Ronsen's Blog

Menambahkan menu Android x86 di Grub Ubuntu

Wednesday, October 29, 2014

Setelah menuliskan tentang pengalaman menggunakan Android di notebook, mungkin ada baiknya aku menuliskan sedikit langkah-langkah yang perlu diperhatikan setelah memasang Android ini. Penting jika kau ingin menggunakan dual boot dengan sistem operasi lain di PC. Tetapi di sini aku hanya bisa menjelaskan jika kalian menggunakan Ubuntu sebagai sistem operasi utama.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengunduh (download) ISO yang ada di situs android-x86. Aku menggunakan versi terbaru yang ada di situs tersebut yaitu android-x86-4.4-RC2.iso. Jika kau menemukan versi lebih baru, silakan unduh versi tersebut. Kemungkinan penggunaannya tidak akan jauh berbeda.

Langkah selanjutnya adalah memasangnya di komputer. Bakar ISO tersebut ke CD atau jika komputermu mendukung boot dari USB, gunakan unetbootin jika kau menggunakan Linux. Ikuti saja langkah-langkah yang nanti ditunjukkan saat instalasi. Sekarang sih memasang sistem operasi modern tidak begitu menyusahkan hidupmu.

Nah, langkah yang paling penting adalah memperbaiki grub, supaya saat permata kali menyalakan komputermu kau bisa memilih sistem operasi mana yang kaujalankan. Kalau tidak, hanya Android saja pilihan yang tersedia.

Tambahkan di /etc/grub.d/40_custom kode seperti berikut di akhir berkas:

menuentry "Android-x86" {
  set root='(hd0,7)'
  linux /android-4.4-RC2/kernel quiet root=/dev/ram0 androidboot.hardware=android_x86 video=-16 SRC=/android-4.4-RC2
  initrd /android-4.4-RC2/initrd.img
}

Baris kode yang perlu kauperhatikan adalah (hd0,7); itu artinya Android kupasang pada pada sda7. Untuk mengetahui dimana letak Android dipasang, lakukan perintah berikut:

$ sudo blkid

Hasil pada notebook-ku adalah sebagai berikut:

/dev/sda1: UUID="8bc8f0f9-853b-4bfa-9188-a9e0a3bd5a50" TYPE="ext4" 
/dev/sda5: UUID="c6b40801-7fd3-4f67-bca2-dbe9519e0948" TYPE="swap" 
/dev/sda6: UUID="1dedd70c-da98-4e51-b8fc-8c819e79bb41" TYPE="ext4" 
/dev/sda7: LABEL="Android-x86" UUID="8515324a-58e9-4399-913c-8bd59c6da640" TYPE="ext2"

Setelah berkas disimpan, lanjutkan dengan mengeksekusi perintah berikut:

$ sudo update-grub

Restart dan lihat pilihan Android akan muncul di menu grub.

Apa yang kau lakukan setelah memasang Ubuntu?

Tuesday, October 28, 2014

Pasti setelah memasang Ubuntu di notebook atau komputermu, kau akan mencari langkah-langkah selanjutnya. "Things to do after installing Ubuntu", mungkin adalah kata kunci yang sering di-abuse oleh beberapa situs web/blog supaya muncul di halaman pertama hasil pencarian Google.

Sebenarnya semua isi dari artikel itu seragam atau mirip-mirip dengan artikel dari versi yang sebelumnya. Terus kenapa ditulis? Biasalah, hidup di Internet masih harus bergantung dengan permainan search engine optimization. Dan sering sekali, beberapa artikel berhasil bertengger di urutan pertama.

Mari kembali ke topik.

Jadi apa yang harus selanjutnya kaulakukan setelah memasang Ubuntu? Saranku sih, ikuti saja apa yang ditulis oleh artikel yang kautemukan di Google. Itu semua sudah kucoba dan sesuai dengan harapan.

Terus lu ngapain nulis lagi, heh?

Haha... sebenarnya aku mau komplen soal satu hal dengan Ubuntu. Setelah beberapa kali upgrade, aku menemukan fitur yang menjengkelkan. Yaitu, program laporan kesalahan yang selalu muncul setiap saat sehingga mengganggu sekali.


Mematikan fitur ini sebenarnya sangat mudah. Tetapi yang menjadi pertanyaan itu sebenarnya kenapa fitur yang seharusnya membantu pengembangan Ubuntu malah menyusahkan pengguna. Dan frekuensinya yang terlalu sering malah membuat khawatir tentang kestabilan sistem operasi itu sendiri.

Berikut cara mematikan crash report ini:

$ sudo service apport stop
$ sudo sed -i -e s/^enabled\=1$/enabled\=0/ /etc/default/apport

Pengalaman Menggunakan Android di Notebook

Friday, October 24, 2014

Beberapa hari yang aku memutuskan untuk memasang Android di notebook-ku yang lama. Tadinya aku sudah memasang Android ini di VirtualBox dan baru kepikiran untuk mencoba di notebook setelah sekian lama.

Proses pemasangan Android ternyata sangat mudah sama mudahnya seperti saat memasang sistem operasi Windows ataupun Linux. Bahkan Android dapat berjalan dengan mulus tanpa perlu driver ini itu. Keren, kan!

Untuk mengunduh berkas ISO bisa langsung ke situsnya di android-x86.org. Aku menggunakan versi Andorid 4.4 Kitkat. Setelah itu bakar ke CD atau gunakan flashdisk jika notebook-mu sudah mendukung boot dari USB.

Perlu diketahui, aku pengguna smartphone Samsung jenis Android. Jadi aku sudah familiar dengan aplikasi yang ada di sana. Hanya ingin mencoba menggunakannya di notebook.

Kesimpulannya, Android adalah sistem operasi masa depan. Aplikasi yang bisa kita gunakan sangat kaya dan modern. Berbeda dengan Windows dan Linux yang sangat minim untuk aplikasi online. Terlalu mengandalkan browser.

Dengan besar penyimpanan yang tidak terbatas, maksudku biasanya di smarphone terbatas, dengan kapasitas 150GB kau bisa memang aplikasi apapun tanpa takut suatu saat akan kepenuhan.

Angry Birds, Clash of Clans, dan beberapa jenis permainan berjalan dengan baik dan lancar. Itupun sebenarnya notebook yang kumiliki bukan jenis perangkat yang baik untuk digunakan bermain game.

Yah, walaupun ada keterbatasan dibanding sistem operasi Windows dan Linux, Android bisa jadi menjadi alternatif untuk perangkat notebook

Kesalahan Perusahaan Saat Menerima Pegawai Baru

Friday, October 17, 2014

Saat sebuah proyek menjadi sangat besar, wajar saja sebuah perusahaan membutuhkan pegawai baru untuk membantu meringankan dan mempercepat proses penyelesaian proyek tersebut. Biasanya dengan mengirimkan lowongan pekerjaan di media cetak maupun online, dengan begini perusahaan berharap dapat menemukan pegawai yang sesuai dengan kriteria mereka.

Biasanya iklan lowongan pekerjaan menuliskan kriteria yang sangat tidak masuk akal. Selama pengalamanku mengirim lamaran pekerjaan, kriteria-kriteria tersebut tidak harus dipenuhi semuanya. Walaupun aku hanya memenuhi satu kriteria, aku tetap memberanikan diri untuk melamar pekerjaan tersebut dan minimal aku selalu masuk pada tahap interview.

Pernah sekali aku akhirnya diterima di sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak. Proyek yang sedang mereka kerjaan sangat besar dan rumit. Aku menerima pekerjaan tersebut karena aku merasa tertantang untuk bergabung. Dan ternyata ini menjadi neraka kecil karena aku juga tidak mempunyai pengalaman dengan perusahaan yang masih hijau dalam hal pengaturan pekerjaan pegawainya terlebih pegawai baru.

Di hari pertama aku diberikan sebuah PC yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Setelah memberti instruksi singkat mengenai source code proyek yang sedang dikerjakan; checkout dari Subversion, koneksi database, dan hal-hal teknikal lainnya, aku pun langsung ditinggalkan dibiarkan mempelajari kode-kode yang sudah "jutaan" baris tersebut.

Aku mengerti bahwa proyek ini sedang dikejar tenggat waktu. Semua pegawai sibuk mengejakan tugasnya masing-masing. Jadinya, tidak ada waktu untuk mengajari pegawai baru bahkan hal-hal yang penting sebelum dia mulai paham dengan apa yang akan dikerjakan. Walaupun dengan pengalamanmu yang sudah banyak di perusahaan sebelumnya, sangat tidak mungkin kau langsung terjun ke sebuah proyek tanpa persiapan terlebih dahulu.

Mempelajari barisan kode sumber justru bukan sebuah langkah tepat untuk seorang pegawai baru untuk belajar. Percayalah, kebanyakan perusahaan seperti ini tidak mempunyai dokumentasi bahkan komentar di kode sumber saja tidak ada. Sekarang malah berharap sesuatu yang mustahil pekerjaan tersebut akan selesai dengan bertambahnya pegawai? Malah perusahan menambah rentetan masalah karena banyaknya pegawai yang tidak produktif.

Blogger Theme dengan Twitter Bootstrap

Sunday, October 5, 2014


Twitter Bootstrap salah satu CSS framework sangat membantu para pengembang situs web dengan cepat. Salah satu fitur yang sangat membantu adalah bentuk tampilan yang mendukung semua perangkat dari desktop, tablet, hingga smartphone.

Selain itu masih ada beberapa goodies yang bisa dinikmati langsung dengan menggunakan Bootstrap. Misalnya, glyphicon yang tersedia dalam ratusan ikon yang siap pakai, alerts, pagination, labels, thumbnails, dan banyak lagi.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang Bootstrap kau bisa langsung buka di browser-mu dengan alamat getbootstrap.com. Di situs tersebut akan dijelaskan bagaimana cara menggunakannya.

SimpelStrap Blogger Theme

Aku pun tertarik untuk menggunakan Bootstrap pada blog ini. Untungnya platform ini menyediakan fitur untuk mengubah theme atau template blog ini sesuka hati penggunanya. Sengaja kubikin theme ini sesederhana mungkin agar mudah untuk dipelajari.

Dengan bantuan Stylebot dan Developer Tools, aku pun mengganti satu per satu elemen yang perlu. Karena Blogger sendiri mengikutsertakan stylesheet bawaan yang membuat tampilan awal sedikit hancur dan berbeda kalau kalian mencoba tanpa fitur Blogger.