkah tepat untuk seorang pegawai baru untuk belajar. Percayalah, kebanyakan perusahaan seperti ini tidak mempunyai dokumentasi bahkan komentar di kode sumber saja tidak ada. Sekarang malah berharap sesuatu yang mustahil pekerjaan tersebut akan selesai dengan bertambahnya pegawai? Malah perusahan menambah rentetan masalah karena banyaknya pegawai yang tidak produktif.

Blogger Theme dengan Twitter Bootstrap

Sunday, October 5, 2014


Twitter Bootstrap salah satu CSS framework sangat membantu para pengembang situs web dengan cepat. Salah satu fitur yang sangat membantu adalah bentuk tampilan yang mendukung semua perangkat dari desktop, tablet, hingga smartphone.

Selain itu masih ada beberapa goodies yang bisa dinikmati langsung dengan menggunakan Bootstrap. Misalnya, glyphicon yang tersedia dalam ratusan ikon yang siap pakai, alerts, pagination, labels, thumbnails, dan banyak lagi.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang Bootstrap kau bisa langsung buka di browser-mu dengan alamat getbootstrap.com. Di situs tersebut akan dijelaskan bagaimana cara menggunakannya.

SimpelStrap Blogger Theme

Aku pun tertarik untuk menggunakan Bootstrap pada blog ini. Untungnya platform ini menyediakan fitur untuk mengubah theme atau template blog ini sesuka hati penggunanya. Sengaja kubikin theme ini sesederhana mungkin agar mudah untuk dipelajari.

Dengan bantuan Stylebot dan Developer Tools, aku pun mengganti satu per satu elemen yang perlu. Karena Blogger sendiri mengikutsertakan stylesheet bawaan yang membuat tampilan awal sedikit hancur dan berbeda kalau kalian mencoba tanpa fitur Blogger.

Stylebot Memudahkan Ngedit Laman Web

Monday, September 29, 2014


Jika kalian terbiasa menggunakan Developers Tools di Chrome, mengunakan Stylebot akan sangat mudah. Biasanya dengan menggunakan Developers Tools kalian mencari elemen yang ada di sebuah situs web.

Setelah elemen tersebut ditemukan, di sebelah panel kanan akan memberikan informasi style. Gunanya untuk mengetahui style apa saja yang digunakan pada elemen tersebut untuk dijadikan referensi atau diubah sesuai dengan keinginanmu.

Mengubah style di Developers Tools tidak begitu menyenangkan. Ukuran panel yang sangat kecil membuat kesulitan untuk melakukan perubahan-perubahan. Untuk ini, Stylebot sangat berguna. Selain itu, style yang kalian ubah bisa disimpan sehingga tampilannya akan seperti yang kau ubah saat mengunjungi kembali situs web tersebut.

Kalian bisa memasang Stylebot melalui Chrome Web Store.

Bug Bash yang Parah

Thursday, September 25, 2014

Jam 2 dini pagi tadi, aku iseng meng-update salah satu notebook yang kumiliki. Setelah selesai, aku buka synaptic untuk melihat daftar program yang perlu di-upgrade. Ada bash di sana. Ini kali kedua aku terheran melihat perbaikan untuk sebuah program. Pertama ketika melihat ed, program kecil yang berfungsi untuk membuat berkas teks.

Setelah membaca topik-topik terbaru hari ini, pembaharuan bash karena ditemukan bug yang ternyata cukup parah. Parahnya bug tersebut diklaim melebihi kerusakan yang bisa diakibatkan oleh Heartbleed. Wah, segera saja aku pun meng-update komputerku yang lain. Mudah sih sebenarnya.

Untuk melakukan pengecekan, RedHat menuliskan kode program sederhana ini untuk memastikan apakah bug tersebut sudah hilang. Jika hasilnya seperti di bawah berarti masih ada yang salah.

$ env x='() { :;}; echo vulnerable' bash -c "echo this is a test"
 vulnerable
 this is a test

Kemudian menjadi masalah ketika teringat aku mempunyai server yang sudah tidak lagi di-support karena versinya sudah jadul. Sial!

GNOME 3.14 Keluar


Aku salah satu penggemar GNOME, sebuah desktop environment yang kugunakan sebagai pengganti sewaktu melihat Unity tidak lagi menghargai privasi penggunanya.

Selain itu, ada beberapa aplikasi tambahan yang membuat versi ini menari seperti Maps, Games, Weather, Calculator, dll. Aplikasi default ini akan mebuat GNOME kelihatan tidak terlalu gersang saat pertama kali dipasang.

Kemungkinan pengguna tidak akan merasakan langsung sebelum distro-distro besar mulai mengadopsi dan memasang pada rilis berikutnya. Aku sendiri belum ada keinginan untuk memasang versi ini karena alasan waktu yang kugunakan untuk hal-hal lain.

Gendutnya Browser Chrome/Chromium

Monday, September 22, 2014

Sudah saatnya kembali ke Mozilla Firefox?

Kembali Menggunakan elementary OS

Friday, September 12, 2014


Terhitung 6 bulan atau lebih aku meninggalkan elementary OS karena ingin mencoba Ubuntu 14.04 LTS. Satu hal yang membuatku kembali menggunakan distro ini adalah dikarenakan sangat ringan biarpun digunakan pada perangkat keras yang lama. Lebih ringan dibandingkan Xubuntu 14.04 yang sedang kugunakan. Ini membuat notebook tidak terlalu cepat panas (selalu panas).

Untuk kali ini aku memasang elementary OS versi terbaru yaitu Freya. Walaupun versi ini masih Beta tapi sudah bisa digunakan dengan baik. Karena baru saja menggunakan sistem operasi ini hari ini, jadi belum menemukan bug yang membuat masalah serius. Seperti biasa untuk proses selanjutnya setelah memasang elementary OS, kau bisa mengikuti langkah-langkah pada Ubuntu 14.04.


Tampilan depannya ternyata sangat mirip dengan versi sebelumnya, Luna. Aku tidak terlalu memasalahkan hal ini. Sepertinya tidak ada perubahan mendasar di Freya ini tetapi sebenarnya Freya ini jauh berbeda dengan Luna. Selain itu mendukung perangkat keras dengan baik pada notebook yang kugunakan. Wi-Fi dikenali dengan sempurna bahkan setelah ku-update. Berbeda dengan Ubuntu 14.04 yang sangat tidak ramah dengan perangkat keras lama.

When Google Bot's Love Becomes A Bad Thing

Thursday, August 28, 2014

Jadinya ceritanya situs web kecil-kecilan gua mati pas gua cek pagi-pagi. Eh, gua bangunnya agak siangan sih, sekitar jam setengah 12. Udah nggak pagi lagi yah? Eniwei, gua buka dasbor admin buat ngeliat apa gerangan yang terjadi. Pas gua liat log, ternyata Google Bot lagi sibut nge-crawl dengan kejamnya. Udah tau lagi down tetap aja sibuk nge-crawl. Istirahat kek dulu!



Akhirnya gua belajar banyak dari sini. Selalu bikin robots.txt dan definisikan URL apa yang bisa dan nggak bisa diakses oleh bot.

Internet Cepat Buat Apa?

Wednesday, August 13, 2014

Suatu ketika seorang menteri pernah bertanya, "Internet cepat itu buat apa?"

Pada artikel sebelumnya aku menceritakan tentang bagaimana kekuatan kita sebagai netizen di Internet. Memang jawabannya sangat memilukan. Mungkin saja sang menteri tadi bertanya karena melihat kita pengguna Internet sebagai konsumen saja, sehingga terlontarlah pertanyaan lugu tersebut. Sangat sedikit dari kita menggunakan Internet ini sebagai lahan yang bagus untuk berinovasi. Biarpun ada beberapa situs web buatan lokal tetapi kita cenderung lebih banyak menyita waktu berseluncur di Internet menikmati konten-konten yang bagus dan menarik dari situs web luar.

Kita belum pernah melihat orang yang benar-benar menggunakan Internet secara maksimal. Seberapa cepat pun kecepatan bandwidth yang kau punya, sebagian besar hanya digunakan untuk menonton video-video di Youtube karena tidak lagi merasakan tersiksanya di-buffering atau apalah aku tidak bisa mencari contoh lain yang lebih konkrit. Bukan berarti itu kubilang negatif. Tidak. Hanya saja, sebagian kecil saja yang bisa menggunakan Internet dengan sehat. Bahkan, aku sendiri masih belum memaksimalkan bandwidth yang sekarang kumiliki. Seakan-akan hati kecil ini lama-lama bertanya, "hanya ini ajanya gunanya Internet?"

Biarpun terdengar klise, daripada kita ramai-ramai meng-cloning situs web luar menjadi situs web bercita rasa lokal, lebih baik membenahi negara ini dengan Internet. Dari Sabang sampai Merauke, pemerintahan kita di-upgrade menjadi pemerintahan online. Mempermudah layanan dari hulu ke hilir dengan Internet yang memadai sehingga banyak masyarakat terbantu. Walaupun sebenarnya aku belum bisa membayangkan seperti apa layanan itu nanti tetapi aku tetap berharap ada kemajuan. Tidak seperti saat ini yang berkesan sangat lambat dan berbelit-belit.

Pemerintahan online nantinya akan dengan sendiri mengedukasi masyarakat arti positif dari Internet. Segala urusan dibuat lebih transparan yang akan membuat kerpercayaan kita terharap pemerintah pun membaik. Dengan begini, program Internet masuk ke pedesaan lebih masuk akal. Sekarang sih, desa sudah online tapi online seperti apa tidak jelas. Jadi besok-besok saat ada yang bertanya: "Internet cepat buat apa?", dengan cepat kita menjawab, "biar gampangnya aja ngurusin entah apa." Sesimpel itu!

Cerita tentang Aaron Swartz dan Refleksinya Bagi Kemajuan Internet Kita

Sunday, August 10, 2014

Belakangan gua lagi suka nonton film dokumentasi. Alasannya sih karena lagi bosan nggak tau mau ngapain lagi. Kemudian gua cari film bisa buat mengisi waktu dan gak bikin gua bosan. Film dokumentasi yg pertama gua tonton sejak nggak pernah lagi duduk manis di depan TV adalah film tentang Aaron Swartz. Kalo kerjaan lo nggak hanya mantengin Facebook seharian pasti tau dong siapa dia. Eh, nggak juga sih, minimal kalo lo blogger pasti kenallah.

Jadi ceritanya si Swartz ini pas masih belia dan unyu sudah aktif berkontribusi untuk kemajuan Internet. Salah satunya adalah RSS, fitur sindikasi situs web yang sekarang sudah kehilangan pamornya digantikan Facebook dan Twitter. Kalo gua liat sih, dari mulai RSS ini Swartz punya rasa keterbukaan yang tinggi, bahkan sangat tinggi malah. Makanya kemudian dia mengenalkan Creative Commons, semacam jenis lisensi untuk karya cipta yang nggak seketat hak cipta (Copyright). Creative Commons bertujuan untuk melindungi sang pemilik karya yang punya semangat berbagi.

Nah di situ kemudian jadi masalah buat Swartz, rasa berbagi ini nggak dimiliki oleh sebagian instansi pemerintah di Amerika sana. Beberapa jurnal ilmiah disimpan di sebuah lembaga yang dibentuk oleh pajak rakyat Amerika tetapi kalau mau diakses harus tetap bayar. Gua bisa merasakan kesalnya Bang Swartz ini. Selain sudah dibayar dengan pajak, eh masih tetap disuruh bayar buat baca. Negara kok cari untung banget sih?! Makanya muncullah darah aktivisnya atau kalau netizen Internet bilangnya hacktivist. Melalui server MIT dia pun mengunduh satu per satu jurnal tersebut. Karena 'ulah'-nya ini, Bang Swartz pun bermasalah dengan beberapa pihak otoritas Paman Sam dan berakhir dengan bunuh diri sebelum kita tau tujuan dia mengunduh jurnal-jurnal tersebut. Hiks...

Ada satu lagi sepak terjang Aaron Swartz yang sangat berjasa bagi keterbukaan Internet; bagaimana dia memulai gerakan protes untuk menggagalkan disetujuinya SOPA dan PIPA. Sebuah rancangan UU yang ditujukan untuk mengatasi masalah pembajakan. Tetapi setelah dipelajari UU ini malah nantinya akan mengekang kebebasan berpendapat. Makanya Swartz sangat keras menentang SOPA/PIPA ini. Awalnya dia dianggap sepele oleh beberapa lawyer di sana, mereka berpikir Internet nggak punya kekuatan sama sekali untuk melawan. Ternyata mereka salah, perusahaan-perusahaan yang mendukung SOPA/PIPA rame-rame dimusuhi dan dijauhi oleh perusahaan/individu yang bergerak di bidang teknologi informasi. Kalo orang-orang di sini bilangnya boikot dan akibatnya ternyata fatal, kerugiannya nggak bisa dibilang sedikit. Singkat cerita, SOPA/PIPA pun akhirnya dibatalkan.

Betapa kuatnya kekuatan Internet di Amerika sana membuat gua merenungi kekuatan kita sambil bengong selama 3 jam mati lampu karena pemadaman bergilir yang makin menggila dilakukan PLN. Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu Andrew Darwis, pendiri Kaskus, diundang untuk bertemu dengan Presiden Terpilih Jokowi. Ngapain? Entahlah, gua cuman baca headline beritanya tapi nggak mungkinlah dia diundang buat ngajarin Jokowi bikin akun doang. Kalau mau dibandingkan saat Obama di awal pemerintahannya, dia duluan melakukan hal seperti ini. Tetapi Obama nggak mengundang satu orang saja, ada Mark Zuckerberg, Eric Schmidt, Steve Jobs, dan beberapa orang lain untuk membicarakan inovasi di bidang Internet. Lha, kita cuman diwakilkan oleh satu orang? Sedih banget, kan?

Israel Bangsa Pilihan Tuhan?

Sunday, August 3, 2014

Bangsa Israel sering disebut di khotbah-khotbah gereja sebagai bangsa pilihan Tuhan seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Dan di Kejadian 12:3 dengan tegas Tuhan mengatakan akan memberkati bangsa yang memberkati Israel dan mengutuk mereka yang mengutuk Israel. Ayat ini juga dipercayai oleh orang Kristen secara umum sehingga mereka yakin negara-negara yang mendukung Israel seperti Amerika dan Inggris mendapat serpihan berkat dari Tuhan.

Bicara tentang kekristenan tentu bukan menelan begitu saja apa yang tertulis di dalam kitab suci. Ada penggenapan yang terjadi saat Yesus Kristus datang ke dunia. Bangsa Israel disebut sebagai bangsa pilihan Tuhan adalah karena dari bangsa ini akan lahir Juruselamat dan telah digenapi dengan lahirnya Sang Mesias. Sekarang bukan hanya orang Israel yang bisa disebut sebagai anak-anak-Nya tetapi siapa pun dapat dipilih menjadi biji mata Tuhan.

Banyaknya opini yang sering kita dengar mengenai bangsa Israel ini membuat mereka terlihat seperti bangsa yang memang diberkati oleh Tuhan. Banyak produk-produk yang kita pakai sekarang adalah buatan tangan mereka. Kita juga sering mendengar betapa pintar dan jenius-nya mereka. Sakingnya herannya, kadang orang Kristen lupa kalau bangsa ini juga menolak Yesus sebagai juruselamat, menyalibkan Dia, dan memburu dan membunuh orang Kristen pada awal-awal penyebaran ajaran Kristen.

Sikap dukungan beberapa orang Kristen terhadap penyerangan yang dilakukan oleh Israel terhadap negara Palestina membuatku sedih sekaligus jengkel. Seenaknya saja menggunakan agama untuk membenarkan kelakuan keji tentara Israel terhadap negara Palestina. Benar ada korban di kedua belah pihak tetapi korban sesungguhnya adalah mereka-mereka yang tidak menginginkan perang dan juga banyaknya anak-anak entah itu sebagai korban perang atau menjadi yatim piatu karena orang tuanya yang telah tiada.

Buka matamu! Israel bukan perpanjangan tangan Tuhan!

And this is not an anti-semitism post!

I re-posted this post from Facebook.

Daftar Situs Web yang Seharusnya Tidak Diblokir

Wednesday, July 30, 2014

Pemblokiran situs web yang terindikasi mengandung pornografi oleh pemerintah ternyata membuat beberapa situs web lain terganggu secara langsung maupun tidak. Beberapa situs web tersebut termasuk dalam wilayah abu-abu karena memang bukan digunakan secara khusus untuk pornografi.

Beberapa daftar situs web yang menurutku tidak seharusnya diblokir:

  1. Vimeo
    Vimeo adalah situs web berbagi video. Siapa saja bisa mengunggah video-nya dengan bebas di situs web ini. Tetapi gara-gara sebuah skandal yang diduga melibatkan sebuah Partai yang berbasis agama akhirnya situs web ini pun diblokir. Padahal situs web lebih banyak memuat konten yang sangat baik untuk ditonton. Banyak tutorial yang akhirnya tidak bisa dinikmati sebagian orang Indonesia karena pemilik video tersebut hanya mengunggahnya di Vimeo.
  2. Reddit
    Bisa dikatakan Reddit adalah situs web komunitas terbesar saat ini. Banyak informasi yang berguna dan cepat kita temukan di sini yang secara sukarela dibagikan oleh para penggunanya. Aku sendiri suka membaca bagian front page untuk sekedar mengetahui kejadian-kejadian yang sedang panas di dunia ini.
  3. StackOverflow
    Situs web ini sebenarnya tidak diblokir tetapi karena gambar-gambar yang digunakan di StackOverflow menggunakan layanan ketiga yaitu imgur.com, membuat situs web ini terganggu. Gambar-gambar tersebut tidak nongol karena imgur.com diblokir. Bayangkan berapa banyak para pengembang Indonesia yang kesal gara-gara ini.
Sebenarnya masih ada beberapa situs web lain yang mengalami pemblokiran karena dianggap mengandung pornografi tetapi sebenarnya tidak, padahal hanya menampilkan beberapa gambar wanita yang tampil secara seksi. Ini membuatku mengernyitkan alis mata karena pemerintah sendiri tidak kompak dalam mendefinikasikan pornografi itu sendiri.

Kau punya daftar yang lain?

Skema Basis Data Jejaring Sosial

Sunday, July 20, 2014

Aku ingin berbagi sedikit ilmu yang sudah lama kupelajari. Daripada disimpan dan harus mempelajari ulang, aku tuliskan di blog ini sebagai tutorial.

Awal situs jejaring sosial yang pertama kali kukenal adalah Friendster, kemudian beberapa tahun kemudian muncullah Facebook yang dengan sukses menyingkirkan pendahulunya. Kemudian muncul Twitter, hadir dengan logo burung birunya yang imut. Sudah lama aku dibuat penasaran ingin mengetahui cara kerja ketiga situs web tersebut.

Kalau diperhatikan ada perbedaan mendasar antara Facebook dan Twitter, Facebook sesama pengguna saling berteman tetapi di Twitter tidak diharuskan seperti itu. Di Twitter seorang pengguna cukup mengikuti (follow) akun yang lain tanpa ada kewajiban harus balik mengikuti. Ini membuat followers seseorang bisa sampai jutaan.

Cara Membuat Jejaring Sosial atau Social Networking

Pertama-tama kau harus memiliki pengetahuan tentang Structured Query Language (SQL). Server basis data yang kugunakan di sini adalah MySQL dan kau hanya membutuhkan 3 buah tabel sebagai contoh. Sedikit, bukan?

Users

Tabel yang pertama yang kaubuat terlebih dahulu adalah tabel users. Di tabel ini kau akan menyimpan semua pengguna yang terdaftar pada situs web-mu.

CREATE TABLE IF NOT EXISTS `users` (
  `id` bigint(20) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT,
  `username` varchar(62) NOT NULL,
  PRIMARY KEY (`id`),
  UNIQUE KEY `username` (`username`)
)

Kemudian isi tabel tersebut dengan beberapa baris data.

INSERT INTO `users` (`id`, `username`) VALUES
(1, 'admin'),
(2, 'desy'),
(3, 'ronsen'),
(4, 'maria');

Statuses

Kau bisa menebak tabel ini untuk apa. Benar, di tabel inilah setiap status pengguna akan disimpan.

CREATE TABLE IF NOT EXISTS `statuses` (
  `id` bigint(20) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT,
  `user_id` bigint(20) unsigned NOT NULL,
  `text` text NOT NULL,
  `created_at` timestamp NOT NULL DEFAULT CURRENT_TIMESTAMP,
  PRIMARY KEY (`id`)
)

Kemudian isi tabel tersebut dengan beberapa baris status.

INSERT INTO `statuses` (`id`, `user_id`, `text`, `created_at`) VALUES
(1, 1, 'Status 2.', '2014-07-20 13:10:44'),
(2, 1, 'Status 1.', '2014-07-20 13:10:44'),
(3, 2, 'Status 3.', '2014-07-20 13:11:21'),
(4, 3, 'Status 4.', '2014-07-20 13:11:21'),
(5, 4, 'Status 5.', '2014-07-20 13:11:54'),
(6, 2, 'Status 6.', '2014-07-20 13:11:54');

Friends

Di tabel ini kau akan menyimpan para pengikut atau followers.

CREATE TABLE IF NOT EXISTS `friends` (
  `id` bigint(20) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT,
  `user_id` bigint(20) unsigned NOT NULL,
  `follower_id` bigint(20) unsigned NOT NULL,
  PRIMARY KEY (`id`)
)

Untuk contoh kasus, buatkan pengguna 1 (admin) mempunyai 2 pengikut (followers) yaitu desy dan ronsen. Oh iya, perlu diingat si admin harus menjadi pengikut dirinya sendiri. Agak aneh yah? Tetapi tidak di dunia pemrograman.

INSERT INTO `friends` (`id`, `user_id`, `follower_id`) VALUES
(1, 1, 1),
(2, 1, 2),
(3, 1, 3);

Sekarang mari kita lihat hasilnya seperti apa. Jalankan query berikut:

SELECT * FROM statuses WHERE user_id IN (SELECT follower_id FROM friends) ORDER BY created_at DESC;

Hasilnya seperti di bawah ini (perhatikan, status dari pengguna 4 tidak ada):

+----+---------+-----------+---------------------+
| id | user_id | text      | created_at          |
+----+---------+-----------+---------------------+
|  6 |       2 | Status 6. | 2014-07-20 20:11:54 |
|  3 |       2 | Status 3. | 2014-07-20 20:11:21 |
|  4 |       3 | Status 4. | 2014-07-20 20:11:21 |
|  1 |       1 | Status 2. | 2014-07-20 20:10:44 |
|  2 |       1 | Status 1. | 2014-07-20 20:10:44 |
+----+---------+-----------+---------------------+

Hore!

Sekarang silakan terjemahkan ke bahasa pemrograman kesayanganmu. Good luck!

NB: Nantinya aku akan membuatkan sebuah website sebagai contoh tutorial  ini.

Panutan

Friday, July 18, 2014

Bangsa ini sudah terlalu lama kehilangan identitasnya. Kita sudah lama tidak punya pemimpin yang menjadi panutan kita. Pemimpin yang bisa kita jadikan contoh. Pemimpin bangsa ini dari dulu lahir dari politik yang kotor dan kejam.

Sudah menjadi rahasia umum, mereka yang terjun ke politik tidak akan memikirkan nasib rakyat yang memilih mereka. Biarpun ada satu dua orang yang benar-benar lurus pasti akan tersendat oleh orang-orang di sekililingnya. Politik mengajarkan untuk menyingkirkan mereka yang bersih.

Bukan hanya itu, agama dan budi pekerti yang diajarkan tidak mampu mengubah karakter bangsa ini sejak dari bangku sekolah. Coba lihat saja sekelilingmu, kira-kira siapa yang mampu membawa bangsa ini pada perubahan yang baik? Aku sendiri pesimis memikirkannya.

Untungnya sekarang ada dua sosok yang sangat kubanggakan. Mereka adalah Pak Jokowi dan Pak Ahok. Mereka berhasil mengubah pandanganku tentang bangsa ini. Aku bersyukur bahwa melalui mereka, bangsa ini mempunyai harapan lagi.

Generasi-generasi baru perlu dikenalkan lebih dalam tentang kedua tokoh ini. Ini akan memberikan harapan akan lahir generasi seperti mereka. Bayangkan jika 10 tahun kemudian ada 10 atau 100 atau bahkan 1000 orang seperti Jokowi dan Ahok. Bayangkan seperti apa Indonesia.

Komputer

Monday, July 7, 2014

Seberapa banyak dari kita mengerti apa arti komputer sebenarnya?

Kata dasar dari komputer ada compute yang artinya mengkalkulasi atau lebih sederhananya menghitung. Sekarang komputer atau alat penghitung bermacam-macam bisa PC desktop yang biasa kita lihat sehari-hari, notebook, sampai smartphone yang kita miliki.

Komputer harus memiliki perangkat yang wajib di dalamnya supaya berfungsi maksimal yaitu: perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras seperti CPU, RAM, harddisk, dll dan sistem operasi sebagai perangkat lunaknya. Kemudian katakanlah seorang programmer membuat tambahan program/aplikasi pendukung ke dalam komputer tersebut.

Jadi begini, ceritanya seorang teman yang bekerja di bidang telekomunikasi mengerti keunggulan dari komputer ini. Paling utama adalah membantu pekerjaan kita sehari-hari yang biasanya kita lakukan secara rutin. Karena temanku ini bergaul di lingkungan IT, dia sedikit paham apa itu pekerjaan programmer. Selanjutnya dia pun ingin melakukan sesuatu dengan pekerjaannya yang menyita terlalu banyak tenaga dan waktunya.

Selama berbulan-bulan dia bersama teman programmer-nya saling berkoordinasi membuat program baru untuk lebih memudahkan lagi pekerjaannya. Di samping harus mengerjakan pekerjaan utama yang sangat menyita waktu, temanku ini rela menyisihkan waktu lagi untuk mengerjakan sesuatu yang bukan disuruh oleh perusahaannya.

Kerja keras selama berbulan-bulan tersebut ternyata membuahkan hasil yang bisa dikatakan luar biasa. Biasanya pekerjaan sehari itu harus memakan waktu bahkan harus lembur, sekarang dapat dikerjakan dalam waktu 2 jam. Tentu saja membuat teman-teman koleganya bingung karena setiap hari temanku itu selalu terlihat santai dalam pekerjaannya.

Inti dari cerita ini adalah begitu banyak potensi dari sebuah komputer zaman sekarang yang belum dimaksimalkan. Komputer bukan hanya sekedar browser, aplikasi kantor, atau pemutar video/lagu. Terpenting dari komputer ini adalah memudahkan pekerjaan sehari-hari kita.

Berdamai dengan Internet

Thursday, June 26, 2014

"Someone is wrong on the Internet." — Duty Calls
Internet adalah sebuah raksasa media sosial, jangan dikerdilkan media sosial itu hanya Facebook, Twitter, dan Path. Secara umum semua orang bisa berinteraksi dengan bebas tanpa dibatasi layanan yang digunakannya. Kelebihan Internet ini adalah setiap opini atau pendapat yang kita keluarkan dapat juga dengan bebas dibaca oleh orang lain. Makanya sangat mudah kita menjumpai orang yang berbeda pandangan dengan kita.

Dulunya aku suka berdebat (dan mungkin akan masih) dengan orang-orang di Internet. Mungkin saja mereka adalah teman atau orang yang baru kukenal. Profesi dan latar belakang mereka pun belum tentu kuketahui. On the Internet, nobody knows you're a dog, begitulah kira-kira. Hanya satu yang perlu kuingat saat berdebat, jika sudah emosi yang berbicara, saat itu kita sudah berada di pihak yang kalah.

Saat ini Indonesia akan merayakan perayaan pemilihan Presidennya. Uniknya kali ini calonnya hanya dari 2 kelompok. Menjadikan Pilpres kali ini sangat mengerikan menjelang hari-hari terakhir. Kampanye hitam sangat sering terlihat berseliweran di media-media sosial mainstream seperti Facebook dan Twitter. Kebodohan dipertontonkan secara gamblang di muka publik sering membuat gerah mereka yang membacanya.

Fitnah dan kebencian yang sekarang digunakan sebagai kampanye bukan terjadi saat ini saja. Dulu, informasi yang menebarkan kebencian sudah mulai tumbuh seiring dengan berkembangnya Internet. Rasisme dan kebencian sebuah kaum sering ditulis di media daring. Jadi wajar saja beberapa orang terkejut membaca fitnah-fitnah seperti ini, mungkin belum menemukan hal-hal seperti ini saat berseluncur di Internet.

Untungnya belajar dari masa lalu membuatku tidak terlalu terpancing dengan banyaknya informasi sampah yang dibuang oleh orang-orang yang menghabiskan waktunya di Internet. Daripada pusing mengedukasi manusia menggunakan Internet dengan etika dan logika, lebih baik aku menganggap itu semua sebagai bagian dari uniknya kepribadian manusia. Bukan bagianku untuk mengubah masyarakat menjadi cerdas dan bermatabat karena aku tidak memiliki kapasitas di sana.

Menerima kekurangan itu membuatku berdamai dengan Internet. Tidak lagi pusing dengan banyaknya informasi buruk yang bertebaran dimana-mana tanpa filter. Tidak lagi berusaha meluruskan mereka yang kupikir salah. Ini juga membuat aku tidak ambil pusing apakah tulisan maupun opiniku berseberangan dengan orang lain. Kalau mau didebatkan silakan, mau dinyinyirin yah fine fine saja.

Makan Bareng

Saturday, June 14, 2014

Gua pengen ngomongin tentang kode etik makan bareng yaitu masalah pembayaran. Ada bedanya antara makan bareng sama cowok dan cewek, yang lagi pdkt dan dengan teman biasa. Tentu saja ini menurut pengalaman yang pernah gua jalanin. Jadinya bisa saja beda dengan kalian.

Kalau teman biasa setiap kali lu ngajak dia, tentu saja pas pembayaran sesuai dengan keikriban kalian berteman. Kalau teman akrab biasanya yang bayar yang ditinggal terakhir karena yang lain udah pada kabur duluan. Biasanya modusnya kalo nggak beli rokok atau mo jemput ceweknya masing-masing terus pura-pura lupa udah makan dua mangkok mie pangsit.

Di lain waktu, gua sering ngajak cewek yang gua suka ataupun teman cewek makan bareng. Biasanya ini kalo gua udah bete di kosan. Gua udah siapin dana yang banyak untuk bayarin dia. Biar dibilang gentleman juga sih. Jangan coba-coba ngajak cewek deh tapi pas bayaran ternyata sendiri-sendiri. Mending lu potong tuh burung lu. Dan buat cewek, bukan berarti elu dibilang matre kalo sering gua bayarin. Itu kode kalo gua suka sama elu. Siap-siap aja suatu saat gua tembak. Dor!

Nah yang aneh itu ngajak teman cowok. Ini terjadi mungkin di kampung gua aja. Pas gua di Jakarta gua jarang ketemuan begini. Kalo cowok-cowok di sini kalo diajak berarti elu harus bayarin dia juga. What the fuck! Gitu deh reaksi gua pertama kali dengar yang teman gua ngomong begini. Makanya pas gua pindah dari Jakarta sampai sekarang belum pernah ngajak teman cowok jalan bareng buat having fun. Ataupun pas ngajak, gua udah kasih aba-aba dulu kalo nanti bayarnya masing-masing, kalo nggak yah mending gua ngajak cewek dong.

Regenerasi

Friday, June 6, 2014

Dengan jangka hidup yang tergolong pendek, manusia dapat mewariskan semua ilmu yang pernah ada bahkan bisa mengembangkannya. Ilmu itu juga mengalami evolusi seperti manusia; yang berkembang adalah yang ilmu yang akan digunakan atau diterapkan, yang tidak berguna perlahan akan mati.

Kalau diambil contoh bisa aku misalkan teknologi yang kita gunakan. Teknologi 10 tahun yang lalu kita gunakan sangat jauh berbeda dengan yang sekarang. Membuat aku tidak bisa membayangkan seperti apa nanti 10 tahun mendatang. Biarpun pengaruhnya sedikit membuat kesal melihat generasi sekarang lebih sering menunduk memandang telepon selulur daripada bersosialisasi langsung dengan lingkungannya.

Inilah yang membuat aku bertanya-tanya, kapan para ilmuwan ini belajar. Bukankah semua dimulai dari 0 (nol), kemudian perlahan berusaha mengikuti teknologi yang sekarang kemudian mengembangkannya? Berapa orang yang mampu bertahan dan berapa yang gugur perlahan karena tidak sanggup? Berapa tahun lagi perang bintang akan benar-benar terjadi?

Mencari Aplikasi E-mail yang Baru

Friday, May 30, 2014

Sejak adanya media sosial di Internet, cara berkomunikasi orang-orang pun mulai berubah. E-mail, walaupun sedikit mulai ditinggalkan, masih tetap menjadi sarana komunikasi yang lebih umum dibanding media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Path. E-mail tidak membutuhkan permintaan pertemanan ataupun mengikuti seseorang orang dulu baru bisa ngobrol. Hanya dengan mengetahui alamat yang bersangkutan, kita dapat langsung mengirim pesan kepadanya.

Aku sudah menggunakan beberapa aplikasi klien e-mail yang tersedia di Linux seperti Evolution dan Thunderbird. Evolution tersedia secara default saat memasang Linux (Ubuntu). Tampilannya benar-benar kompleks dan wah bagi pengguna baru. Selain e-mail, Evolution juga menyediakan aplikasi kalendar. Benar-benar aplikasi yang lengkap untuk perkantoran. Sedangkan Thunderbird adalah aplikasi sudah sangat lama kupergunakan. Sejak Mozilla mengumumkan tidak lagi serius mengembangkan Thunderbird, aku pun mulai mencari alternatif dari kedua aplikasi ini.

Sebenarnya ada alasan lain aku mulai meninggalkan Thunderbird, alasannya adalah IMAP. Sepertinya protokol ini tidak terlalu keren di Thunderbird, tidak seperti saudaranya POP3. POP3 sangat baik jalan di Thunderbird sedangkan IMAP sepertinya menjadi anak tiri di sini. Setiap kali membuka Thunderbird, aplikasi ini sibuk mengunduh ulang e-mail yang ada. Kalau sedikit sih tidak membuat risih, beda kalau harus mengunduh ribuan e-mail berulang-ulang.

Kalau alasan tersebut, akupun mencari penggantinya. Aku dulu pernah mendengar dan mencoba Geary. Sebuah aplikasi e-mail yang menurutku sangat sederhana. Sampai kucoba beberapa hari yang lalu, Geary bukan sebuah aplikasi yang bagus, bahkan kalau bisa dibilang sangat buruk. Tidak ada satupun e-mail yang muncul. Pokoknya belum pernah aku melihat aplikasi separah Geary sebelumnya. Tetapi versi yang baru membuatku berubah pikiran. Geary sangat ringan dan mudah digunakan, ditambah dukungan IMAP yang lebih baik dari Thunderbird.

Rutinitas Pagi

Thursday, May 29, 2014

I'm not a morning person.

Dulunya aku pikir begitu. Sejak ada Internet sepertinya kata-kata sudah tidak memiliki makna lagi. Setiap pagi walaupun masih sedikit ngantuk, yang pertama kulakukan adalah memegang gadget. Karena biarpun rasanya ingin melanjutkan tidur tetap saja kepala kepikiran terus untuk memeriksa perkembangan yang terjadi di dunia maya.

Biasanya yang pertama kucek adalah media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, Path, dll. Ini untuk mengetahui apa yang menjadi topik yang hangat di lingkaran sosialku. Sebenarnya ini membuat lingkup diriku menjadi lebih kecil karena sebenarnya dunia itu lebih besar dari yang kulihat. Tetapi kemudian aku menyakinkan diri, terlalu banyak informasi juga tidak membuat hidupmu lebih baik.

Setelah mengecek media sosial, selanjutnya aku membaca (sekilas) semua daftar pengumpan RSS yang kusimpan di Feedly. Dulunya aku penggemar Google Reader dan sekarang aku harus berterima kasih kepada Google karena mereka akhirnya mematikan layanan tersebut, aku bisa beralih ke layanan yang lebih baik. RSS, dalam hal ini adalah blog, agak jauh berbeda dengan media sosial mungkin karena butuh waktu dan tenaga untuk menulis di sana. Biasanya dan seringnya aku tidak punya cukup waktu untuk membaca semua artikel yang ada di situ.

Selanjutnya aku selalu membiarkan jendela Twitter, Facebook, dan Hacker News untuk tetap terbuka sepanjang hari. Biasanya kalau sudah jemu bekerja, aku sering kembali membuka ketiga situs tersebut suapaya tidak ketingggalan informasi dan perkembangan baru.

Bullying di Sekitar Kita

Saturday, May 24, 2014

Aku pernah di-bully ketika sekolah dulu dan aku juga pernah mem-bully orang pada saat yang sama. Di era Internet seperti ini aku juga masih sering melakukan hal yang sama walupun seringnya tanpa sadar. Biasanya terjadi kalau debat menjadi sedikit panas. Bahkan aku juga sering dengan mudahnya melihat orang lain melakukan hal yang sama.

Setelah mengamati perkara bullying ini, aku menarik kesimpulan bahwa bullying sangat sulit dihindarkan; semudah jari-jari menekan tombol keyboard, semudah itu juga menyerang orang lain. Terpenting sebenarnya melengkapi diri pengguna Internet menghadapi kejadian seperti ini di kemudian hari. Entah siapa atau entah kapan bisa saja orang lain menyerang kita karena tidak suka dengan apa yang kita tulis.

Orang di sini terkenal kasar dibanding daerah yang lain. Makian selalu diucapkan di setiap kalimat. Setiap kalimat! Jika dimaki sudah sangat lumrah jika dimaki balik. Memang kalau dilihat seperti zaman bar-bar. Setidaknya semua berakhir dengan perkelahian, tidak ada korban yang diam saja diperlakukan seenaknya oleh pihak lain.

Well...

Pemblokiran Pornografi adalah Pekerjaan yang Sia-sia

Sunday, May 18, 2014

Pemblokiran Vimeo beberapa hari ini menambah daftar pertanyaanku tentang kinerja Kemenkominfo. Dengan alasan klasik kalau layanan berbagi video itu memuat konten pornografi, pemerintah pun mengambil keputusan untuk menutup akses dari negara Indonesia. Alasan tersebut tidak cukup untuk memuaskan para pengguna Internet di Indonesia karena misalnya saja, Youtube, layanan serupa, memiliki konten yang sama tetapi tidak mengalami nasib yang sama dengan Vimeo.

Jika kita ingat kejadian yang dulu, Youtube pernah sempat diblokir oleh pemerintah tetapi bukan karena pornografi tetapi karena untuk video Fitna yang diunggah oleh Geert Wilders, seorang politikus sayap kanan negara Belanda, yang diklaim menghina agama Islam. Beberapa orang berpikir tindakan pemerintah sangat cepat untuk melakukan pemblokiran terhadap Vimeo karena diduga adanya video seronok saat kampanye yang digelar salah satu calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera. Bisa dilihat kenapa mereka begitu reaktif?

Pemblokiran Pornografi

Memang pemblokiran pornografi sudah diatur di dalam Undang-undang yaitu pada UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Jika melihat kasus Vimeo ini sangat terkesan tebang pilih. Tidak hanya Vimeo yang memuat konten pornografi; semua situs besar yang ada di Internet pasti ada berbau porno, contohnya di Google, Facebook, dan bahkan Twitter. Kenapa situs-situs tersebut tidak diblokir?

Sampai kapanpun pornografi tidak bisa diberantas. Analoginya seperti menguras air laut hingga kering. Kau bisa saja memakai alat tercanggih apapun yang pernah diciptakan manusia tetapi pada akhirnya kau akan sadar sendiri bahwa air laut tidak akan pernah terlihat berkurang seberapapun gigih dan kerasnya kau bekerja.

Salah satu alasan kenapa lagi kenapa pemblokiran pornografi sia-sia adalah sangat mudahnya untuk membuka kembali situs yang telah diblokir. Cara yang paling sering digunakan orang adalah menggunakan proxy server ataupun situs proxy, mengganti DNS dengan menggunakan Google DNS atau OpenDNS, menggunakan VPN, dll.

Pornografi

Pornografi tidak akan bisa diblokir oleh pemerintah karena pornografi itu letaknya di otak manusia. Situs-situs tersebut hanya memuaskan hasrat visual manusia. Karena tidak ada seorangpun tahu kapan dan di mana seseorang itu sedang berpikiran seksi (pornografi itu tidak jorok). Manusia itu porno sejak organ-organ seksualnya tumbuh. Peraturan dan undang-undang tidak akan bisa menghalangi hasrat tersebut karena itu merupakan keinginan natural makhluk hidup.

Makanya pendidikan seksual itu sudah seharusnya diajarkan di sekolah. Termasuk di antara mempelajari hal-hal mengenai kejahatan seksual. Pornografi sendiri tidak merugikan siapa-siapa, yang merugikan itu tindakan kriminalnya.

Apa Jadinya kalau Syariat Islam diterapkan di Indonesia?

Friday, May 9, 2014

Bagi umat Muslim, penerapan Syariat Islam mungkin bisa dikatakan adalah hasrat terdalam mereka. Tentu saja tidak  bagi umat beragama yang lain. Apapun argumen yang mereka berikan dan sesempurma apapun bentuk yang kalian dikatakan, tidak akan membuatku merasa nyaman. Betapa tidak, aturan-aturan yang sering kubaca di berbagai media membuatku tidak begitu simpatik terhadap aturan yang dijalankan suatu negara atau daerah.

Jikapun nantinya suatu saat perjuangan mereka berhasil, menjadikan negara Indonesia menjadi negara Islam, kemana aku sebagai non-muslim harus berada? Apakah aku akan pindah ke negara yang lebih sekuler? Tidak mungkin juga. Memulai perjuangan mengembalikan Pancasila ke tempat seharusnya? Kek gua nggak ada kerjaan lagi aja. Pasrah? Ehe...

Sebenarnya aku bukan hanya risih dengan Syariat Islam, negara Amerika yang terlalu dicampur dengan ajaran Kristen saja membuatku miris. Misalkan saja, mereka yang gay selalu tersudutkan karena orang-orang Kristen sulit menerima keberadaan mereka. Membayangkan hal tersebut terjadi di Indonesia akan menjadi malapetaka bagi kaum homoseksual. Dan masih banyak hal-hal tidak penting lainnya terhalangi oleh karena ajaran agama tidak merestui.

Aku sangat setuju agama dan negara harus dipisahkan. Agama itu mengatur wilayah pribadi manusia. Kalaupun kau beranggapan ajaran agamamu itu baik, ya sudah lakukan sendiri. Tidak perlu sampai ngotot ingin dimasukkan ke undang-undang atau peraturan daerah. Istilahnya, jika surga yang kauincar, kau tidak perlu memaksaku mengikutimu.

The Beginning of the End

Thursday, April 10, 2014

Jika Kabuto bisa membangkitkan orang mati, kenapa aku juga tidak bisa membangkitkan blog yang sudah mati?

Setelah mencoba berkelana ke sana kemari, aku memutuskan untuk kembali menghidupkan blog ini. Banyak tempat yang sudah aku coba menulis selain di sini, misalkan Google+ dan Tumblr. Bisa dibilang kedua platform tersebut lebih keren dibandingkan Blogger tetapi URL blog ini membuatku selalu kepikiran untuk kembali.