Ronsen's Blog

Stylebot Memudahkan Ngedit Laman Web

Monday, September 29, 2014


Jika kalian terbiasa menggunakan Developers Tools di Chrome, mengunakan Stylebot akan sangat mudah. Biasanya dengan menggunakan Developers Tools kalian mencari elemen yang ada di sebuah situs web.

Setelah elemen tersebut ditemukan, di sebelah panel kanan akan memberikan informasi style. Gunanya untuk mengetahui style apa saja yang digunakan pada elemen tersebut untuk dijadikan referensi atau diubah sesuai dengan keinginanmu.

Mengubah style di Developers Tools tidak begitu menyenangkan. Ukuran panel yang sangat kecil membuat kesulitan untuk melakukan perubahan-perubahan. Untuk ini, Stylebot sangat berguna. Selain itu, style yang kalian ubah bisa disimpan sehingga tampilannya akan seperti yang kau ubah saat mengunjungi kembali situs web tersebut.

Kalian bisa memasang Stylebot melalui Chrome Web Store.

Bug Bash yang Parah

Thursday, September 25, 2014

Jam 2 dini pagi tadi, aku iseng meng-update salah satu notebook yang kumiliki. Setelah selesai, aku buka synaptic untuk melihat daftar program yang perlu di-upgrade. Ada bash di sana. Ini kali kedua aku terheran melihat perbaikan untuk sebuah program. Pertama ketika melihat ed, program kecil yang berfungsi untuk membuat berkas teks.

Setelah membaca topik-topik terbaru hari ini, pembaharuan bash karena ditemukan bug yang ternyata cukup parah. Parahnya bug tersebut diklaim melebihi kerusakan yang bisa diakibatkan oleh Heartbleed. Wah, segera saja aku pun meng-update komputerku yang lain. Mudah sih sebenarnya.

Untuk melakukan pengecekan, RedHat menuliskan kode program sederhana ini untuk memastikan apakah bug tersebut sudah hilang. Jika hasilnya seperti di bawah berarti masih ada yang salah.

$ env x='() { :;}; echo vulnerable' bash -c "echo this is a test"
 vulnerable
 this is a test

Kemudian menjadi masalah ketika teringat aku mempunyai server yang sudah tidak lagi di-support karena versinya sudah jadul. Sial!

GNOME 3.14 Keluar


Aku salah satu penggemar GNOME, sebuah desktop environment yang kugunakan sebagai pengganti sewaktu melihat Unity tidak lagi menghargai privasi penggunanya.

Selain itu, ada beberapa aplikasi tambahan yang membuat versi ini menari seperti Maps, Games, Weather, Calculator, dll. Aplikasi default ini akan mebuat GNOME kelihatan tidak terlalu gersang saat pertama kali dipasang.

Kemungkinan pengguna tidak akan merasakan langsung sebelum distro-distro besar mulai mengadopsi dan memasang pada rilis berikutnya. Aku sendiri belum ada keinginan untuk memasang versi ini karena alasan waktu yang kugunakan untuk hal-hal lain.

Gendutnya Browser Chrome/Chromium

Monday, September 22, 2014

Sudah saatnya kembali ke Mozilla Firefox?

Kembali Menggunakan elementary OS

Friday, September 12, 2014


Terhitung 6 bulan atau lebih aku meninggalkan elementary OS karena ingin mencoba Ubuntu 14.04 LTS. Satu hal yang membuatku kembali menggunakan distro ini adalah dikarenakan sangat ringan biarpun digunakan pada perangkat keras yang lama. Lebih ringan dibandingkan Xubuntu 14.04 yang sedang kugunakan. Ini membuat notebook tidak terlalu cepat panas (selalu panas).

Untuk kali ini aku memasang elementary OS versi terbaru yaitu Freya. Walaupun versi ini masih Beta tapi sudah bisa digunakan dengan baik. Karena baru saja menggunakan sistem operasi ini hari ini, jadi belum menemukan bug yang membuat masalah serius. Seperti biasa untuk proses selanjutnya setelah memasang elementary OS, kau bisa mengikuti langkah-langkah pada Ubuntu 14.04.


Tampilan depannya ternyata sangat mirip dengan versi sebelumnya, Luna. Aku tidak terlalu memasalahkan hal ini. Sepertinya tidak ada perubahan mendasar di Freya ini tetapi sebenarnya Freya ini jauh berbeda dengan Luna. Selain itu mendukung perangkat keras dengan baik pada notebook yang kugunakan. Wi-Fi dikenali dengan sempurna bahkan setelah ku-update. Berbeda dengan Ubuntu 14.04 yang sangat tidak ramah dengan perangkat keras lama.