Ronsen's Blog

Sebagian Besar Pembacamu Itu Bodoh, Ini Alasannya!

Friday, February 24, 2017

Judul di atas adalah contoh yang sering disebut sebagai clickbait. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian orang-orang untuk membaca artikel terkait. Entah kenapa biarpun kadang aku tahu itu clickbait tetap saja ada rasa yang mendorong untuk mengklik judul tersebut. Hanya saja setelah membaca artikel ada sedikit rasa berdosa karena rela dibodoh-bodohin.

Media sosial sepertinya mendorong meningkatnya judul-judul clickbait seperti di atas. Selain menarik pembaca tujuan utama adalah iklan. Semakin banyak pembaca yang terpancing, pageviews artikel tersebut pun naik. Ini baik buat pemilik media yang hidup dari iklan. Selain itu juga lebih cepat membuat media mereka terkenal.

Praktik keji seperti ini tidak hanya dilakukan media-media kecil. Media daring yang sudah punya nama besar pun kadang melakukannya sekali-kali. Masih ingat media online di Singapura yang di-blacklist oleh Facebook karena clickbait-nya tidak manusiawi?

Fenomena Hoax yang Semakin Menjadi-jadi

Thursday, February 23, 2017



Berita palsu atau sering kita sebut hoax semakin menjadi-jadi beberapa tahun ini. Fenomena ini aku lihat bersamaan dengan meningkatnya pemberitaan politik terutama di media sosial. Beberapa tokoh terkenal tidak luput dari berita-berita miring mengenai diri mereka, bahkan presiden pun tidak luput dari incaran para pembuat hoax ini.

Aku sering melihat teman-teman mengirimkan berita-berita hoax ini bahkan sebelum ada media sosial seperti Facebook dan Twitter. Mereka mengirimkan berita-berita ini melalui pesan e-mail di grup-grup mailing list. Malasnya sebagai admin grup, aku mempunyai tanggung jawab moral untuk men-debunk isi pesan tersebut. Sayangnya, mereka tidak pernah belajar membedakan mana hoax mana yang bukan. Capek sih!

Tidak sedikitnya orang yang termakan dengan berita hoax kadang membuat jengkel. Betapa kesalnya melihat orang-orang mudahnya ditipu. Mereka tanpa sadar menjadi bulan-bulanan oleh oknum-oknum yang sengaja mamainkan emosi mereka. Sedikitnya kesadaran untuk melakukan cross-check sebelum membagikan ulang berita hoax yang mereka baca.

(Gambar: sleuthsayers.org)

Panasnya Dunia Politik Indonesia

Wednesday, February 22, 2017


Pemilihan kepada daerah DKI baru saja selesai. Meskipun demikian belum bisa menentukan siapa gubernur selanjutnya. Para pemilih akan mengikuti pilkada lanjutan yang akan diadakan kembali dalam waktu dekat dengan hanya 2 pasangan calon.

Melihatnya antusias pemilih di Pilkada DKI menunjukkan kesadaran warga akan hak suaranya. Sangat berbeda dengan beberapa daerah dengan jumlah pemilih golongan putih yang bahkan lebih dari 50%. Sayangnya, antusias warga ternyata tidak menjamin lancarnya pilkada kemarin.

Selain itu, pemilhan langsung kepala daerah ternyata menjadikan hampir semua warga melek politik. Dengan didukung dengan teknologi saat ini, media sosial menjadi sarana yang mudah dan cepat dalam menyampaikan isu-isu yang terkait dengan pasangan calon masing-masing.

Seingatku, politik menjadi panas seperti saat ini waktu pemilihan Presiden RI beberapa tahun yang lalu. Media sosial menjadi sangat panas, masing-masing kubu selain menyajikan visi misi mereka, juga mereka menyerang kubu lawan dengan cara-cara yang bahkan sangat tidak elegan.

Begitu juga halnya Pilkada DKI ini, semua cara dicoba untuk menjatuhkan lawan. Bahkan isu SARA pun dipakai untuk menarik suara pemilih. Memupuk kebencian terhadap lawan menjadi hal yang sangat sering kita lihat atau baca di media sosial. Teman pun menjadi lawan di dunia maya sekarang.

Pilkada DKI putaran 2 akan segera dilaksankan. Mungkin sebagian dari kita berharap panasnya politik akan agak sedikit mendingin. Tetapi sayangnya, pemilihan presiden yang baru sudah diambang mata. Dua tahun bukanlah waktu yang lama untuk mulai mempersiapkan diri bagi mereka yang ingin menduduki kursi 1 dan 2 di negara ini.

Politik tidak pernah istirahat dan seberapa dari kita masih punya energi untuk berdebat kusir di media sosial.

(Sumber gambar: 321an.se)